Senin, 27 Juni 2011 02:50 WIB

PALEMBANG--MICOM: Ketua DPR RI Marzuki Alie menilai, kiprah Mr Sjafruddin 
Prawiranegara dalam sejarah Indonesia sangat besar, sehingga sosoknya juga 
menjadi simbol perlawanan pemerintah daerah atas pemerintah pusat terhadap 
ketidakadilan yang dialami. 

"Keterlibatan beliau dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) 
menjadi titik awal perlawanan atas ketidakadilan dan ketimpangan sosial ekonomi 
saat awal Orde Lama, kata Marzuki, ketika menjadi "pembicara kunci" pada 
Seminar Nasional Satu Abad Mr Sjafruddin Prawiranegara, di Palembang, Sumatra 
Selatan, Minggu (26/6). 

Menurut dia, Sjafruddin merupakan sosok pejuang yang berdedikasi tinggi dan 
berada di garis depan membela rakyat. Buktinya, kata dia, meskipun berasal dari 
pusat, tetapi konsisten berjuang menuntut keberpihakan pemerintah pusat 
terhadap kesejahteraan penduduk di daerah. 

Ia menyatakan, idealisme Sjafruddin dalam membela kepentingan rakyat daerah, 
menjadi inspirasi memahami aspirasi daerah untuk mengukuhkan Negara Kesatuan 
Republik Indonesia (NKRI). Aspirasi daerah merupakan satu hal yang sangat 
penting untuk 

dilaksanakan pemerintah pusat sesuai dengan amanat pembukaan Undang-Undang 
Dasar 1945, kata dia. 

Marzuki menjelaskan, saat ini kepeloporan Sjafruddin itu terjawab dengan telah 
diamendemen UUD 1945, sehingga kini sudah terbentuk perwakilan daerah melalui 
Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Selain itu, sejumlah undang-undang dan peraturan 
baru yang notabene berpihak kepada pemerintah daerah, juga telah terbit, ujar 
dia. 

Prof Salim Said yang menjadi salah satu narasumber seminar tersebut mengatakan, 
selama ini PRRI bentukan Sjafruddin Prawiranegara tersebut ditafsirkan banyak 
orang sebagai tindakan melawan Pancasila dan pemerintahan yang sah. Padahal 
Sjafruddin berupaya menegakkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan 
UUD 1945 secara benar, kata dia. 

Dia menjelaskan, upaya Sjafruddin memperjuangan nasib rakyat di daerah yang 
kebetulan saat itu sedang bermukim di Palembang, sampai kini dianggap sejarah 
yang kelam. Pembelokan fakta sejarah akhirnya juga menimbulkan stigma terhadap 
perjuangan beliau menjadi bertolak belakang, karena sampai kini Sjafruddin 
tidak juga mendapatkan gelar pahlawan nasional, ujar dia lagi. (Ant/OL-2)

http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2011/06/27/237526/284/1/Sjafruddin_Prawiranegara_Simbol_Perlawanan_Pembela_Rakyat


Wassalam
Nofend | 34+ | Cikasel

Sent from Pinggiran JABODETABEK®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke