Assalamu'alaikum. w.w.
 
Maa nyo Sutan Mancayo.
 
Dari nan 3 tu, moderat, berpendidikan tinggi, ekonomi baik, katigo-tigonyo 
mungkin,
tapi istilah mungkin tidak tepat. 
Moderat nan dimukasuik di siko, apo ?. Apakah maksudnya bisa bertoleransi,
atau malah bisa berkompromi. Saya malah melihat kalau moderat justru mereka
terjerat karena orang yang mempengaruhi datang dengan ekonomi kuat. Dikatakan 
orang
Minang ber ekonomi kuat mungkin juga tidak karena masih ada orang di pesisir 
selatan
sana (yang saya lihat, mungkin banyak juga di tempat lain) yang hidup dengan 
minyak
tanah sebotol seminggu, dan uang banyak beredar pada beberapa gelintir orang 
kaya-kaya.
Malah bisa dikatakan ekonomi dibawah menengah sampai ke bawah. Dan malah orang
kaya-kaya justru yang kurang memperhatikan agama.
    Dikatakan berpendidikan tinggi, kita harus melihat prosentasenya, harus 
mengacu pada
data statistik Sumbar, untuk data yang akurat. Kalau menurut penglihatan saya, 
belum
50 %. Lalu kemudian apa yang membuat mereka bisa bertahan sedemikian.
  Menurut hemat saya, masih ada "rasa" yang kuat yang tertanam dalam diri orang 
Minang, dan kemudian cerdik. Mungkin tidak berpendidikan tinggi tetapi cerdik 
dan arif.
Rasa yang dimaksud adalah rasa beradat, rasa beragama yang akan membuat mereka
malu kalau pindah agama. Banyak orang di kampung-kampung kita lihat tidak 
sembahyang, tapi jangan coba katakan mereka "tidak Islam". Ada rasa malu, entah 
karena
adat atau pesan orang tua dan lingkungan terhadap agama yang membuat mereka 
tidak
begitu saja menerima pengaruh agama lain. Kemudian arif dan cerdik. Arif dalam 
melihat
kemana arah, dan cerdik dalam menjawab situasi. Pernah saya melihat seorang cina
(mungkin missionarsit gereja) datang ke "pasar bertingkat lama" di kota Padang, 
mencoba
mempengaruhi orang yang punya kedai dan pekerjanya dengan mengatakan ini dan itu
tentang agama Kristen (memakai bahasa Minang) dan mengatakan kebenaran 
"Al-Kitab".
Tetapi dengan cerdik dijawab oleh si empunya kedai dan pekerjanya mementahkan
segala keterangan orang itu. Saya yakin ketika itu, ilmu agama bapak itu 
ataupun pekerja
nya tidak hebat-hebat betul dalam menangkis setiap serangan yang datang. Tapi 
dapat
dicatat di situ tiga unsur tadi, arif, cerdik dan kemudian malu. Alhamdulillah, 
dan belum
perlulah rasanya saya untuk campur tangan di urusan itu. Begitu kira-kira dik 
Sutan
Mancayo. Tapi ini tela'ah saya aja, mungkin dik Sutan Mancayo punya argumen 
lain.
Dan jangan lupa, hari ini missionarist kelas teri yang dikirim, besok mulai 
dengan kelas 
tenggiri dan kelas kakap. Mari kita berhati-hati.
 
Wassalam
 
St. Sinaro

--- On Wed, 8/6/11, andi ko <[email protected]> wrote:


Sanak Palanta

Malam iko ambo ikuik satu diskusi menarik jo sorang sosiolog
Indonesaia yg terkenal. Satu ucapan baliau nan menarik ukatu bacurito
membandingkan situasi sosial Jabar jo Sumbar. Kecek baliau mode iko :
Sumbar itu, cendrung moderat, tingkat pendidikan tinggi, dan ekonomi
relatif baik. Jabar itu konserfatif, tingkat pendidikan pedesaan
rendah, ekonomi pedesaan cendrung payah. Dalam konteks itu baliau
menyampaikan berdasrkan data Internasional Crisis Group, memang Jabar
wilayah yg memiliki kegiatan tertinggi bagi penyebaran agama tertentu.
Sosiolog itu menyampaikan, daya tahan sumbar terhadap upaya2
penyebaran agama tertentu itu adolah terletak di 3 hal diatas tadi.

Nah sebagai urang Minang nan hadir di diskusi itu tadi, ambo tertarik
menyampaikan kunci 3 hal tadi itu yaitu moderat, berpendidikan tinggi
dan ekonomi baik. Cubolah mamak2 jo Bundo nilai, apakah 3 hal itu alah
menurun di Minangkabau, kalau iyo maka akan membuka pintu bagi
penyebaran agama tertentu ditengah urang Minangkabau yg alah beragama
teguh. Nah jiko ado mamak dan memiliki minat tinggi menghadang
pengaruh dari lua itu, dapek ambo tarik 3 kesimpulan yg ambo sarankan,
maka bantulah mengembangkan dan memperkuat 3 aspek kekuatan daya tahan
Minangkabau itu. Jiko indak, dugaan ambo mako akan lungga kabek itu.

Semoga bermanfaat

Salam

Sutan Mancayo
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke