Selamat tuk pak Moechtar Naim atas penghargaan Kompas. sebagai Cendekiawan
nn berdedikasi 2011.
Bagi JB,dedikasi nn dijadikan Kompas sebagai dasar pemberian penghargaan
ini kepada pak MN adalah karena 'kegilaan' pak MN MENULIS secara Ilmiah populer
dalam berbagai media.
JB sapandapek dengan sanak Darwin Bahar-SBK kiranya prestasi nn dicapai
oleh pak MN ini menjadi cambuk bagi para kanakan generasi muda di palanta RN
untuk lebih aktif menulis secara ilmiah populer dimasa kini n nn akan datang.
Sayang sekali,pulpen JB ndak setajam muncuang nn dipunyoi.
Antahlah sanak,semoga diumua nn lah condong kebarat ibaraik matoari
ini,janlah hendaknyo duduak bamonok-monok terhindar dari kebiasaan urang nn lah
lansia tamasuak JB.
ZA,Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Sjah,72thn,sk
Mandahiliang,Padudunan,Piaman,kini larek di Betawi.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message-----
From: "Darwin Bahar" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 28 Jun 2011 00:01:51
To: Palanta Rantaunet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Selamat kepada Angku Mochtar Naim
Selamat kepada Angku Mochtar Naim yang bersama empat orang lainnya yaitu
Leila Chairani Budiman Jakob Sumardjo, Mochamad Arsyad Anwar, memperoleh
PENGHARGAAN "KOMPAS" sebagai Cendekiawan Berdedikasi 2011.
Dengan demikian dua dari lima penerima penghargaan KOMPAS tersebut adalah
orang awak belaka.
Semoga capaian beliau-beliau tersebut bisa menjadi inspirasi dan motivasi
anak-anak muda Minang, termasuk orang-orang muda hebat di Palanta ini.
Wassalam, HDB-SBK
===============================
PENGHARGAAN "KOMPAS", Cendekiawan Berdedikasi 2011
Senin, 27 Juni 2011
ST SULARTO
http://cetak.kompas.com/read/2011/06/27/02003425/cendekiawan.berdedikasi.201
1
Penghargaan ini awalnya dilatarbelakangi keinginan menyampaikan rasa terima
kasih kepada kontributor, penyumbang artikel yang setia dan penuh dedikasi
berkembang bersama Kompas lewat kontribusi artikel kolom, ruang "demokratis"
yang disediakan sebagai hyde-park sejak koran ini terbit pertama kali pada
28 Juni 1965.
Lewat artikel dan kolom yang mereka tulis, Kompas menyediakan cawan
bertemunya berbagai opini yang didiskusikan secara bebas, tempat
menyampaikan argumentasi secara santun, menemukan jalan keluar, mengajak
berpikir lebih beyond, visioner, dan menerobos. Merekalah bersama-sama
menemukan kebenaran, kelompok masyarakat yang berabad-abad didiskusikan
filosof (pencinta kebijakan) sejak dari pemikir-pemikir klasik Yunani hingga
pemikir-pemikir modern kontemporer saat ini.
Dalam perkembangan kemudian, kriteria penghargaan diperluas tidak hanya bagi
para kontributor artikel, tetapi juga narasumber pemerkayaan membedah
berbagai persoalan. Kriteria dan pemilihan calon penerima menjadi lebih
rumit ketika dihadapkan pada begitu banyak narasumber, begitu beragam latar
belakang dan proses terjadinya; sesuatu yang tentu lebih sulit dibandingkan
dengan menyeleksi sekian calon dengan kriteria kontributor artikel.
Berbeda dengan tiga penyelenggaraan sebelumnya, penghargaan Cendekiawan
Berdedikasi 2011 diperluas ke ranah mereka yang penuh dedikasi mengasuh
rubrik. Di antara mereka, dengan tetap dalam koridor awal pemberian
penghargaan, tersebutlah beberapa calon. Satu di antaranya Leila Chairani
Budiman, mantan pengasuh rubrik Psikologi dalam Kompas Minggu. Menggantikan
posisi Pater MAW Brouwer OFM yang mengundurkan diri, ketika dihubungi, Leila
tak serta-merta bersedia. Dia pertimbangkan nama besar Brouwer dan merasa
tak biasa menulis konsultasi psikologis untuk konsumsi umum. Berkat dorongan
Arief Budiman, suaminya, dia pun akhirnya bersedia, dan mulailah dia
mengasuh rubrik itu sejak terbitan 8 Januari 1984.
Tidak mudah mengubah kebiasaan dan fanatisme pembaca terhadap nama besar
Brouwer, yang nasihat-nasihatnya to the point, menukik, walaupun sering
terkesan kebarat-baratan. Baru lewat lebih dari lima penerbitan, Leila mulai
diterima, pada saat yang sama, Leila pun mulai menemukan ciri khas. Didukung
keterlibatan emosionalnya sebagai ibu rumah tangga dan psikolog, dia
memahami persoalan dengan empati keibuan semua pengirim surat. "Rubriknya"
punya keunikan dan ditunggu pembaca. Leila bahkan menjawab secara selektif
surat-surat yang masuk, yang tidak bisa diumumkan secara publik di halaman
koran karena faktor sensitivitas dan privasi atau karena keterbatasan
halaman. Leila memberikan diri sehabis-habisnya dalam mengasuh rubrik.
Karena kepindahan tempat tinggalnya dari Salatiga, Jawa Tengah, ke
Melbourne, Australia, mengikuti suami, karena dirasa sudah waktunya ada
penyegaran dengan persoalan yang semakin rumit pula, Leila pensiun mengasuh
rubrik Psikologi terbitan 29 Juni 2008. Rubrik ini pun diasuh dua orang
secara bergantian. Apa yang telah dilakukan Leila bagi kami merupakan nuansa
kecendekiawanan yang digagas para pencipta kebijaksanaan sejak filsafat
Yunani klasik hingga pemikir kemudian seperti Benda, Gramsci, Popper, Vaclav
Havel, dan Foucault.
Keempat penerima penghargaan lainnya-Jakob Sumardjo, Mochamad Arsyad Anwar,
Mochtar Naim, dan Sayidiman Suryohadiprojo-merupakan nama bersosok yang
punya rekam jejak masing-masing sebagai cendekiawan. Jakob Sumardjo, penulis
masalah budaya yang produktif dan setia sebagai guru. Prof Arsyad Anwar,
ahli statistika yang setiap kali memberikan kontribusi inspiratif lewat
penjelasan runtut, jelas, dan kritis dalam setiap acara Diskusi Panel Ahli
Ekonomi Kompas tahun 1980-an-1990-an, Prof Mochtar Naim, sosiolog dari
Padang yang memberikan pencerahan tentang masalah migrasi, serta Letjen
(Purn) Sayidiman Suryohadiprojo, militer cendekiawan yang punya obsesi
masalah karakter bangsa.
Menurut Jakob Oetama, Pemimpin Umum Kompas-penggagas penghargaan ini-jumlah
penerima bisa ditambah atau dikurangi. Penghargaan ditempatkan dalam ranah
maksud mengapresiasi mereka yang bekerja dalam sepi, yang mengunggulkan
hidup asketis intelektual, sambil terus mengingatkan bahwa tugas utama
cendekiawan adalah mencari kebenaran yang semakin bercampur aduk dengan
tujuan politisi pragmatis mencari kekuasaan. Penghargaan pun sekaligus
bentuk terima kasih atas kebersamaan mereka dengan jatuh bangun dan
pertumbuhan eksistensi Kompas, bagian dari jatuh bangun bangsa dan negara
Indonesia.
Bersama-sama ikut mencerahkan kehidupan masyarakat bagi kehidupan yang lebih
adil, demokratis, dan sejahtera! Mengutip Daoed Joesoef belum lama ini,
dalam kondisi karut-marut dan keprihatinan gejala bangkrutnya moral, kini
saatnya ilmuwan-cendekiawan berbicara!
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/