Kalau dilihat ke belakang, memang cukup banyak pemimpin daerah kita yg telah 
mengangkat nama Sumatera Barat. Jangan lupa, Sjahrul Udjud adalah walikota 
terbaik dan termuda di jamannya (1983-1993). Kota Padang bersih, tertib dan 
rapi. Infrastruktur mengalami peningkatan pesat. Walaupun ikut memainkan mesin 
politik Orba dg Golkarnya, tp kedekatan Sjahrul Udjud dg rakyat hampir 
melegenda.
Untung memang, saat ini ada Amran Noer di Sawahlunto. Walaupun hanya kota kecil 
dan tersembunyi dari perlintasan utama transportasi nasional, kepemimpinan 
Walikota cukup menghilangkan dahaga kita akan pemimpin daerah yg bisa 
dibanggakan.
Perlu dicatat, Amran Noer, kalau sy tidak keliru, adalah Wakil Ketua 
Perhimpunan Kota Tua. Ketuanya, Jokowi, Walikota Solo, yg harus diakui dg 
gentle, prestasi dan reputasinya jauh di puncak dibanding urutan2 berikutnya 
kepala daerah berprestasi.

Tentang, Jokowi, kita berharap para kepala daerah kita mau berjiwa besar utk 
belajar dari kepemimpinan Jokowi. Sikap merasa tidak kalah hebat,  apalagi 
arogan lebih baik dihilangkan.

Karena saya sangat terkesan luar biasa dg pertemanan kurang lebih 10 jam dg 
Jokowi, dulu, telah saya luangkan waktu menulis pengamatan saya ttg tokoh ini. 
Kalau tidak salah, milis RantauNet, termasuk yg menerima posting saya ttg 
Jokowi.

Mari belajar dan berjiwa besar, demi kemajuan kesejahteraan dunsanak di Sumbar 
dan demi harkat dan martabat kita sbg salah satu masyarakat berbudaya kaya di 
nusantara.
Salam,

Andrinof A Chaniago (48+)
Di Depok dan sekitar Jakarta



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "Darwin Bahar" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 4 Jun 2011 07:26:40 
To: Palanta Rantaunet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Solo Memang Beda

Sanak Dedi sarato Sanak Sa Palanta  nan Ambo Hormati

Sato saya sakaki.

Jokowi/Solo dalam beberapa tahun terakhir ini memang merupakan salah satu
"bintang" dalam  pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. 

Di luar dari berita yang dicopas dari web solopos itu, MBM TEMPO 26/XXXVIII
17 Agustus 2009 meletakkan Kota Solo di tempat teratas dari sembilan
kabupaten/kota yang dipilih majalah itu sebagai bintang otonomi daerah .  

Sementara majalah yang sama pada tahun sebelumnya menobatkan
Jokowi-teratas--dari 10 bupati atau wali kota sebagai "Tokoh Tempo" dalam
tahun tersebut.

Bulan April yang lalu Depdagri mengumumkan 23 pemerintah daerah tingkat
provinsi, kabupaten, dan kota, yang menyabet perhargaan sebagai pemda dengan
kinerja terbaik. Evaluasi yang dilakukan berdasarkan didasarkan pada
Peraturan Pemerintah No 6/2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah, menggunakan  173 indikator. Indikator-indikator itu
antara lain, penyusunan APBD tepat waktu, laporan keuangan daerah wajar
tanpa pengecualian, pelayanan publik, peningkatan daya saing, serta dan
kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Solo kembali menempati tempat teratas dari 10 Kota dengan kinerja terbaik.  

Tetapi ada yang menarik di sini. Di antara 10 Kota dengan kinerja terbaik,
ada Sawahlunto, di urutan  enam, di atas  Probolinggo, Mojokerto, Sukabumi
dan Bogor. Yang tidak kalah menarik pula, Sawahlunto tidak hanya  mewakili
Sumatra Barat, tetapi juga "mewakili"seluruh provinsi di luar pulau Jawa +
provinsi Banten.

Walikota Sawahlunto Amran Nur, belakang ini memang sering menuai pujian,
antara lain karena dianggap berhasil menjadikan Kota Sawahlunto dari Kota
Arang menjadi kota wisata melalui pengembangan sarana yang tidak "mewah" dan
"wah"  seperti  waterboom.

Dengan tetap mengapresiasi tinggi pencapaian yang diperoleh Solo di bawah
Walikota Jokowi, kita tidak perlu terlalu berkecil hati. Sumatra Barat
sedang, sudah dan Insya Allah akan melahirkan pimpinan daerah yang
visioner, inovatif dengan elan seperti Jokowi--dengan catatan siapapun yang
memimpin provinsi/kabupaten/kota di  Sumatra Barat ke depan tidak akan
melakukannya dengan mudah, karena besarnya tantangan internal dan eksternal
yang harus dihadapi

Melihat ke belakang, dulu ada Pak Masriadi Martunus, mantan Bupati Kabupaten
Tanah Datar yang di bawah kepemimpinannya,   Kabupaten Tanah Datar
dinyatakan oleh lembaga 'International Partnership' dan Kedutaan Besar
Inggris untuk Indonesia sebagai satu dari tujuh kabupaten terbaik dari 400
lebih kabupaten dan kota di Indonesia. Bahkan LIPI menobatkan kabupaten
terkecil di Sumbar itu  sebagai satu dari empat daerah paling berprestasi
dan berhasil melaksanakan otonomi daerah.

Pak Gamawan Fauzi--terutama  sewaktu masih menjadi Bupati Kabupaten Solok
prestasinya juga cukup mengkilap atas upaya kerasnya menerapkan pemerintah
yang bersih dan tata pemerintahan yang baik selama dua periode jabatan di
kabupaten  yang dipimpinnya.  Atas prestasinya itu, beliau dan dan
Koordinator Forum Peduli Sumatera Barat Saldi Isra, menerima anugerah Bung
Hatta Anti Corruption Award dalam tahun 2004.

Mantan Bupati Kabupaten Agam Bupati Agam Aristomunandar juga melakukan
beberapa  terobosan dalam pembangunan perekonomian nagari. Beliau, antara
lain, memperoleh PERFORM Award karena perhatian dan dukungan beliau terhadap
pemberdayaan pengrajin sulaman di Ampekangkek. Gagasan dan insiatif beliau
membangun BMT Nagari, IMHO, sangat fenomenal.

Walaupun belum pernah mendapat penghargaan resmi, langkah strategis yang
dilaksanakan Walikota Padangpanjang  waktu ini Suir Syam melalui pembebasan
biaya pendidikan sampai tingkat SLTA serta pengasuransian seluruh warganya
untuk memperoleh layanan kesehatan gratis pada sejumlah rumah sakit dan
puskesmas di daerah itu, tentu pula tidak dapat dipandang dengan setengah
mata.

Kalau ditarik lebih ke belakang lagi ada Pak Azwar Anas, yang ketika
menjabat gubernur, menjadikan Sumatra Barat satu-satunya provinsi di luar
Pulau Jawa yang pernah  menyabet penghargaan 'Parasamya Purnakarya Nugraha'
yang merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan negara kepada provinsi
semasa 'orde baru' yang  pelaksanaan Pembangunan Lima Tahunnya dinilai
paling berhasil.

Akan tetapi saya yakin penghargaan tersebut akan tidak akan pernah dapat
diperoleh tanpa adanya Gubernur Harun Zain yang memimpin Sumatra Barat
sebelumnya. Output beliau memang bukan sesuatu yang 'tangible', tetapi
beliau sangat berjasa dalam merajut kembali modal sosial masyarakat Sumatra
Barat yang 'terkoyak' pascaperistiwa PRRI.  Dan itu beliau lakukan dalam
kesulitan yang tinggi. Pak JK, seperti   dikutip Padang Today Kamis,
16/09/2010, tidak ragu  mengatakan bahwa Harun Zain adalah salah satu bukti
bahwa Sumbar memiliki SDM yang bagus dan bisa diandalkan untuk kemajuan
Sumbar ke depan.

Last but not least, mantan Bupati Padang Pariaman Anas Malik tentunya tidak
dapat ditinggalkan jika berbicara mengenai tokoh-tokoh yang pernah dan
berhasil memimpin di Sumatra Barat. 

Rasanya tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa  Pak Harun Zain
pantas--minimal--memperoleh hadiah Magsaysay untuk perdamaian, sedangkan Pak
Anas Malik untuk lingkungan hidup.

Wallahualam bissawab

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68-), asal Padangpanjang, tinggal di Depok

 

. 


 
<http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/144492;_ylc=X3oDMTJzZzM4cnR
nBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExMjAxMjcEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MzI5NzI5BG1zZ0lkAzE0NDQ
5MgRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMzA2ODE1MTAy> [R@ntau-Net] Solo Memang
Beda 


Posted by: "Dedi Nofersi"
<mailto:[email protected]?Subject=%20Re%3A%20%5BR%40ntau-Net%5D%20Solo%20Me
mang%20Beda> [email protected] 


Mon May 30, 2011 7:22 pm (PDT) 


Assalamu'alaikum dunsanak sapalanta.

Manonton Joko Widodo (Jokowi) si Walikota Solo di Metro-TV, yo tamanuang
awak deknyo. Sambia mangkayalkan kalau saandainyo ado pulo nan bantuak
baliau di kampuang kito. Mudah-mudahan sajo adolah handaknyo, mumpung kan
masih angek dek karano masih banyak nan baru jadi Gubernur, Wali, dan
Bupati.

Ambo yakin banyak diantaro kito nan sato manonton acara "MTN" nan Hostnyo
Tanri Abeng tu, jo bintang tamunyo Jokowi

Kito berharap baliau-baliau tu bisa mampabaharui niat (renew mission
statement) nyo sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. (note: jan abdy
bahaso Aceh nan artinyo "makan").

Dibaruah ambo copas carito dari web solopos.
 <http://edisicetak.solopos.com/berita.asp?kodehalaman=h29&id=113628>
http://edisicetak.solopos.com/berita.asp?kodehalaman=h29&id=113628

Wassalam,

/////


Dedi N - 49"In Islam has a peaceful and happiness"
Asal: Kotogadih, Sunua, Kurai Taji, Pariaman.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke