Yah Aneh, katanya banyak urng atau anak-anak awak ingin maaniru Amerika, tetapi 
surau ditinggalkam. Mungkin berita-beritqa tentang kemajuan mesji-mesjid dan 
muhsla di Amerika tidak sampai ke Kampung kita. Beberapa gereja di beli diubah 
jadi mesjid. Gedung-gedung Corporation dibeli, dijadikan mesjid. Di NYC malahan 
direncanakan pembangunan mesjid besar di tempat bersejarah. Pegunjung mesjid 
bertambah, orang Amerika masuk Islam bertambah. Pengqajian-pengajian berkala 
mengingkat giat. Di Santa Clara, California, ada mingguan kelas untuk para 
pemeluk Islam baru (new converts) ....

Sekarang mesjidnya (bekas gedung besar Hewlett Packard, sedang diropmbah, 
renovasi dengan bentuk arkhitecktur Islam. Tahun yang lalu, Tarawiah di MCA 
Santa Clara, CA kadang-kadang menyesak sampai 2,000 (Dua Ribu orang) melimpah 
ruah ke halaman mesjid. Alhamdulillah saya sempat manjadi bagiannya. 
Mudah-mudahan beigtu juga Ramadhan mulaiminggu depan ini. Selamat Beribadah.

Lihat antara lain web lokal dekat-dekat kami:

http://www.mcabayarea.org/
http://sbia.info/site/
http://sbia.info/site/evergreen/
Evergreen juga sedang mulai membangun mesjid dengan tanah luas dan bangunan 
Mesjid arkitektur Islam yang indah.

Salam,
--MakNgah


--- In [email protected], ajo duta <ajoduta@...> wrote:
>
> Sanak ambo,
> 
> Lah tahzan! Berhentilah mengeluh.
> 
> Mengeluh soal sepinyo surau/musajik dikampuang buliah buliah sajo.
> Tapi kalau bisa kalua dgn solusi baa caro surau awak dinagari masing2
> bisa rami itu nan paling penting.
> 
> Baa gak ati? Ado usua?
> 
> On 7/25/11, asmun sjueib <kinnoyas@...> wrote:
> >
> > Aww. Ddn. Nofend jo Anak Nagari Minangkabau di Ranah jo Rantau nan
> > dimuliakan Allah.
> > aaa) Beberapo wakatu lalu kami basarobok jo Ddn. Afrijon  di Jakarta dan
> > Insya Allah akan basuo pulo baliek dalam waktu minggu2 iko hal nan menarik
> > dari Ddn. Afrijon adolah program praktis LPM Marapalam dalam menggerakkan
> > kembali sendi2 kehidupan rakyat Minangkabau dan Melayu berazaskan ABS SBK
> > dengan fokus baliek ka Surau.
> > bbb) Insya Allah pemikiran2 praktis dan pragmatis yang implemented
> > sebagaimana nan alah dan sadang dikarajokan oleh Team LPM Marapalam dapeik
> > dipabincangkan basamo takaiek jo pokok masalah nan dihadapi oleh Rahayat di
> > Bengkulu tasabuik.
> > ccc) Marilah kito cubo untuk membahasnyo dan Ddn. Afrijon dkk. dari LPM
> > Marapalam kironya akan berkenan mayampaikan pokok2 pikiran jo program
> > lapangannyo. Detil dan pokok2 program kmi tunggu dari Ddn. Afrijon dkk. dari
> > LPM Marapalam. Semoga Ddn. NOfend dapeik manjadi Moderatornyo sahinggo
> > banyak hal program2 untuk rahayat dapeikkito pasamkan.
> > Wassalam,
> > Asmun (Lk/66/Depok)
> > --- Pada Sen, 25/7/11, Nofend St. Mudo <nofend@...> menulis:
> >
> > Dari: Nofend St. Mudo <nofend@...>
> > Judul: [R@ntau-Net] SEPINYA SURAU KAMI
> > Kepada: "Rantau Net" <[email protected]>
> > Tanggal: Senin, 25 Juli, 2011, 11:29 AM
> >
> > Minggu, 24 Juli 2011 00:00
> >
> > PEMERHATI dan peneliti budaya Kerinci Iskandar Za­karia menilai,
> > budaya Surau selaku rumah ibadah alternatif umat muslim selain masjid,
> > di kabupaten Kerinci saat ini terus meredup dan nyaris hilang dari
> > kehidupan masya­rkat.
> >
> > "Sekarang budaya me­maksimalkan fungsi dan ke­beradaan surau-surau
> > se­makin mengecil bahkan nyaris meng­hilang, juga di desa-desa yang
> > dulu menjadi pusat penyebaran budaya surau hingga jadi identitas unik mat
> > Islam di Kerinci tersebut," ungkap budayawan Kerinci Iskandar
> > Zakaria, di Kerinci, Senin.
> >
> > Dipaparkannya, dulu surau adalah rumah ibadah alternatif yang terdapat
> > di hampir setiap desa, biasanya keberadaa surau selalu di bangun di
> > ujung desa, di tepian sungai.
> >
> > Fungsinya, jelasnya selain sebagai rumah ibadah alternatif bagi
> > masyarakat setempat, juga sebagai tempat singgah, istirahat dan
> > beribadah para petualang atau musafir pejalan kaki yang zaman dulu
> > sebelum adanya kendaraan sering dilakoni masyarakat Kerinci dalam
> > menambah upayanya penga­laman hidup dan berbagi pe­ngetahuan ke
> > masyarakat di desa lain.
> >
> > "Selain itu, yang pasti surau itu dimanfaatkan anak-anak dan remaja
> > sebagai tempat mengaji Magrib-Isya yang dilakoni setiap sore. Bangunan
> > surau yang sederhana dan mungil sangat pas jadi tempat bagi penempaan jiwa
> > anak-anak di pedesaan," terangnya.
> >
> > Saat ini, keberadaan surau-surau di ujung desa tersebut sudah jarang
> > bisa ditemui lagi, karena banyak yang sudah roboh dan atau telah
> > berubah jadi lahan bangunan peru­mahan, atau jembatan.
> >
> > Di sisi lain, pemungsian masjid pun memang semakin maksimal sebagai
> > rumah ibada dan sarana bagi berbagai ke­perluan umat atau masya­rakat,
> > karena itu dengan sendirinya keberadaan surau pun teral­fakan  tanpa
> > sengaja, seiring semakin dinamisnya gaya hidup masyarakat mo­deren yang juga
> > telah men­jangkit sampai ke desa-desa di Kerinci saat ini.
> >
> > "Mana ada orang zaman se­karang yang mau jadi mu­­sa­­fir berjalan
> > kaki dari desa ke desa sekedar untuk mencari pe­ngalaman hidup atau
> > ber­dakwah berbagi ilmu ke warga lainnya di desa-desa, ketika jalanan
> > sudah beraspal dan kendaraan su­dah banyak ter­sedia, karena itulah
> > dengan sendirinya surau teralfakan tanpa di­sengaja dan tanpa
> > disadari," papar Iskandar.
> >
> > Kalaupun saat ini masih bisa menemukan  surau di desa-desa tertentu namun
> > dipastikan keberadaannya sangatlah menyedihkan karena fisiknya
> > kini hanyalah terlihat seperti bangunan tua yang ditelantarkan, bahkan tidak
> > jarang yang hanya tersisa berupa puing.
> >
> > "Padahal keberadaan Su­rau di Kerinci tidaklah sebatas seni arsitektur
> > atau sarana pelengkap, melainkan juga sudah menjadi satu catatan dan
> > ciri budaya masyarakat yang menyatu dengan kehidupan masyarakat yang alamiah
> > dan agraris," terangnya.(ant)
> >
> > http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7076:-sepinya-surau-kami&catid=4:nasional&Itemid=78
> >
> >
> > Wassalam
> > Nofend | 34+ | Cikasel


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke