Assalamulaikum...
Salamaik siang Bapak, Ibu, Uda/uni dan dunsanak RN kasadonyo, akhir-akhir ko sumbar lah acok baliak diguncang gampo, walaupun itu kekuatannyo ketek.. barikuik ko awak nio kopas berita dari padang ekspres. Semoga kito bisa waspada. Salam, infoSumbar Ade: Waspada Patahan Sumatera Kian Aktif Padang Ekspres • Rabu, 01/06/2011 09:33 WIB • (sih/esg) • 99 klik [image: PATAHAN SUMATERA] *Solsel, Padek*—Setelah Solok dihoyak gempa berkekuatan 3,2 dan 2,8 skala richter (SR), Jumat (27/5) lalu, kemarin (31/5) giliran masyarakat Muarolabuah, Solok Selatan (Solsel) dihoyak gempa sekitar pukul 06.33 WIB. Kendati gempa berkekuatan 4,5 SR ini tak sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan gedung, namun membuat masyarakat trauma. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan 4,5 Skala Richter, berlokasi di 5 kilometer tenggara Muaralabuh dengan kedalaman 10 kilometer. Getaran gempa dirasakan II hingga III MMI di Solok Selatan dan Kabupaten Solok, serta II MMI di Kota Padang. Puluhan warga yang tengah bersiap menjalankan aktivitas sehari-hari, terlihat berhamburan ke luar rumah. ”Guncangannya lumayan kuat juga. Tapi tidak terlalu lama, hanya sekitar lima detik,” ujar Chandra, warga Sungaiaro, Nagari Pakanrabaa, Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Selasa (31/5). Pegawai Pemkab Solsel itu menambahkan, guncangannya berlangsung cepat. Pantauan Padang Ekspres, warga setempat terutama ibu-ibu memilih menyelamatkan diri ke lokasi aman. Mereka takut terjadi gempa susulan lebih kuat. ”Saya cukup trauma dengan gempa besar di Padang dulu. Sekarang, asalkan ada gempa sedikit saja, saya tidak berani di dalam rumah. Lebih baik kita berusaha menyelamatkan diri, daripada sok berani. Tapi, akhirnya remuk ditimpa bangunan,” ujar seorang warga Pakanrabaa kepada Padang Ekspres. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, Mukhnizen, menyebutkan sore kemarin belum ada laporan dari masyarakat, tentang korban dan kerugian akibat dampak gempa tersebut. “Walau begitu, petugas BPBD telah ditugaskan terus memantau dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak panik,” ujarnya. Manajer Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ade Edwar mengatakan gempa Muaralabuh tersebut merupakan akibat dari pergerakan lempeng Sumatera atau patahan Semangko, yang berada di segmen Suliti. ”Di segmen itu, pada tahun 1943 pernah terjadi gempa besar dan dampaknya sangat parah. Tapi karena saat itu bangunan rumah masih kayu, tentu tidak terlalu banyak jatuh korban jiwa,” jelas Ade. Untuk itu, dia mengingatkan Pemkab Solsel untuk segera meningkatkan kewaspadaan masyarakat di daerahnya. Salah satu melalui mitigasi agar masyarakat bisa siap menyelamatkan diri ketika sewaktu-waktu gempa besar melanda. Apalagi akses jalan untuk evakuasi di sana sulit. Gempa darat di jalur patahan Sumatera, kata Ade, akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan aktivitas. Indikasi awal, patahan di segmen Suliti mulai bergerak aktif dan energi yang tersimpan mulai dilepaskan. ”Saya rasa ini sebagai peringatan bahwa ancaman gempa besar menjadi semakin nyata. Suliti merupakan poros patahan Sumatera. Maka pemerintah daerah bersama masyarakat perlu menyiapkan diri, salah satunya melalui mitigasi. Mesti kita tidak tahu kapan datangnya, tapi kita mesti waspada dan tidak perlu panik,” jelasnya. Hasil penelitian tim sembilan yang dibentuk Presiden beberapa waktu lalu, kata Ade, juga menunjukkan di segmen Suliti Solsel itu punya potensi terjadi gempa 7,2 skala Richter. Setiap tahun pergerakan patahan di sana 23 centi. “Dalam kurun lima tahun terakhir, gempa tadi pagi (kemarin,red) yang terbesar. Didahului Solok, dua hari lalu,” katanya. Selain di Solsel, Ade pun mengingatkan pemerintah daerah Pasaman untuk menyiapkan masyarakatnya. Di daerah itu, potensi gempa juga besar, karena berada di jalur patahan Sumatera. “Namanya segmen Sumpur, berada sekitar Panti dan Rao Pasaman. Jika gempa 6 SR saja, dampaknya sudah sangat merusak,” ulasnya. *(sih/esg)* [ Red/Redaksi_ILS ] -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
