Bab 07 : KEMENANGAN GEREJA ITU SAMA DENGAN FITNAHNYA DAJJAL 
 
MENURUT AL-QUR'AN DAN AL-HADITS
 
Sebagaimana kami terangkan di muka, Al-Qur'an tak menyebutkan nama Dajjal 
secara 
khusus. Tetapi dalam Hadits sahih diterangkan bahwa barang siapa membaca surat 
al-
Kahfi, ia akan diselamatkan dari fitnahnya Dajjal, padahal surat ini khusus 
membahas 
agama Nasrani dan ajarannya yang palsu. Terutama sekali sepuluh ayat pertama 
dan 
sepuluh ayat terakhir dari surat ini, khusus dibahas kepercayaan dan kegiatan 
bangsa-
bangsa Kristen. Ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa rnenurut Al-Qur'an, 
f'itnahnya 
Dajjal itu hanya sebutan lain saja bagi kemenangan agama Nasrani. Dengan 
perkataan 
lain, apa yang digambarkan dalam Hadits sebagai fitnahnya Dajjal itu tiada lain 
hanyalah 
kemenangan agama Nasrani. 
 
Dengan suara bulat semua kitab Hadits mengumumkan bahwa fitnahnya Dajjal adalah 
fitnah yang paling besar, sampai-sampai kaum Muslimin diajarkan agar pada 
tiap-tiap 
shalat berdo'a kepada Allah untuk diselamatkan dari fitnahnya Dajjal: "Ya 
Allah, aku 
mohon perlindungan Dikau dari fitnahnya Masih ad-Dajjal". Selanjutnya 
diterangkan pula 
dalam Hadits bahwa setiap Nabi memperingatkan ummatnya terhadap fitnahnya 
Dajjal. 
Dalam Hadits dinyatakan seterang-terangnya sbb:
 
"Tak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnahnya Dajjal, sejak terciptanya 
Adam hingga 
Hari Kiamat".
 
Semua kitab Hadits sama pendapatnya tentang hal ini, dan peringatan ini diulang 
berkali-
kali dalam berbagai bentuk kalimat. Oleh karena itu timbullah pertanyaan, 
mengapa Al-
Qur'an tak membicarakan peristiwa yang digambarkan dengan tegas oleh Nabi 
Muhammad SAW sebagai fitnah yang paling besar?
 
Sebelum kami menjawab pertanyaan ini, baiklah kami periksa labih dahulu sifat 
dua 
macam fitnah yang kaum Muslimin diperingatkan akan terjadi pada akhir zaman. 
Pertama 
tentang fitnahnya Ya'juj wa-Ma'juj, ini diuraikan seterang-terangnya, baik 
dalam Al-Qur'an 
maupun dalam Hadits; akan tetapi Al-Qur-an tak menerangkan tentang Dajjal, 
melainkan 
sebagai penggantinya, Al-Qur'an hanya menerangkan fitnah besar berupa ajaran 
Kristen 
tentang Ketuhanan nabi 'Isa. Dengan kata-kata yang tegas, Al-Qur'an mencela 
ajaran ini 
sebagai fitnah yang paling besar bagi manusia:
 
"Langit hampir-hampir pecah dan bumi membelah dan gunung-gunung runtuh 
berkeping-
keping, karena mereka mengakukan seorang putra kepada Tuhan Yang Maha-
pemurah" (19:90-91)
 
Selanjutnya Al-Qur'an menerangkan, bahwa ajaran semacam itu tak pernah 
diajarkan oleh 
nabi 'Isa. bahkan sebenarnya, ajaran itu bertentangan dengan apa yang diajarkan 
oleh 
nabi 'Isa.
 
"Tatkala Allah berfirman: Wahai 'Isa anak Maryam, apakah engkau berkata kepada 
manusia ambillah aku dan ibuku sebagai Tuhan selain Allah ? la ('Isa) berkata: 
Maha suci 
Engkau, tak pantas bagiku mengatakan sesuatu yang aku tak berhak mengatakan 
itu… 
Aku tak berkata kepada mereka selain apa yang Engkau perintahkan kepadaku, 
yakni 
mengabdilah kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu" (5:116-117).
 
Jadi menurut Al-Qur'an, ajaran tentang Ketuhanan nabi 'Isa tak diajarkan oleh 
beliau, 
melainkan diajarkan oleh Anti-christ atau Dajjal. Walaupun Al-Qur'an tak 
menyebut-nyebut 
nama Dajjal, namun Al-Qur'an membicarakan ajaran Dajjal yang sesat berupa 
ajaran 
Kristen tentang Putra Allah.
 
Jika kami memperhatikan Hadits yang bersangkutan, inipun membenarkan apa yang 
tersebut di atas. Dalam hubungan ini, hal yang mula-pertama menarik perhatian 
kami 
ialah, bahwa Hadits yang menerangkan turunnya al-Masih, hampir semuanya 
memikulkan 
satu tugas kepada beliau, yakni "mematahkan kayu palang" (yaksirus-saliba). 
 
Jarang sekali Hadits yang menerangkan, bahwa beliau ditugaskan untuk membunuh 
Dajjal. Hal ini memang aneh jika diingat bahwa menurut Hadits, fitnahnya Dajjal 
itu fitnah 
yang paling besar di dunia. Fitnah ini hanya akan disingkirkan oleh tangan 
Masih-Mau'ud. 
Akan tetapi pada waktu membicaraka turunnya al-Masih, Hadits hanya menerangkan 
bahwa tugas beliau yang paling besar ialah mematahkan kayu palang; ini 
menunjukkan 
seterang-terangnya bahwa mematahkan kayu palang adalah sama artinya dengan 
membunuh Dajjal. 
 
Sungguh mengesankan sekali bahwa manakala Hadits menerangkan fitnah zaman 
akhir, 
maka fitnah yang paling besar adalah fitnahnya Dajjal; tetapi manakala Hadits 
menerangkan obat yang dapat memberantas fitnah itu, maka hanya disebut patahnya 
kayu palang. Mengingat bahwa tugas utama Masih-Mau'ud ialah mematahkan kayu 
palang, maka teranglah bahwa fitnahnya Dajjal dan merajalelanya agama Kristen 
adalah, 
dua sebutan belaka bagi satu idee yang sama.
 
Barang siapa hafal sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir Surat Al-Kahfi
ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal 

 
Bab 08 : MENGAPA DAJJAL DISEBUT AL-MASIH 

Sebenarnya jika orang mau berpikir sejenak saja, pasti akan menemukan 
kebenaran, 
mengapa Dajjal disebut Masihid-Dajjal. Mengapa Dajjal disebut al-Masih? Karena 
Dajjal 
selalu menunaikan tugasnya atas nama "al-Masih", yang julukan ini diberikan 
oleh Allah 
kepada nabi 'Isa berdasarkan wahyu-Nya. Diberikannya julukan al-Masih kepada 
Dajjal 
menunjukkan, bahwa Dajjal akan menunaikan pekerjaan atas nama orang suci ini, 
dan 
inilah sebenarnya yang menyebabkan dia disebut Dajjal atau penipu, karena ia 
menggunakan nama "al-Masih", seorang Nabi dan hamba Allah yang tulus, tetapi ia 
berbuat sesuatu yang bertentangan sama sekali dengan ajaran beliau. 
 
Al-Masih 'Isa mengajarkan bahwa Allah itu Esa, dan tak ada Tuhan selain Dia 
yang wajib 
disembah; tetapi Dajjal mengangkat nabi 'Isa itu sendiri sebagai Tuhan. 
Selanjutnya, al-
Masih 'Isa mengajarkan bahwa semua Nabi adalah hamba Allah yang tulus, tetapi 
Dajjal 
mengutuk semua Nabi yang suci sebagai orang berdosa. Mengapa demikian ? Karena 
jika 
para Nabi Utusan Allah ini tak dikutuk sebagai orang berdosa, maka tak perlu 
timbul Putra 
Allah yang tak berdosa, untuk menebusi dosa sekalian manusia. 
 
Selanjutnya, al-Masih 'Isa mengajarkan bahwa setiap orang akan mendapat 
ganjaran atau 
hukuman sesuai perbuatan yang ia lakukan, tetapi Dajjal yang berkedok al-Masih 
mengajarkan bahwa Putra Allah sudah cukup menebusi dosa ummat Kristen. Al-Masih 
'Isa mengajarkan bahwa orang kaya tak dapat masuk dalam kerajaan Surga, tetapi 
Dajjal 
yang mengaku-ngaku al-Masih mengajarkan supaya manusia menumpuk-numpuk 
kekayaan. Singkatnya, kitab-kitab Hadits menggunakan julukan "Al-Masihid 
Dajjal" 
hanyalah untuk menjelaskan, bahwa Dajjal adalah nama lain belaka bagi agama 
Kristen 
sekarang ini. Nama Al-Masih dan agama al-Masih hanyalah digunakan sebagai kedok 
untuk menutupi penipuan (dajala) yang ada di belakang itu.

Barang siapa hafal sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir Surat Al-Kahfi
ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal 

 

 Bab 09 : HADITS TENTANG DAJJAL 

Hadits tentang Dajjal adalah banyak sekali, dan diriwayatkan oleh sejumlah 
besar 
Sahabat Nabi, sehingga tak perlu dipersoalkan lagi tentang mutawatir-nya; 
walaupun 
masih perlu dipersoalkan tentang terpenuhinya ramalan itu secara terperinci. 
Hadits-hadits 
itu termuat dalam kitab-kitab Hadits yang amat sahih, bahkan yang termuat dalam 
kitab 
Bukhari dan Muslim tak sedikit jumlahnya. 
 
Hadits tentang Dajjal yang termuat dalam Musnad Imam Ahmad bin Hambal berjumlah 
seratus, dan di antara yang meriwayatkan Hadits; terdapat sahabat kenamaan, 
seperti 
sayyidina Abubakar, 'Ali, Siti 'Aisyah, Sa'd bin Abi Waqqas; Abdullah bin 
Abbas, Abdullah 
bin 'Umar, Abdullah bin 'Amr, Abu Hurairah, Abu Said Khudri, Anas bin Malik, 
Jabir, 
Hisyam bin Amir, Samrah bin Jundab, Ubayya bin Ka'b, Safinah, Imran bin Husain, 
Nawas 
bin Sam'an, Ummu Syarik, Fatimah binti Qais, Ubadah bin Samit, Abu Ubaidah bin 
Al-
Jarrah, Asma' binti Yazid, dan Mughirah bin Syu'bah.
 
Masih banyak Sahabat lagi yang meriwayatkan Hadits tentang Dajjal. Para Sahabat 
ini 
semua sependapat bahwa Nabi Muhammad SAW berulang-ulang menceritakan Dajjal, 
hingga tak perlu diragukan lagi tentang adanya kenyataan bahwa sumber yang 
mengalirkan ramalan itu adalah Nabi Muhammad SAW sendiri.

Barang siapa hafal sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir Surat Al-Kahfi
ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal 

 
 
Bersambung ke bab 10
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke