Sata manyalo sangenek satantang barita ko.
Namun, Mohon maaf jika agak sedikit manyampilang kasuok ka kida.
Partamo tarimokasih ka Tan Mudo nan alah malewakan berita dari antara
ko ka PALANTA RN. Dan tarimokasih untuak Kanda Nofrins (Pendiri
Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar) nan tatap berjibaku mempromosikan
RANAH MINANG dengan berbagai cara ke dunia luar.
Salah satu nyo dengan diadakannya LOMBA PHOTO dengan tema "Jelajah
Wisata Kuliner Sumatera Barat".
----------------
Padang, (ANTARA) - Provinsi Sumatera Barat memiliki
banyak jenis kuliner
yang terkenal hingga ke mancanegara karena rasa serta
olahan kuliner itu
mudah diterima masyarakat dunia, kata "Pendiri"
Masyarakat Peduli Pariwisata
Sumbar Yulnofrin Napilus.
-----------------
Tapi...
Dibaliak itu ado nan agak tadangak di dado sangenek.
Kok yang berbicara pada wartawan Uda Nofrins ya??
KEMANA kah KETUA "BARU" MAPPAS KITA??
Apakah beliau nanti akan beralasan bahwa "beliau" tidak hadir ke acara
tersebut??
Atau ada alasan-alasan lain??
Kita tunggu malah agak sajamang....
Kenapa saya harus bertanya??
Pertama...
Sepertinya sejak terpilihnya "beliau" jadi ketua MAPPAS, rasanya
JABATAN KETUA itu hanyalah sebatas KEPUASAN pribadi saja.
Karena tak da kabar berita lagi tentang MAPPAS yang beliau nahkodai
sesudah kabinet tersusun.
Bahkan kemudian, jika kita cermat mengamati di sebuah media jejaring
sosial, KETUA MAPPAS kita yang terhormat ini "SIBUK LUAR BIASA" dengan
"pamenan" barunya "Masyarakat Peduli Pariwisata Indonesia" alias MAPPI
yang "katanya" beliau pendirinya dan beliau pula yang jadi KETUA
UMUMNYA.
Timbul pertanyaan konyol dalam benak saya.......
Jika sudah begini, apa gunanya beliau melakukan lobby2 intensif ke
banyak orang untuk jadi KETUA MAPPAS, kala itu??
Lobby intensif itu bak "paja kaciak' makan obat.
Nelp dan SMS orang tak kurang dari 3 x sehari
Kedua...
Akankah MAPPAS harus mengadakan "MUBESLUB" untuk mencari nahkoda baru
agar organisasi nirlaba ini tidak jadi KUDA TUNGGANGAN ......
nantinya???....
Ketiga...
Saluang se lah nan ka manyampaikan..
(Itupun dengan catatan, JIKA SALUANG itu masih bisa di ambuih....)
Antah lah yuaaang...
Tabik sasa kudian....
Abih cakak takana sileeeek....
Maaf jika ada yang tak berkenan dengan posting ini, termasuk
lontaran-lontaran aneh di dalamnya.
Setidaknya jujur harus saya katakan, lontaran itu ibarat "manapuak aia
di dulang'
Begitulah realitanya.
Wassalam
Arief Rangkayo Mulia
(tertulis dalam SK, salah satu pengurus MAPPAS)
Pada tanggal 05/06/11, Nofend St. Mudo <[email protected]> menulis:
> Propinsi | Minggu, 05/06/2011 17:44 WIB
>
> Padang, (ANTARA) - Provinsi Sumatera Barat memiliki banyak jenis kuliner
> yang terkenal hingga ke mancanegara karena rasa serta olahan kuliner itu
> mudah diterima masyarakat dunia, kata Pendiri Masyarakat Peduli Pariwisata
> Sumbar Yulnofrin Napilus.
>
> "Buktinya, rumah makan Sumbar jumlahnya mencapai puluhan ribu di seluruh
> Indonesia, dan juga banyak dibuka di luar negeri," kata Yulnofrin Napilus di
> Padang, Minggu.
>
> Menurut Yulnofrin, kuliner Sumbar yang rasanya lebih asli dibandingkan
> dengan yang diproduksi di luar Sumatera Barat menjadi daya tarik wisatawan
> untuk berkunjung ke daerah yang memiliki objek wisata alam, pantai, budaya
> dan sejarah itu.
>
> Jika Sumbar ditelusuri lebih jauh lagi, akan ditemui kekayaan, keunikan,
> keragaman, dan kekhasan kuliner produk budaya leluhur yang belum terekspos
> dengan baik dan hanya bisa ditemui di Sumatera Barat.
>
> "Karena itu variasi kuliner Minangkabau ini perlu dilestarikan dan
> dipublikasikan secara lebih luas lagi antara lain melalui Lomba Foto Kuliner
> Minangkabau 2011," katanya.
> Pemerintah Provinsi Sumbar bekerja sama dengan situs fotografi pariwisata
> west-sumatra.com dan Komunitas Jalansutra menggelar lomba foto dengan tema
> "Jelajah Wisata Kuliner Sumatera Barat".
> Menurut Kepala Bidang Pemasaran, Disbudpar Provinsi Sumbar Prita, tema
> tersebut pertama kali diangkat untuk mengekspos kuliner asli dari Sumatera
> Barat dan untuk menarik wisatawan.
>
> Karena itu, katanya, objek foto harus yang berada di Sumatera Barat.
>
> Objek foto bisa berupa jenis dan variasi makanan dan minuman, proses
> pembuatannya, cara menghidangkan seperti belasan piring yang dibawa dengan
> sebelah tangan.
>
> Lokasi objek harus di tempat publik seperti rumah makan, restoran, kafe,
> warung, atau ruko, di mana masyarakat atau wisatawan bisa makan dan minum
> sebagai pengunjung.
>
> "Kalau ada perubahan penataan menjadi lebih baik dan menarik untuk difoto,
> dipersilakan karena itu bisa jadi bagian dari edukasi untuk masyarakat
> penjual tersebut," katanya.
>
> Akan tetapi agar lebih menarik, katanya, fotografer boleh menggunakan
> pencahayaan tambahan.
>
> Yulnofrin yang juga panitia lomba menyebutkan, deskripsi singkat tentang
> objek yang difoto juga harus dituliskan, termasuk alamat lengkap objek
> tersebut maksimal 1.000 kata. Foto tidak diperbolehkan dilakukan di studio
> atau di rumah.
>
> Teknis pendaftaran dan ketentuan lomba foto lainnya, bisa dilihat di situs
> lomba foto online yakni http://photowinners.org/kuliner-minangkabau-2011.
>
> Pemasukkan foto ke situs tersebut paling lambat pada 24 Juli 2011.
> Pengumuman akan ditentukan kemudian setelah proses penjurian selesai.
> Diharapkan tidak lebih dari Agustus 2011.
>
> Lomba Foto Kuliner ini juga didukung oleh Universitas Andalas yang juga
> merupakan bagian dari kegiatan Lustrum UNAND. Pada 5 Juni 2011 Unand
> menggelar Workshop Photography di Gedung E, Kampus UNAND Limau Manis dengan
> pembicara Marchellinus Lesmana, senior fotografer dari Komunitas Jalansutra,
> komunitas Kuliner pimpinan Bondan Winarno dengan tema Street Food
> Photography.
>
> "Karena itu lomba foto patut didukung dan kuliner bisa dijadikan sebuah
> aktivitas seni, budaya, dan promosi seperti orang Prancis memproses,
> meracik, dan mempromosikan makanannya hingga jadi makan yang punya kelas
> tersendiri di seluruh dunia," katanya. (*/wij)
>
> http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/168119/mappas-kuliner-sumbar-populer-hingga-ke-mancanegara.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
>
> 
>
> Wassalam
> Nofend | 34+ | Cikasel
>
> Sent from Pinggiran JABODETABEK®
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
--
Arief Budiman S
HP : 0813 1600 7756
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/