Assalamualaikum ww para sanak sapalanta, Kasus kabupaten Tasikmalaya yg kehabisan dana di pertengahan tahun jelas sekali merupakan kasus 'besar pasak dari tiang'. Perhatikanlah komposisi pengeluaran APBD-nya, termasuk pembangunan kantor bupati dan gedung DPRD, dan Masjid Agung, kantor instansi dan dinas. Untuk belanja selanjutnya, khususnya untuk pelayanan masyarakat, pemdakab ini akan jual aset ! Masyaallah. Tidak adakah prioritas dalam perencanaan RAPBD Tasikmalaya ? Apakah pemdakab ini ketularan penyakit DPR/DPD yg sedang getol-getolnya ingin membangun gedung mewah ? Mampukah kabupaten ini untuk mengelola otonominya dgn penggunaan anggaran seperti itu ? Kasihan Rakyat Indonesia krn pemimpinnya suka mementingkan diri mereka sendiri. Apa yg dapat diperbuat Rakyat utk mengubah keadaan ini? Wassalam,.
-------Original Email------- Subject :[R@ntau-Net] Tasikmalaya Kehabisan Dana, Jual Aset >From :mailto:[email protected] Date :Fri Jul 01 06:10:58 Asia/Bangkok 2011 http://m.kompas.com/news/read/2011/06/30/20352080/Tasikmalaya-Kehabisan-Dana--Jual-Aset Tasikmalaya Kehabisan Dana, Jual Aset TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kehabisan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2011 untuk membiayai pembangunan dan kepentingan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana menjual aset yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan tambahan dana. "Saat ini kami tidak punya anggaran lagi untuk mendanai banyak kepentingan masyarakat. Bahkan dana cadangan sekitar Rp 100 miliar per tahun pun sudah habis," kata Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum di Tasikmalaya, Kamis (30/6/2011). Uu mengatakan salah satu penyebabnya adalah pembangunan ibukota Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna yang dilakukan tahun sejak 2007. Total anggaran yang harus dikeluarkan Pemkab Tasikmalaya sebesar Rp 139,995 milyar. Di antaranya membangun Kantor Bupati, gedung DPRD, Masjid Agung, hingga bangunan dinas dan instansi daerah. Tingginya belanja pegawai juga disinyalir menghabiskan dana sangat besar. Dengan total APBD hanya Rp 1,1 triliun per tahun, belanja pegawai menghabiskan 80 persen anggaran. Akibatnya, hanya sekitar 20 persen yang bisa digunakan untuk membiayai beragam kepentingan masyarakat. Pengeluaran itu tidak seimbang dengan pendapatan Kabupaten Tasikmalaya Rp 55 miliar per tahun. Akibatnya, kata Uu, banyak dana bagi pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat akhirnya dipotong. Contohnya anggaran pendidikan tahun 2011. Dari Rp 12 miliar per tahun menjadi Rp 1 miliar per tahun. Sektor pertanian juga dikurangi dari sekitar Rp 16 miliar per tahun menjadi hanya Rp 2 00 juta per tahun. Banyak pembiayaan kepentingan masyarakat menjadi terhambat. Saat ini, sekitar 80 persen infrastruktur jalan, jembatan, saluran irigasi, hingga kantor kepala desa, dalam keadaan rusak. Berulang kali warga demonstrasi minta perbaikan infrastruktur. "Namun, kami katakan berulang kali bahwa kami tidak memiliki uang untuk membiayainya," kata Uu. Ditanya mengenai langkah ke depannya, Uu mengatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meminta bantuan penambah an dana dari APBD Provinsi Jabar. Ia juga sudah melaporkan hal ini pada Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan. Akan tetapi, sebagai langkah tercepat, Uu mengatakan akan melelang semua aset Kabupaten Tasikmalaya yang ada di Kota Tasikmalaya. Ia mengklaim memiliki 89 aset berupa bangunan dan tanah yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya bernilai Rp 900 miliar. Tiga bangunan yaitu gedung Badan Perencanaan Daerah, Pasar Indihiang, dan bekas gedung Dinas Pendidikan sudah diminati pihak ketiga. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aep Saepudin mengatakan penjualan aset bisa dijadikan salah satu upaya menambah anggaran Pemkab Tasikmalaya. Pihaknya akan terus melakukan kajian hukum mengenai hal ini agar tidak tidak menimbulkan masalah setelah ada proses jual beli. Sementara itu, Walikota Tasikmalaya Syarief Hidayat mengharapkan agar sebelum ada proses penjualan aset yang ada di Kota Tasikmalaya, ada pendataan lengkap dan sesuai dengan hu kum. Alasannya, pihaknya yakin beberapa bangunan yang diklaim Kabupaten Tasikmalaya adalah milik Kota Tasikmalaya. "Jangan sampai ada kesalahan saat melakukan proses jual beli," katanya. Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
