Selamat kepada Angku Mochtar Naim yang bersama empat orang lainnya yaitu Leila Chairani Budiman Jakob Sumardjo, Mochamad Arsyad Anwar, memperoleh PENGHARGAAN "KOMPAS" sebagai Cendekiawan Berdedikasi 2011.
Dengan demikian dua dari lima penerima penghargaan KOMPAS tersebut adalah orang awak belaka. Semoga capaian beliau-beliau tersebut bisa menjadi inspirasi dan motivasi anak-anak muda Minang, termasuk orang-orang muda hebat di Palanta ini. Wassalam, HDB-SBK =============================== PENGHARGAAN "KOMPAS", Cendekiawan Berdedikasi 2011 Senin, 27 Juni 2011 ST SULARTO http://cetak.kompas.com/read/2011/06/27/02003425/cendekiawan.berdedikasi.201 1 Penghargaan ini awalnya dilatarbelakangi keinginan menyampaikan rasa terima kasih kepada kontributor, penyumbang artikel yang setia dan penuh dedikasi berkembang bersama Kompas lewat kontribusi artikel kolom, ruang "demokratis" yang disediakan sebagai hyde-park sejak koran ini terbit pertama kali pada 28 Juni 1965. Lewat artikel dan kolom yang mereka tulis, Kompas menyediakan cawan bertemunya berbagai opini yang didiskusikan secara bebas, tempat menyampaikan argumentasi secara santun, menemukan jalan keluar, mengajak berpikir lebih beyond, visioner, dan menerobos. Merekalah bersama-sama menemukan kebenaran, kelompok masyarakat yang berabad-abad didiskusikan filosof (pencinta kebijakan) sejak dari pemikir-pemikir klasik Yunani hingga pemikir-pemikir modern kontemporer saat ini. Dalam perkembangan kemudian, kriteria penghargaan diperluas tidak hanya bagi para kontributor artikel, tetapi juga narasumber pemerkayaan membedah berbagai persoalan. Kriteria dan pemilihan calon penerima menjadi lebih rumit ketika dihadapkan pada begitu banyak narasumber, begitu beragam latar belakang dan proses terjadinya; sesuatu yang tentu lebih sulit dibandingkan dengan menyeleksi sekian calon dengan kriteria kontributor artikel. Berbeda dengan tiga penyelenggaraan sebelumnya, penghargaan Cendekiawan Berdedikasi 2011 diperluas ke ranah mereka yang penuh dedikasi mengasuh rubrik. Di antara mereka, dengan tetap dalam koridor awal pemberian penghargaan, tersebutlah beberapa calon. Satu di antaranya Leila Chairani Budiman, mantan pengasuh rubrik Psikologi dalam Kompas Minggu. Menggantikan posisi Pater MAW Brouwer OFM yang mengundurkan diri, ketika dihubungi, Leila tak serta-merta bersedia. Dia pertimbangkan nama besar Brouwer dan merasa tak biasa menulis konsultasi psikologis untuk konsumsi umum. Berkat dorongan Arief Budiman, suaminya, dia pun akhirnya bersedia, dan mulailah dia mengasuh rubrik itu sejak terbitan 8 Januari 1984. Tidak mudah mengubah kebiasaan dan fanatisme pembaca terhadap nama besar Brouwer, yang nasihat-nasihatnya to the point, menukik, walaupun sering terkesan kebarat-baratan. Baru lewat lebih dari lima penerbitan, Leila mulai diterima, pada saat yang sama, Leila pun mulai menemukan ciri khas. Didukung keterlibatan emosionalnya sebagai ibu rumah tangga dan psikolog, dia memahami persoalan dengan empati keibuan semua pengirim surat. "Rubriknya" punya keunikan dan ditunggu pembaca. Leila bahkan menjawab secara selektif surat-surat yang masuk, yang tidak bisa diumumkan secara publik di halaman koran karena faktor sensitivitas dan privasi atau karena keterbatasan halaman. Leila memberikan diri sehabis-habisnya dalam mengasuh rubrik. Karena kepindahan tempat tinggalnya dari Salatiga, Jawa Tengah, ke Melbourne, Australia, mengikuti suami, karena dirasa sudah waktunya ada penyegaran dengan persoalan yang semakin rumit pula, Leila pensiun mengasuh rubrik Psikologi terbitan 29 Juni 2008. Rubrik ini pun diasuh dua orang secara bergantian. Apa yang telah dilakukan Leila bagi kami merupakan nuansa kecendekiawanan yang digagas para pencipta kebijaksanaan sejak filsafat Yunani klasik hingga pemikir kemudian seperti Benda, Gramsci, Popper, Vaclav Havel, dan Foucault. Keempat penerima penghargaan lainnya-Jakob Sumardjo, Mochamad Arsyad Anwar, Mochtar Naim, dan Sayidiman Suryohadiprojo-merupakan nama bersosok yang punya rekam jejak masing-masing sebagai cendekiawan. Jakob Sumardjo, penulis masalah budaya yang produktif dan setia sebagai guru. Prof Arsyad Anwar, ahli statistika yang setiap kali memberikan kontribusi inspiratif lewat penjelasan runtut, jelas, dan kritis dalam setiap acara Diskusi Panel Ahli Ekonomi Kompas tahun 1980-an-1990-an, Prof Mochtar Naim, sosiolog dari Padang yang memberikan pencerahan tentang masalah migrasi, serta Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo, militer cendekiawan yang punya obsesi masalah karakter bangsa. Menurut Jakob Oetama, Pemimpin Umum Kompas-penggagas penghargaan ini-jumlah penerima bisa ditambah atau dikurangi. Penghargaan ditempatkan dalam ranah maksud mengapresiasi mereka yang bekerja dalam sepi, yang mengunggulkan hidup asketis intelektual, sambil terus mengingatkan bahwa tugas utama cendekiawan adalah mencari kebenaran yang semakin bercampur aduk dengan tujuan politisi pragmatis mencari kekuasaan. Penghargaan pun sekaligus bentuk terima kasih atas kebersamaan mereka dengan jatuh bangun dan pertumbuhan eksistensi Kompas, bagian dari jatuh bangun bangsa dan negara Indonesia. Bersama-sama ikut mencerahkan kehidupan masyarakat bagi kehidupan yang lebih adil, demokratis, dan sejahtera! Mengutip Daoed Joesoef belum lama ini, dalam kondisi karut-marut dan keprihatinan gejala bangkrutnya moral, kini saatnya ilmuwan-cendekiawan berbicara! -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
