Assalamu alaikum ww Dinda Hadi Saputra, Dinda Firdaus HB, dan para sanak
sapalanta,
Agak terlambat saya menjawab email Dinda berdua di bawah ini.Saya menilai bahwa
pertanyaan Dinda berdua tentang Gebu Minang menunjukkan kesungguhan dan harapan
Dinda berdua, agar organisasi para perantau Minang yang kita dirikan bersama 20
tahuh yang lalu ini bisa berjalan dengan lancar.
Izinkan saya menjawabnya dalam dua bagian, bahwa bagian umum, dan bagian khusus
Gebu Minang.Secara umum dapat dikatakan bahwa kondisi organisasi para perantau
Minang hampir sama keadaannya dengan tatanan masyarakat Minang di Ranah, yaitu
berbasis nagari. Pada umumnya organisasi perantau yang berjalan baik adalah
yang berbasis nagari dan terdiri dari para anggota yang saling mengenal dan
saling mengetahui satu sama lainnya. Suasananya amat akrab, dan pada umumnya
bisa melaksanakan kegiatan rutinnya dengan lancar. Suatu contoh paling baik
mengenai organisasi perantau yang berbasis nagari -- dan yang mungkin paling
berhasil -- adalah SAS dari Sulit Air.Satu tingkat di atasnya adalah organisasi
para perantau yang berasal dari kabupaten atau kota yang sama, dimana suasana
keakraban masih bisa dipelihara. Dua contoh dari organisasi perantau Minang
tingkat kabupaten yang juga berjalan baik adalah PKDP dari Padang Pariaman, dan
SSS dari Solok.Tidak demikian
halnya dengan organisasi perantau Minang untuk tingkat Sumatera Barat. Mau
atau tidak mau harus kita akui bahwa perasaan 'berminang-minang' ini jauh lebih
lemah jika dibandingkan dengan perasaan berkabupaten dan perasaan bernagari.
Sifatnya lebih abstrak dan lebih bersifat impersonal, sehingga kadar keakraban
jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan organisasi para perantau pada
tingkat kabupaten dan nagari.Sekarang tentang Gebu Minang. Seperti kita ketahui
bersama, Gebu Minang tidaklah tumbuh secara alamiah, tetapi sebagai respons
terhadap anjuran pak Harto agar setiap orang Minang beriur seribu rupiah setiao
bulan untuk membiayai pembangunan daerahnya dengan kemampuan sendiri. Gagasan
ini baru, sehingga yang mendengar saran tersebut secara langsung di desa
Aripan, Solok, termangu-mangu saja menanggapinya.Di atas kertas tentu saran
tersebut masuk akal. Namun tidak demikian halnya ketika akan diambil langkah
untuk mewujudkannya. Selama delapan tahun
(1982-1989) tidak ditemukan cara bagaimana sebaiknya untuk mewujudkannya.
Salah satu sebabnya adalah oleh karena kita orang Minang belum terbiasa
'berminang-minang' pada tingkat provinsi ataupun pada tingkat Indonesia.
Apalagi setelah diperhitungkan, ternyata ongkos menghimpun seribu rupiah
sumbangan setiap bulan jauh lebih mahal dari uang seribu rupiah yang akan
dikumpulkan. Oleh karena itu, ada dua langkah yang dipilih untuk melaksanakan
gagasan tersebut : 1) memilih para tokoh Minang yang masih menjabat dalam
pemerintahan sebagai ketua umum Gebu Minang, yang memang sudah terbiasa
bergerak di tingkat provinsi dan di tingkkat Indonesia; 2) membangun lembaga
keuangan mikro bank perkreditan rakyat, yang bisa mewadahi harapan itu. Kedua
langkah ini ternyata efektif, Gebu Minang berhasil memfasilitasi berdirinya 44
(empat puluh empat) bank perkreditan rakyat (BPR) berbentuk perseroan terbatas
`atau koperasi, baik dengan cara mengurus akta notaris,
menyelesaikan perizinannya, mencarikan pinjaman untuk tambahan modal, serta
melatih dan mendidik dan melatih calon direksi serta staf.Sesuai dengan bentuk
badan hukumnya itu, perseroan terbatas dan koperasi tersebut dimiliki oleh para
pemegang saham serta para anggota koperasi, bukan oleh Gebu Minang yang hanya
menempatkan diri sebagai fasilitator saja.Sekarang, setelah dua dasawarsa,
sebagian besar BPR tersebut masih berjalan baik, sedangkan sebagian lagi
berjalan tertatih dan bangkrut oleh karena mismanajemen. Pengalaman menunjukkan
bahwa ada batas dari dukungan keuangan yang bisa digalang dari para perantau
ini. Walau pada mulanya direncanakan untuk mendirikan 100 (seratus) buah BPR,
tetapi setelah 44 buah tersebut, dukungan para perantau ini sudah kehabisan
nafas.[ Hal ini juga terjadi pada Dana Abadi Minangkabau Internasional yang
diprakarasi Prof Buchari Alma dari Bandung.] Pada tahun 2001, di bawah
kepemimpinan pak Fasli Jalal, Gebu Minang
mengadakan reposisi, dengan menangani satu bidang yang belum banyak
diperhatikan, yaitu bidang kebudayaan. Gebu Minang yang mulanya merupakan
singkatan dari 'gerakan seribu rupiah minang', diganti menjadi singkatan dari
'gerakan ekonomi dan budaya Minang'. Reposisi ini dikukuhkan dalam Musyawarah
Besar ke empat di Sawah Lunto, pada tahun 2005. Sudah barang tentu, sebagai
organisasi yang terdiri dari para sukarelawan, ada keterbatasan dalam ruang
gerak Gebu Minang, yaitu sangat tergantung pada kesadaran dan kesediaan setiap
sukarelawan itu sendiri. Jika banyak yang bersedia dan benar-benar bersifat
sukarela, akan lancarlah kegiatan Gebu Minang. Bila tidak, maka kendorlah
kegiatan Gebu Minang. [ Sudah barang tentu, krismon tahun 1997 memberikan
pukulan besar terhadap kegiatan Gebu Minang. Jumlah pegiat dan donatur menyusut
dengan tepat. Beberapa BPR terpaksa gulung tikar, oleh karena para nasabahnya
-- tentu urang awak -- tidak mampu membayar kredit yang
diterimanya.]Pengurus Gebu Minang yang dihasilkan oleh Mubes ke empat di Sawah
Lunto akhiur tahun 2005 dan mempunyai masa jabatan sampai akhir 2010, berjumlah
335 orang (tiga ratus tiga puluh lima) orang, yang diharapkan akan mengampu 72
(tujuh puluh dua) bidang, sesuai dengan yang diminatinya masing-masing.Namun,
yang nyatanya rajin memberikan sumbangan dan tenaganya setiap waktu adalah
sekitar 10-15 orang saja. Sudah barang tentu ada berbagai sebab mengapa
demikian kecil jumlah para pegiatan Gebu Minang tersebut, salah satu di
antaranya bersifak klasik, antara lain 1) lebih kuatnya perasaan solidaritas
pada tingkat nagari dan kabupaten daripada pada tingkat provinsi nan nasional;
dan 2) kesibukan masing-masing anggota pengurus serta kurangnya komunikasi.
Menurut penglihatan saya, sekretariat Gebu Minang cukup rajin mengirimkan
undangan rapat, namun yang memberkan respons ya sekitar 10-15 orang itu
saja.Apa yang sudah dihasilkan oleh kepengurusan
Gebu Minang periode 2005-2010 ini. Menurut penglihatan saya, selain memelihara
eksistensi Gebu Minang, juga cukup aktif memberikan bantuan kepada masyarakat
kita di Ranah sewaktu terjadinya bencana alam, baik dalam bentuk makanan,
pakaian, maupun menurunkan tim medis, lengkap dengan dokter dan obat-obatnya,
langsung ke daerah bencana. Selain itu ikut memprakarsai dirumuskannya iABS SBK
sebagai jati diri dan identitas kultural Minangkabau, mulanya
direncanakan`dalam bentuk Kongres Kebudayaan Miangkabau (KKM), kemudian
terpaksa diubah formatnya menjadi Seminar Kebudayaan Minangkabau Gebu Minang
(SKM GM). Apa alasannya Gebu Minang kok memprakarsai rumusan ABS SBK ini ?
Sebabnya adalaha oleh ABS SBK tercantum sebagai dasar organisasi Gebu Minang,
dalam Pasal 4 Anggaran Dasar Gebu Minang 2005. Mengapa diadakan di Sumatera
Barat ? Oleh karena sekuruh kegiatan Gebu Minang didedikaskan pada pembangunan
Sumatera Barat, dan oleh karena -- ebntu saja __ ABS SBK
tidak mungkin dirumuskan sendiri oleh Gebu Minang. SKM GM yang diselenggarakan
medio Desember 2010 tersebut dihadiri oleh 1.000 orang, terdiri wakril-wakil
Rantau`dan Ranah, tentu yang mendukung gagasan ini. Sebagai catatan, dapat saya
sampaikan bahwa walaupun sedikit terlambar oleh karena berbagai hambatan
teknis, seluruh dokumen penting dari SKM GM tersebut telah selesai dicetak dan
secara bertahap sudah mulai disosialisasikan.Sedianya Mubes ke lima Gebu Minang
diadakan bulan desember 2010, tetapi oleh karena 'force majeur' yang
mengaruskan empat kali penundaan KKM/SKM GM, maka Gebu Minang pada saat ini
sedang mempersiapkan Mubes kelima, yang jika tidak ada halangan akan diadakan
di STSI Padang Panjang tanggal 9-11 Juli ad. Seperti biasa, acaranya tediri
dari laporan pengurus periode 20095-2010, pemandangan umum utusan, pembasahan
anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, menyusun program kerja 2011-2016, dan
memilih pengurus baru. Dapat saya
tambahkan bahwa sehubungan dengan telah terjadinya demikian banyak perubahan,
dalam Mubesa kelima yad tersebut Gebu Minang bisa menbgadakan reposisi kembali,
sesuai dengan kata pepatah: 'lapuak-lapuak dikajangi, usang-urang
diperbaharui.'Sekianlah khabar dari saya. Terlebih terkurang, saya minta maaf.
Email asli :
ET Hadi Saputra Wed, 25 May 2011
19:44:54 -0700
Assalamualaikum wr wb.
Saya juga menunggu jawaban dan
verifikasi apakah Gebu Minang masih ada? Saya
lihat Yayasan Gebu Minang memang
masih ada tertulis dibeberapa BPR. Tapi
Lembaga Gebu Minang tidak ada
beritanya. Pernah saat Gempa ada spanduk Gebu
Minang, dan saat KKM ada juga
Gebu Minang. Namun yang pasti sejak 2007 saya dan
teman2 yang termasuk diantara
pengurus Gebu Minang yang tidak pernah (atau
memang tidak dianggap) diundang
rapat ataupun kegiatan Gebu Minang. Beberapa
kawan juga bertanya, kemana mau
'mengadu' kalau ingin bertemu Gebu Minang? Saya
hanya bisa jawab, ke Rumah Gadang
di Surabaya saja, ada Gebu Minang Jawa Timur.
Ketika ada yg bertanya masalah
ideologi-politik-budaya Minang, saya bisa jawab:
ke ayahanda Saafroedin Bahar saja
di Malang. Ketika bertanya tentang Gebu
Minang Pusat, saya hanya bisa
diam.
Saya setuju dengan kakanda Firdaus
HB, bahwa ada beberapa hal yg memang tidak
perlu digembar gemborkan ketika
kita mengerjakan sesuatu, apakah ini yg sedang
terjadi dengan Gebu Minang?
Mudah2an semua memang sepaham
dengan sebagian diantara kita; bahwa berbuat
dengan orientasi hasil (result
oriented) juga merupakan pilihan bijak. Dan
mudah2an ini yg sedang terjadi di
Gebu Minang.
Wassalam
ET Hadi Saputra Katik Sati
Sedang di Denpasar siap2 ke
Jakarta
Wonderful Indonesia
http://www.faceofindonesia.com
http://hadi.serba.info
[email protected]
-----Original Message-----
From: "Firdaus HB"
<[email protected]>
Sender:
[email protected]
Date: Thu, 26 May 2011 00:34:49
To:
<[email protected]>
Reply-To:
[email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Empat
Mahasiswa Undangan dari
SMAN1PariamanTerancamBatalkarena
Miskin
Tks Pak Saaf, yg telah meneruskan
email saya ke Ketua Gebu Minang Pusat dan
Sekretaris Eksekutif nya.
Saya dan teman2 lainnya di
Rantaunet ini akan menyimak kira2 kapan ada jawaban
dari Gebu Minang Pusat dan
bagaimana isi tanggapannya. Ini juga bagian dari
Responsif nya Pengurus Gebu
Minang Pusat. Apalagi yang mengabari adalah Pak
Saaf selaku Ketua Pembina
Pengurus Gebu Minang Pusat tsb.
Wassalam
Firdaus HB (43)
Ket. GMJT.
Sent from my BlackBerry®
smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message-----
From: "Dr Saafroedin
Bahar" <[email protected]>
Sender:
[email protected]
Date: Wed, 25 May 2011 14:56:48
To: pusat,
gebuminang<[email protected]>;
[email protected].<[email protected].>;
H. Tanjung,
Asril<[email protected]>
Reply-To:
[email protected]
Cc: Hb,
Firdaus<[email protected]>; Ermansyah Jamin Ir Dt Tanmalimputi,
Raja<[email protected]>
Subject: Fw: [R@ntau-Net] Empat
Mahasiswa Undangan dari
SMAN1PariamanTerancamBatal
karena Miskin
Pak Asril, pak Jamin, Warni, saya
teruskan email dari bung Firdaus HB ttg Dana
Abadi yg digagas Gebu Minang, dgn
tujuan a.l memberi beasiswa. Ada empat
mahasiswa undangan dari SMAN 1
Pariaman yg dirasa layak mendapat bantuan.
Wassalam,
Saafroedin Bahar. Taqdir di
tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
-----Original Message-----
From: "Dasriel A Noeha"
<[email protected]>
Sender:
[email protected]
Date: Wed, 25 May 2011 14:15:47
To:
<[email protected]>
Reply-To:
[email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Empat
Mahasiswa Undangan dari SMAN
1PariamanTerancamBatal karena Miskin
YPRN banyak teori, telat sudah
pak,
Kami dari Forahmi sudah langsung
bergerak hari ini dan insyaallah besok 1
utusan ke Pariaman menyampaikan
sumbangan utk anak2 itu
Maaf
DAN
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: "Firdaus HB"
<[email protected]>
Sender:
[email protected]
Date: Wed, 25 May 2011 13:39:16
To:
<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Empat
Mahasiswa Undangan dari SMAN 1
PariamanTerancamBatal karena Miskin
Ass.W.W. Pak Saaf, Ajo Duta dan
sanak sapalanta yth, tentu kita semua berharap
anak cerdas dari keluarga kurang
mampu ini tersalurkan cita2nya....saya punya
pendapat dalam menghadapi hal ini
:
1. Sebaiknya/seharusnya ini
menjadi lahan amal bagi Organisasi Rantau
dimana/dikota apa anak tsb diterima.
2. Bagaimana khabar dengan Dana
Abadi yg dulu (kalau tidak salah) digagas oleh
Gebu Minang Pusat.
3. Jadikan berbagai persoalan di
Ranah dan di Rantau ini menjadi Pembahasan
Khusus bagi Gebu Minang Pusat, yg
kita didaerah2 menunggu khabar langkah2
bersama yg perlu kita lakukan.
Begitu pula bagi organisasi2 Rantau lainnya
termasuk Forum Sillaturrahim Saudagar
Minang. Maupun Rantaunet.
Demikian ikut sumbangsaran ini.
Wassalam
Firdaus HB (43)
Ketua GMJT
Sent from my BlackBerry®
smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/