Bab 06 : DAJJAL MENURUT Al-HADITS 




Ada beberapa masalah penting yang harus diingat sehubungan dengan gambaran 
Dajjal yang termuat dalam Al-Hadits. Yang pertama ialah bahwa ramalan Nabi 
Muhammad SAW tentang munculnya Dajjal itu didasarkan atas kasyaf (vision). 
Sebuah Hadits sahih dari Nawas bin Sam'an mengenai Dajjal, yang diriwayatkan 
oleh Imam Tirmidhi, terdapat kata-kata sbb:

"Seakan-akan ia (Dajjal) mirip dengan "Abdul-'Uzza". Kata seakan-akan ini 
terang sekali menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW menggambarkan keadaan yang 
beliau lihat dalam vision (kasyaf); hal ini memberi keyakinan kepada kita bahwa 
ramalan beliau mengenai Dajjal itu berasal dari kasyaf atau ru'yah. Tetapi pada 
waktu menceritakan ramalan-ramalan itu, biasanya tak diterangkan bahwa 
kenyataan itu dilihat dalam kasyaf atau ru'yah.

Apa-apa yang dilihat dalam ru'yah (kasyaf) itu biasanya harus ditafsirkan. 
Al-Qur'an sendiri menceritakan beberapa impian, yang artinya berlainan sekali 
dengan arti kalimatnya. Misalnya, dalam mimpi Nabi Yusuf melihat matahari, 
bulan dan sebelas bintang bersujud kepada beliau. Tetapi arti impian ini yang 
sesungguhnya ialah bahwa Allah akan menaikkan derajat dan kedudukan beliau. 

Selanjutnya dalam mimpi Raja melihat tujuh ekor sapi kurus menelan tujuh ekor 
sapi gemuk. Adapun artinya ialah simpanan gandum selama tujuh tahun musim baik 
akan habis dimakan dalam tujuh tahun musim kering. 

Dalam Hadits juga diriwayatkan impian Nabi Muhammad yang artinya berlainan 
sekali dengan kejadian yang dilihat dalam mimpi. Misalnya, dua gelang yang 
beliau lihat dalam mimpi, artinya, dua nabi palsu; tangan panjang artinya 
dermawan. Selain itu, pada umumnya orang mengakui bahwa ramalan-ramalan itu 
dibungkus dengan kalam ibarat.

Oleh karena itu, apa yang nomor satu harus diingat sehubungan dengan 
ramalan-ramalan tentang Dajjal, ialah bahwa ramalan itu penuh dengan kalam 
ibarat. Selanjutnya, karena ramalan itu tak berhubungan dengan Hukum Syari'at, 
maka akan mengalami dua macam kesukaran. 

Pertama, orang-orang yang menceritakan ramalan itu kurang begitu hati-hati 
terhadap penyimpanan sabda yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW mengenai 
masalah ini, seperti hati-hati mereka terhadap penyimpanan sabda beliau 
mengenai Hukum Syari'at. 

Kedua, oleh karena tak ada alat untuk mengetahui arti yang sebenarnya dari 
ramalan itu, sebelum ini menjadi kenyataan, maka tak jarang terjadi bahwa 
ucapan Nabi Muhammad SAW itu keliru ditangkapnya, sehingga kesan yang keliru 
ini mengakibatkan adanya penambahan dan perubahan dalam Hadits itu.
 




Barang siapa hafal sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir Surat Al-Kahfi
 ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal 
 bersambung ke bab 7

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke