Ini kutioan web Paralayang di Limopuluah Koto; lupa mencantumkan sebelumnya tadi: http://www.minangforum.com/Thread-Menyongsong-Angin-Dari-Punggung-Gunung-Bungsu
--MakNgah --- In [email protected], "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote: > > Ooh, sudah dua tempat Paralayang di Limopuluah. Kalau pada berita mulanya > saya impress dengan akan dibukaknya Wisata Paralayang Gunung Bungsu, sekarang > terbaca pula daerah Taratak Kubang. Punggung dan puncak bukit-bukit antara > Taratak Kubang dan Suayan sudah saya tempuh. Dari puncak itu terbentang Ranah > Limopuluah yang indah subur dengan Gungung Bungsu di tengahnya dan Gunung > Sago membenteng de Selatan. > > Kenangan tak terlupakan di Puncak Taratak Kubang-Suayan itu, kami berjumpa > dengan Pak Imam (M. Natsir yang kami cari-cari, sejak perpisahan kami di > pertengahan April 1558 di Bukittinggi). Pertemuan kembali kini terjadi pada > penggalanpertama bulan Juli 1958). Beliau sedang mendaki puncak dari awal > perjalanan di Padang Jopang, Pek Mudiak, mengarah ke Barat ke Kabupaten Agam. > Sedangkan kami berjalan selesai merancah Rimbo Kamang-Suayan mendaki menuju > ke Timur mencari beliau ke Padang Jopang. > > Di Puncak Bukit Taratak Kubang- Suayan itulah kami berkonperensi kilat, > memberikan laporan perjalanan kami dari Sumatera Selatan. Pak Imam, dengan > lega dan rasa gembira menerima laporan kami, minta kami meneruskan perjalanan > danmenunggu di sana sampai ada signal nanti. Baliaupun akan terus ke Barat, > kami bertolak belakang, kami turun ke Timur. Dengan komunikasi berantai dalam > Perang Saudara selama tiga tahun berikutnya kami dapat main kucing-kucingan > berjumpa belasan kali di beberapa titik tertuntu di Pedalaman Sumatera Barat. > Ah, kembali kenangan, sececah pengalaman indah disela waktu setengah abad... > > Salam, > --MakNgah > Sjamsir Sjarif > Di Tapi Riak nan Badabua > Santa Cruz, California June 13, 2011 > > --- In [email protected], "sjamsir_sjarif" <hambociek@> wrote: > > > > Kenangan saya melayang ke puncak Gunung Bungsu di Ranah Limo Puluah Koto. > > Ketika remaja 1952-55 saya berapa kali naik puncak Gunung Bungsu melihat > > Ranah indah di bawahnya. Kemana saya keliling di Limopuluah Koto dalam masa > > pengembaraan Perang Saudara 1958-61, Gunung Bungsu tetap jadi titik pedoman. > > > > --MakNgah > > Sjamsir Sjarif > > > > Lihat berita untuk mempariwisatakan daerah itu. Halauan: > > > > Gunung Bungsu Berpotensi jadi Wisata Unggulan PDF Cetak Surel > > Senin, 13 Juni 2011 00:44 > > > > LIMAPULUH KOTA, HALUAN— Kawasan olah raga paralayang di pinggang Gunung > > Bungsu Nagari Taeh Bukik, berpotensi dikembangkan sebagai salah satu > > tempat wisata unggulan. > > > > Untuk itu perlu pembenahan lebih lanjut terutama dalam sarana prasarana > > pendukung seperti akses jalan dan penginapan. > > > > Pengelola kawasan olahraga paralayang Havid mengatakan, saat ini olah raga > > paralayang di Gunung Bungsu telah mulai dikenal oleh masyarakat, tidak saja > > di Limapuluh Kota bahkan sampai provinsi tetangga, Riau bahkan negeri Jiran > > Malaysia. > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
