Baguslah kalau mulai Ada Titik terang, yg saya kritik adalah penggunaan istilah 
"akidah salaf" dan MUI putih.... (brarti ada MUI Hitam)....

Wassalam.
Ronald 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: bandarost <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 21 Jun 2011 03:42:00 
To: RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Re: Terjemahan Alquran Terbitan Kemenag Salah

Assalamu'alaikumWW,

Sanak sapalanta nan ambo hormati,

Mungkinkah ada kesalahan atau ketidak tepatan dalam terjemahan Al
Qur'an Kemenag ?
Menurut hemat saya mungkin2 saja, namanya juga terjemahan oleh sesuatu
tim. Tim dibentuk untuk menghindarkan kesalahan/ketidak tepatan, dan
masih manusiawi sekali kalau ternyata yang akan dihindarkan itu
ternyata masih terjadi.
Upaya untuk meluruskan terjemahan yang salah/tidak tepat pada
hakekatnya adalah untuk kebaikan umat, dan terjaganya Islam itu
sendiri dari pandangan2 yang salah.

Sinyalmen ini ternyata juga ditanggapi dengan sikap 'curiga' karena
pada masa sekarang 'kebenaran' harus juga dilihat  'dari mana dia
datang'.

Saya menghargai sinyalmen yang saya nilai positif ini, dengan catatan
bahwa yang dikatakan mereka memang memiliki hujjah/argumentasi yang
objektif, kuat dan sahih, serta dikemukakan untuk kepentingan umat itu
sendiri.
Dan ini merupakan kewajiban Kementerian Agama dan mereka para pakar
yang memang mumpuni di bidang itu, guna memberikan pencerahan kepada
kita para pemakai terjemahan yang maha penting tersebut.

Kalau sekadar ingin menelusur 'dari mana' sinyalmen atau statement itu
berasal, link2 berikut ini mungkin dapat dijadikan sebagai awal atau
titik tolak penelusuran bagi masing2 yang berminat :

http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=184308118259903
http://arrahmah.com/read/2011/05/12/12463-apologi-tim-terjemah-alquran-depag.html
http://arrahmah.com/read/2011/05/04/12252-kemenag-akhirnya-mengakui-kesalahan-terjemah-al-quran.html


Maaf & wasalam,

Epy Buchari
L-68th, Ciputat Timur


On Jun 21, 2:38 pm, [email protected] wrote:
> Penggunaan kata2 "Akidah Salaf" memang sepertinya merujuk pada satu kelompok 
> tertentu. Entah siapa yg memulai istilah ini, padahal yg kita ketahui Dan 
> pahami hanyalah Akidah Islam yg berdasarkan kepada Al-Qur'an dan Hadits 
> Shahih....
>
> MUI Putih ?
> Juga menjadi pertanyaan tersendiri
>
> Wassalam
> Ronald, 39th Rang Mualab tingga di Dèpök
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> >
>
> -----Original Message-----
> From: Ephi Lintau <[email protected]>
>
> Sender: [email protected]
> Date: Tue, 21 Jun 2011 07:47:34
> To: RantauNet<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [R@ntau-Net] Terjemahan Alquran Terbitan Kemenag Salah
>
> *Terjemahan Alquran Terbitan Kemenag Salah*
> Agar Tidak Salah Warga Diminta Teliti Tafsirkan Alquran
>
> Padang Ekspres  Berita Agama  Selasa, 07/06/2011 - 05:44 WIB  Gusriyono  859
> klik
>
> [image: foto terjemahan alquran]
> Lebih dari 3400 ayat dalam terjemahan Alquran yang diterbitkan Kementerian
> Agama RI terdapat kekeliruan. Sehingga menimbulkan salah penafsiran di
> masyarakat yang membaca dan mempelajari terjemahan Alquran, yang diterbitkan
> sejak tahun 1965 itu hingga sekarang.
>
> “Kita meminta pemerintah untuk menarik peredaran terjemahan Alquran terbitan
> Depag atau Kemenag itu, untuk dilakukan koreksi dan menfasilitasi pengedaran
> hasil koreksian tersebut. Kemudian, kita juga mendesak pemerintah untuk
> menerbitkan terjemahan Alquran tafsiriyah, agar menjadi petunjuk dan pedoman
> berpikir serta bertindak yang benar bagi masyarakat muslim. Begitu pula
> dengan kaum muslim, agar berhati-hati menafsirkan terjemahan Alquran
> terbitan Depag atau Kemenag itu,” kata tokoh MUI Putih Sumbar, Irfianda
> Abidin, kepada Padang Ekspres, usai Sarasehan Koreksi Kekeliruan Terjemahan
> Alquran secara Harfiah, di Hotel Nabawy Syariah, kemarin (6/6).
>
> Sarasehan yang digelar MUI Putih ini menghadirkan amir Mujahidin Indonesia,
> H Muhammad Thalib dan Shobarin Syakir, serta unsur pemerintahan dari
> Kesbanglinmaspol, dan sekretaris PPP Sumbar, Amora Lubis.
>
> Dalam koreksi yang dilakukan Mujahidin Indonesia, H Muhammad Thalib
> mengungkapkan kesalahan terjemahan yang dilakukan Depag atau Kemenag itu
> berdampak pada penafsiran masyarakat terhadap akidah, ekonomi, sosial, dan
> syariah.
>
> Beberapa kesalahan yang berdampak di bidang akidah, ditemukan kesalahan
> terjemahan pada surat Alfatihah ayat 1, 6, 7, surat Annisa ayat 159,
> Albaqarah ayat 200 dan 204. Kesalahan terjemahan yang berpengaruh terhadap
> pemikiran ekonomi, Albaqarah ayat 261, 265, 278, 279, dan seterusnya. Begitu
> juga dalam tatanan sosial, seperti dalam surat Annisa 20, Al Anfal ayat 39
> dan seterusnya.
>
> Sedangkan menyangkut syariah terdapat kesalahan terjemahan seperti pada
> surat Albaqarah ayat 191, 282, dan sebagainya.
>
> Terjemahan Alquran oleh Depag ini, setelah kami cermati banyak terdapat
> kesalahan yang tidak boleh diabaikan. Parameter untuk menilai kesalahan
> terjemahan itu adalah menyalahi akidah salaf. Dimana dalam terjemahan itu
> akidah salafnya tidak jelas karena itu timbul pertanyaan, apakah tim
> penerjemah Alquran Depag mengingkari akidah salaf yang shahih ini. Jika
> memang demikian, maka terjemah Alquran Depag dari sisi akidah diragukan
> kebenarannya dan tidak boleh dipakai oleh kaum muslim,† ungkapnya.
> Selanjutnya, kata Muhammad Thalib, terjemahan Depag itu juga menyalahi
> kaidah logika, menyalahi struktur bahasa arab, sehingga masud ayat menjadi
> tidak jelas dan sering keliru ditafsirkan oleh pembacanya.
>
> Menurutnya, walaupun Depag atau Kemenag mengaku telah mengadakan revisi
> terjemah Alquran, tetapi dilakukan dengan tidak mengindahkan sifat amanah
> ilmiah, yaitu sifat terus terang menyebutkan alasan revisi, berapa banyak
> ayat yang direvisi, kemudian meminta maaf kepada pembaca atas kesalahan
> sebelumnya, agar pembaca menyadari bahwa kesalahan yang lalu tidak lagi
> dijadikan pegangan dalam membaca terjamah Alquran yang dilakukan oleh Depag
> atau Kemenag.
>
> Dengan tidak adanya sifat amanah ilmiah ini masyarakat pembaca Alquran
> terbitan Depag atau Kemenag menjadi bingung ketika menemukan perbedaan
> terjemah pada ayat yang sama dalam terbitan yang berbeda,† tuturnya.
> Sementara itu, Shobarin Syakir menuturkan, dengan kesalahan terjemahan
> Alquran yang beredar di masyarakat luas ini juga berakibat pada
> tindakan-tindakan radikal dan anarkis seperti yang terjadi sekarang ini,
> diantaranya terorisme, NII, dan sebagainya.
>
> Maka dari itu diperlukan kesamaan pandangan dalam menerjemahkan Alquran ini,
> agar tidak terjadi perbedaan pandangan terhadap pengertian ayat-ayat Alquran
> tersebut. Di samping itu, kita telah membeberkan data dan faktanya, sekarang
> kita ingin tahu, Kemenag itu mengikuti cara berpikir siapa. Saya khawatir,
> Kemenag sekarang dikendalikan oleh zionis dengan membuat terjemahan yang
> tidak produktif seperti ini. Secara ekstrim terjemahan itu harus ditarik
> dari peredaran, ujarnya. (*)
>
> sumber :http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=28953
> --
> =========== Salam Hormat ==========
> Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau | Laki2 | 35 thwww.ephi.web.id|  
> http://blog.ephi.web.idwww.web1juta.com|  www.pengusaha-online.com
> e-Mail : [email protected]
> Handphone  : 08126777956
> ================================

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke