---------- Forwarded message ----------
From: dutamardin umar <[email protected]>
Date: Tue, 7 Jun 2011 20:10:20 -0400
Subject: [MinangUSA] Fwd: [Imsa] dendam positif
To: ICMI NA <[email protected]>, iki <[email protected]>
Cc: minangusa <[email protected]>

Lesson to learn: Bisakah prilaku yang kita fikirkan negatif, bisa
dijadikan energi positif
untuk kebaikan kita sendiri.


---------- Forwarded message ----------
From: Ria Rasjid-Williams <[email protected]>
Date: 2011/6/7
Subject: [Imsa] dendam positif
To: [email protected]


Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an.

Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan
bergegas  mencari air untuk menyiram tenggorokannya yang kering. Ia
begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak di depannya dan
bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei,
kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini
hanya khusus untuk insinyur. "Suara itu berasal dari mulut seorangi
insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut. Remaja itu
akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin
lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada

pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi
keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu
masih dikendalikan oleh manajemen Amerika.



Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya:

Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku?

Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka insinyur ? Apakah
kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur
seperti mereka?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini
akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "DENDAM
POSITIF".

Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja
keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap
hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.



Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya
menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat
perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim
ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang
geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia
pulang ke negerinya dan bekerja sebagai insinyur.



Kini ia sudah menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa
minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja?



Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan
mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain.



Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum
sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan
tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu. Ada kejadian
menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu

pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya.



Suatu hari insinyur bule ini datang menghadap karena ingin minta izin
libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap
Anda tidak mengaitkan kejadian air di

masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam,

atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"



Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin
berterimakasih padamu dari lubuk hatiku yang paling dalam karena kau
melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku

benci padamu. Tapi, dengan izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku

meraih sukses ini".



Kini dendam positif lainnya sudah tertaklukkan. Lalu apakah ceritanya
sampai disini?



Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan
tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama
yang berasal dari bangsa Arab. Tahukan Anda apa perusahaan yang
dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American

Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya
perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin
dominan.



Kini perusahaaan ini menghasilkan 3.4 juta barrels (540,000,000 m3)
dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan
total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253
triliun (???) cadangan gas.



Atas prestasinya ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai
Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar
terhadap dunia.



Tahukah kisah siapa ini? Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi
yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri
Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.



Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam
positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah
seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di

seluruh dunia.



Itulah kekuatan "DENDAM POSITIF". Kita tidak bisa mengatur bagaimana
orang lain berperilaku terhadap kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana
keadaan akan menimpa kita.



Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya. Apakah
ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat "Dendam Positif."



(dari buku Dendam Positif karya Isa Alamsyah dan Asma Nadia).

--
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
- Informasi lengkap tentang seluruh kegiatan IMSA kunjungi http://imsa.us/
- Anda memerlukan bantuan silahkan kirimkan ke http://helpdesk.imsa.us
- Belajar tentang Islam atau Tahsinul Qur'an mingguan hubungi: [email protected]
- Acara di Radio IMSA : http://www.radioimsa.org/daily/
- Fundraising untuk IMSA : http://www.goodsearch.com/?charityid=860734
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---



-- 
Dutamardin Umar/Virginia
-----------------------------------------------------

‎If anyone saved a life,it would be as if he/she saved the life of the
whole people (Quran 5:32)

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"Kepedulian sanak terhadap anak-anak nagari ditunggu. Mari sisihkan rejeki
kita Rp.250.000 untuk satu paket baju seragam bagi anak-anak yang tak
bersekolah, hanya karena tak sanggup beli baju seragam". Transfer infaq
sanak ke rek YPRN No. 0221919932 Bank BNI

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke