tarimokasih da....., bukan mau bikin heboh....kebetulan ambo baco di web padangtoday.com...dgn harapan ado klarifikasi dari warga RN tentang hal iko...., krn informasi dari beritanyo ndak lengkap.....
salam Ephi On 6/21/11, [email protected] <[email protected]> wrote: > Phi, maaf, jangan "bikin heboh" donk... Kalau dibilang ayat sekian salah, > lalu yang benernya apa? Atau mungkin di episode berikutnya akan ada yang > jualan: "ini lho yang benar...". > > Berita seperti ini agak2 mirip (agak2 lho) dengan berita "berdasarkan > penilitian, sekian produk tercemar bakteri". Tapi waktu para ahli itu > ditanya produk yang mana, mereka tidak menjawab. > > Akhirnya, yang ada orang cuma bertanya2 ... > > Riri > 49/L/Bekasi > > ini sepertinya agak mirip2 dengan "hasil penelitian menunjukkan sekian > produk tercemar bakteri". Ini di > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Ephi Lintau <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Tue, 21 Jun 2011 07:47:34 > To: RantauNet<[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [R@ntau-Net] Terjemahan Alquran Terbitan Kemenag Salah > > *Terjemahan Alquran Terbitan Kemenag Salah* > Agar Tidak Salah Warga Diminta Teliti Tafsirkan Alquran > > Padang Ekspres Berita Agama Selasa, 07/06/2011 - 05:44 WIB Gusriyono 859 > klik > > [image: foto terjemahan alquran] > Lebih dari 3400 ayat dalam terjemahan Alquran yang diterbitkan Kementerian > Agama RI terdapat kekeliruan. Sehingga menimbulkan salah penafsiran di > masyarakat yang membaca dan mempelajari terjemahan Alquran, yang diterbitkan > sejak tahun 1965 itu hingga sekarang. > > “Kita meminta pemerintah untuk menarik peredaran terjemahan Alquran terbitan > Depag atau Kemenag itu, untuk dilakukan koreksi dan menfasilitasi pengedaran > hasil koreksian tersebut. Kemudian, kita juga mendesak pemerintah untuk > menerbitkan terjemahan Alquran tafsiriyah, agar menjadi petunjuk dan pedoman > berpikir serta bertindak yang benar bagi masyarakat muslim. Begitu pula > dengan kaum muslim, agar berhati-hati menafsirkan terjemahan Alquran > terbitan Depag atau Kemenag itu,” kata tokoh MUI Putih Sumbar, Irfianda > Abidin, kepada Padang Ekspres, usai Sarasehan Koreksi Kekeliruan Terjemahan > Alquran secara Harfiah, di Hotel Nabawy Syariah, kemarin (6/6). > > Sarasehan yang digelar MUI Putih ini menghadirkan amir Mujahidin Indonesia, > H Muhammad Thalib dan Shobarin Syakir, serta unsur pemerintahan dari > Kesbanglinmaspol, dan sekretaris PPP Sumbar, Amora Lubis. > > Dalam koreksi yang dilakukan Mujahidin Indonesia, H Muhammad Thalib > mengungkapkan kesalahan terjemahan yang dilakukan Depag atau Kemenag itu > berdampak pada penafsiran masyarakat terhadap akidah, ekonomi, sosial, dan > syariah. > > Beberapa kesalahan yang berdampak di bidang akidah, ditemukan kesalahan > terjemahan pada surat Alfatihah ayat 1, 6, 7, surat Annisa ayat 159, > Albaqarah ayat 200 dan 204. Kesalahan terjemahan yang berpengaruh terhadap > pemikiran ekonomi, Albaqarah ayat 261, 265, 278, 279, dan seterusnya. Begitu > juga dalam tatanan sosial, seperti dalam surat Annisa 20, Al Anfal ayat 39 > dan seterusnya. > > Sedangkan menyangkut syariah terdapat kesalahan terjemahan seperti pada > surat Albaqarah ayat 191, 282, dan sebagainya. > > Terjemahan Alquran oleh Depag ini, setelah kami cermati banyak terdapat > kesalahan yang tidak boleh diabaikan. Parameter untuk menilai kesalahan > terjemahan itu adalah menyalahi akidah salaf. Dimana dalam terjemahan itu > akidah salafnya tidak jelas karena itu timbul pertanyaan, apakah tim > penerjemah Alquran Depag mengingkari akidah salaf yang shahih ini. Jika > memang demikian, maka terjemah Alquran Depag dari sisi akidah diragukan > kebenarannya dan tidak boleh dipakai oleh kaum muslim,†ungkapnya. > Selanjutnya, kata Muhammad Thalib, terjemahan Depag itu juga menyalahi > kaidah logika, menyalahi struktur bahasa arab, sehingga masud ayat menjadi > tidak jelas dan sering keliru ditafsirkan oleh pembacanya. > > Menurutnya, walaupun Depag atau Kemenag mengaku telah mengadakan revisi > terjemah Alquran, tetapi dilakukan dengan tidak mengindahkan sifat amanah > ilmiah, yaitu sifat terus terang menyebutkan alasan revisi, berapa banyak > ayat yang direvisi, kemudian meminta maaf kepada pembaca atas kesalahan > sebelumnya, agar pembaca menyadari bahwa kesalahan yang lalu tidak lagi > dijadikan pegangan dalam membaca terjamah Alquran yang dilakukan oleh Depag > atau Kemenag. > > Dengan tidak adanya sifat amanah ilmiah ini masyarakat pembaca Alquran > terbitan Depag atau Kemenag menjadi bingung ketika menemukan perbedaan > terjemah pada ayat yang sama dalam terbitan yang berbeda,†tuturnya. > Sementara itu, Shobarin Syakir menuturkan, dengan kesalahan terjemahan > Alquran yang beredar di masyarakat luas ini juga berakibat pada > tindakan-tindakan radikal dan anarkis seperti yang terjadi sekarang ini, > diantaranya terorisme, NII, dan sebagainya. > > Maka dari itu diperlukan kesamaan pandangan dalam menerjemahkan Alquran ini, > agar tidak terjadi perbedaan pandangan terhadap pengertian ayat-ayat Alquran > tersebut. Di samping itu, kita telah membeberkan data dan faktanya, sekarang > kita ingin tahu, Kemenag itu mengikuti cara berpikir siapa. Saya khawatir, > Kemenag sekarang dikendalikan oleh zionis dengan membuat terjemahan yang > tidak produktif seperti ini. Secara ekstrim terjemahan itu harus ditarik > dari peredaran, ujarnya. (*) > > sumber : http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=28953 > -- > =========== Salam Hormat ========== > Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau | Laki2 | 35 th > www.ephi.web.id | http://blog.ephi.web.id > www.web1juta.com | www.pengusaha-online.com > e-Mail : [email protected] > Handphone : 08126777956 > ================================ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- =========== Salam Hormat ========== Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau | Laki2 | 35 th www.ephi.web.id | http://blog.ephi.web.id www.web1juta.com | www.pengusaha-online.com e-Mail : [email protected] Handphone : 08126777956 ================================ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
