Bab 1 : C. Penafsiran Baru tentang Setan 

Penafsiran baru tentang setan merupakan inti ajaran Iluminasi. Mereka 
menganggap 
bahwa setan adalah malaikat yang jatuh dari surga dan sengaja "dibumikan", 
yaitu untuk 
menebus dosanya dengan cara menjadi penyelamat bagi umat manusia dari kepalsuan 
agama Kristen. Mereka menganggap bahwa kesalahan fatal umat Kristen adalah 
menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan gereja sebagai pusat dogma yang menjadi 
"penjara" kebebasan manusia.
 
Mereka menganggap tuduhan kepada setan bahwa ia sebagai makhluk yang sesat dan 
berdosa adalah salah sama sekali. Justru, setan adalah lambang dari keberanian, 
keterbukaan, dan rasa tanggung jawab. Sikapnya yang membangkang kepada Tuhan 
bukanlah sebuah kesalahan, melainkan tanggung jawab dan rasa cintanya terhadap 
manusia. Setan adalah sosok malaikat yang berani mengambil risiko dalam rangka 
memberikan pelajaran demokrasi kepada manusia. Setan adalah "bapaknya 
demokrasi" 
dan "bapaknya kebebasan", yang memberikan semangat paling orisinal dalam 
memperjuangkan demokrasi dan kebebasan. 
 
Sebagai konsekuensinya, setan menerima hukuman, sementara di lain pihak, ia 
menganggap dirinya sebagai malaikat yang turun (the fallen angel). Hukuman yang 
sekaligus sebagai misi suci adalah membela martabat manusia. Tentu saja, hal 
ini 
banyak diprotes dan menjadi bahan perdebatan diantara kaum Yahudi dan Kristen 
sebagai 
upaya untuk memporak-porandakan agama di muka bumi. Juga sekaligus menodai 
makna 
dasar demokrasi dan kebebasan itu sendiri. Akan tetapi, Bibel sendiri penuh 
dengan cerita 
yang terbuka untuk berbagai penafsiran tentang hal ini, sebagaimana beberapa 
contoh 
sebagai berikut.
 
1. Lukas 10: 17-18

"Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, Tuhan, 
juga 
setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu. Lalu kata Yesus kepada mereka, 
'Aku 
melihat iblis jatuh seperti kilat dari langit'…"
 
2. Wahyu 12: 3-4 

"Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah seekor naga merah 
padam 
yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada 
tujuh 
mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan 
melemparkannya ke atas bumi." 
 
3. Yesaya 23: 8 

"Siapakah yang memutuskan ini atas Tirus, kota yang pernah menghadiahkan 
mahkota 
yang saudagar-saudagarnya pembesar dan pedagang-pedagangnya orang-orang mulia 
di 
bumi?"
 
4. Ayub 1: 6; 2: 1

"Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap Tuhan dan diantara mereka 
datanglah juga setan. Maka bertanyalah Tuhan kepada iblis, 'Dari mana saja 
engkau?' 
Lalu setan menjawab, 'Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi'..."
 
Setan adalah "roh" yang diiringi anak buahnya diturunkan ke bumi untuk 
menyempurnakan misi penyelamatan manusia (the fallen angel and the savior) 
mempunyai misi yang mulia, yaitu mengangkat manusia untuk hidup di bumi dengan 
sejahtera.
 
Cara kerja setan seperti digambarkannya bagaikan seorang "pedagang" dengan 
merujuk 
kepada Yehezkiel 28:16.13 "Pedagang" yang merupakan terjemahan dari rekulla 
(bahasa 
Yahudi) dari kata asli rakal atau rakil yag artinya: 'tukang umpat, fitnah', 
memberikan 
kesan bahwa setan pada dasarnya adalah "roh kebenaran" yang cara-caranya 
bersifat 
bebas, penuh persaingan, dan berorientasi pada keuntungan. Mereka menganggap 
bahwa 
selama ini umat Kristen telah salah tafsir terhadap misi setan yang mulia. 
Mereka hanya 
melihat sisi gelap dari setan sebagai "tuhan kegelapan", padahal misi akhir 
dari setan 
adalah menjadikan manusia untuk dapat menikmati kehidupan surgawi sebagaimana 
awal 
penciptaannya.
 
Setan merupakan simbol dari "roh" (devil, spirit, dan demon) yang akan 
menyucikan 
manusia dan akan mendirikan satu dunia baru: menjadi penguasa dan hakim di muka 
bumi --sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini; sekarang juga penguasa 
dunia 
ini akan dilemparkan ke luar (Yohanes 12: 31).
 
Setan memiliki sifat suci, sebagaimana malaikat pula mengemban amanat untuk 
mewujudkan kerajaan di bumi dan menunjukkan kemegahannya. Dan iblis membawa-Nya 
pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua 
kerajaan 
dunia dengan kemegahannya (Matius 4: 8).
 
Mereka yang memberikan pelayanan dan penyembahah kepada setan (satanic worship) 
akan mendapatkan pencerahan dan berhak untuk memperoleh kemenangan kerajaan 
serta ikut mewujudkan dunia baru. Untuk itu, kaum Iluminasi meyakini bahwa 
Kristus 
yang sebenarnya adalah Yahweh atau Jehovah, yang kemudian menjadi agama 
kontroversial di kalangan Kristen, karena ajarannya yang secara sangat halus 
menyisipkan misi anti-Kristus dan membawa manusia untuk menerima setan sebagai 
malaikat penolong.

Bersambung ke bab (1.5)
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke