Pak Taufik yang saya hormati... Tiada niat saya untuk menjelek-jelekan negara Saudi ataupun hendak mengkritisi hukum qishas dalam Islam.
Memang ada bagian yang tidak sempat saya tulis tentang uraian yang disampaikan oleh Pak Zarkowi, bahwa kasus TKI bermasalah di Saudi terutama yang terjerat hukum hanyalah sekian % dari jumlah TKI yang bisa hidup layak dan bahagia sebagai pekerja ataupun pembantu di Saudi Arabia. Saya sependapat bahwa ini bukan kesalahan pemerintah Saudi, tapi memang kesalahan pejabat dan orang-orang yang terlibat dalam bisnis TKI. Dimana kesalahan pemerintah??? yang paling utama adalah tidak mampu memberikan pekerjaan yang layak bagi warga negaranya, sehingga mereka harus merantau ke luar negeri menjadi "budak" karena uang yang didapatkan lumayan besar. dimana letak kesalahan bisnisman TKI??? mereka memberangkatkan TKI dengan berbagai pemalsuan dokumen dan ketidakjelasan perlindungan hukum. Yang menjadi pesan tulisan saya "Mengenang Ruyati" adalah sebenarnya kalau pejabat kita mau bekerja serius, sebenarnya persoalan Ruyati bisa diselesaikan dengan baik. karena persoalan ini sudah pernah juga terjadi pada zaman dulu. saya tidak sedang mengatakan zaman Soeharto lebih baik dari SBY sebagaimana hasil survey LSI beberapa waktu yang lalu, tapi saya hendak mengatakan bahwa sudah saatnya pejabat menganggap posisi yang mereka emban sebagai amanah. selain itu, saya hendak mengatakan bahwa kita tidak sedang krisis keteladanan. tapi kita saat ini cuma sering mengabaikan orang-orang yang patut menjadi teladan karena kesibukan kita masing-masing. padahal orang-orang inspiratif itu ada di dekat kita... terima kasih atas responnya Pak.. ttdAnggun Gunawan --- On Fri, 6/24/11, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [R@ntau-Net] Mengenang Ruyati- Berdosakah kita kalau punya andil dalam menggagalkan Pelaksanaan Hukum Islam ?? To: [email protected] Date: Friday, June 24, 2011, 8:35 PM Ambo satuju jo angku doto Rahayu Salim Seperti nan alah ambo sampaikan sebelumnyo Handaknyo awak mancaliak iko sasuai jo Hukum Islam yang memang mengadakan Qisash dan potong tangan, dalam menegakkan aturan Jadi jan tapangaruah jo LSM dan pihak2 yang ingin mendangkalkan Hukum Islam atas nama Perikemanusiaan Tanpa menisbikan perilaku "induak samang Arab nan cingkahak". Awakpun indak bisa pulo tutuik mato dek parangai negatif oknum urang awak. Nan menghalalkan segala cara disitu, bahkan dalam pelaksanaan Haji. Banyak nan menerbitkan berbagai "Sertifikat" kalau awak ingin menghajikan orang tua maupun keluarga lain Kalau memang kenyataannyo inyo bersalah, apakah kita harus kasak-kusuk lobby kesana kemari Sehingga nantinya "Pelaksanaan Hukum Islam" gagal dilaksanakan Kalau ada andil kita dalam gagalnya "Pelaksanaan Hukum Islam" itu kita ikut berdosa ? Jan sampai Right or Wrong, ano urang awak. Tapaso awak sokong taruih Mungkin para ulama kita dapat memberikan tausiyah mengenai hal ini ---TR (56, Rang Kik Tenggi) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
