Bab 1 : N. Fitnah 

Fitnah adalah senjata yang paling ampuh yang dimiliki kaum Dajal zionis untuk 
menghancurkan umat Islam. Berapa banyak korban tersungkur karena tajamnya 
senjata 
fitnah yang "melahap" umat Islam yang sedang lengah. Berapa banyak diantara 
umat 
Islam maupun umat agama lainnya yang terkena "racun berbisa" dari fitnah yang 
dilontarkan oleh para kafir zionis ini. Bila ada satu figur yang dengan ikhlas 
mengorbankan 
seluruh hidupnya untuk agama dan mau mengambil risiko untuk kejayaan umatnya, 
maka 
tantangan berat yang dia hadapi bukanlah musuh yang ingin menghancurkan 
agamanya, 
melainkan justru dari sesama bahkan kawan sendiri. Mereka menusuk dari belakang 
dan 
mencemooh dari jauh. Mengulasnya seakan-akan dia tahu persis dengan tokoh 
mujahid 
tersebut. 
 
Orang-orang yang dengan bangga menepuk dada dan menganalisis sang mujahid 
tersebut, tidak lain adalah seorang yang paling hina di muka bumi. Bahkan, 
Al-Qur'an 
mengibaratkannya sebagai seorang "kanibal" yang memakan bangkai daging sesama 
saudaranya sendiri. Kaum kafir zionis sangat tahu bahwa banyak diantara para 
juru 
dakwah agama telah menjadi pengikutnya yang setia, yaitu dengan cara 
menyebarkan 
fitnah yang dihembuskan dari kantong-kantong konspirasi kafir zionis.
 
Untuk memporak-porandakan persatuan bangsa, para pemfitnah tampil sebagai 
provokator 
yang mencoba mengipas kebencian dan dendam, sehingga konflik diantara sesama 
bangsa tersebut tercabik-cabik. Dan ketika mereka yang bersengketa lelah 
berperang, 
maka zionisme pun datang bagaikan "juru selamat". Sambil menawarkan jasa 
perdamaian, dia menginjak martabat bangsa sendiri.
 
Untuk menghancurkan kekuatan umat Islam, sebagian umat Islam yang lemah imannya 
--
yang telah terpengaruh oleh zionis-- mengembangkan cerita-cerita bohong, tanpa 
sedikit 
pun rasa bersalah karena tidak melakukan tabayun (penjelasan/verifikasi data) 
dengan 
orang yang menjadi objek fitnahannya. Di satu pihak bertambah pedih luka hati 
sang 
mujahid, di lain pihak merambahlah kenikmatan diri sang pemfitnah.
 
Boleh jadi, kita menyaksikan adegan sadis seseorang yang dibunuh di luar batas 
kemanusiaan, tetapi juru fitnah jauh lebih sadis dari pembunuh tersebut. Sebab 
itulah, 
umat Islam yang di dadanya bersemayam iman, niscaya menundukkan dirinya, setiap 
mendengar berita yang menghasut dan menjelekkan sesama saudaranya. Mengapa 
demikian? Karena dia tidak ingin memakan bangkai sesama saudaranya sendiri. 
Karena 
dia tidak ingin pula menjadi pembunuh sadis yang membunuh tidak dengan pedang, 
melainkan menyayat-nyayat hati yang luka, apalagi sesama saudaranya yang 
difitnah.

Oleh karena itu, seorang muslim sejati tidak pernah gampang terkena provokasi 
setan dan 
fitnah al Masih ad-Dajal, yaitu para penipu yang menampakkan wajah suci, atau 
para 
penipu yang mengatasnamakan Imam Mahdi atau Almasih, padahal di balik dadanya 
ada 
kebencian yang lebih besar dari apa yang diucapkannya. Hal itu sebagaimana 
firman Allah 
SWT:

"... dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi...." (Ali 
Imran: 118)
 
"Dan diantara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik 
hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal 
ia 
adalah penentang yang paling keras." (al-Baqarah: 204 ). 
 
Oleh karena itu, seorang yang berpihak kepada agama Allah dan Rasul-Nya, ia 
akan 
menutup telinganya dari berita fitnah; mengunci mulutnya dari analisis berita 
bohong. 
Bahkan, dia tampil membela sesama saudaranya yang difitnah.
 
Kejantanan seperti apa yang disebut jantan, apabila membiarkan sesama saudara 
dicerca 
dan difitnah, tapi tidak membela saudaranya tersebut. Mudah-mudahan, kita 
dijauhi dari 
fitnah keji dan tawar-tawaran licik al Masih ad-Dajal. Persatuan tercerai 
berai. 
Persaudaraan porak poranda. Perseteruan semakin menyeteru, mengharu biru 
Kenelangsaan semakin membucah resah, menebar gelisah. Bukan karena tajamnya 
pisau, melainkan karena tajamnya lidah sang juru fitnah!
 
Dabbah, binatang melata yang muncul dari dalam tanah, seiring dengan munculnya 
Dajal 
dengan tanda di keningnya yang bertuliskan tulisan "kufur'', sudah sangat nyata 
keluar 
menyebarkan berbagai fitnah dan perangkap dunia yang memikat. Menggoda orang 
beriman agar melepaskan "jubah" akidahnya. Lantas, masihkah kita berpangku 
tangan 
dan sibuk sendiri memenangkan ambisi dan hawa nafsu ashabiyah-nya?
 
Maka hanya ada "satu kata" untuk kita memenangkan pertempuran dalam melawan 
fitnah 
keji dan licik al-Masih ad-Dajal, yaitu "Bersatulah"!
 
Bersambung ke bab 1.15
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke