Sanak ambo, Lah tahzan! Berhentilah mengeluh.
Mengeluh soal sepinyo surau/musajik dikampuang buliah buliah sajo. Tapi kalau bisa kalua dgn solusi baa caro surau awak dinagari masing2 bisa rami itu nan paling penting. Baa gak ati? Ado usua? On 7/25/11, asmun sjueib <[email protected]> wrote: > > Aww. Ddn. Nofend jo Anak Nagari Minangkabau di Ranah jo Rantau nan > dimuliakan Allah. > aaa) Beberapo wakatu lalu kami basarobok jo Ddn. Afrijon di Jakarta dan > Insya Allah akan basuo pulo baliek dalam waktu minggu2 iko hal nan menarik > dari Ddn. Afrijon adolah program praktis LPM Marapalam dalam menggerakkan > kembali sendi2 kehidupan rakyat Minangkabau dan Melayu berazaskan ABS SBK > dengan fokus baliek ka Surau. > bbb) Insya Allah pemikiran2 praktis dan pragmatis yang implemented > sebagaimana nan alah dan sadang dikarajokan oleh Team LPM Marapalam dapeik > dipabincangkan basamo takaiek jo pokok masalah nan dihadapi oleh Rahayat di > Bengkulu tasabuik. > ccc) Marilah kito cubo untuk membahasnyo dan Ddn. Afrijon dkk. dari LPM > Marapalam kironya akan berkenan mayampaikan pokok2 pikiran jo program > lapangannyo. Detil dan pokok2 program kmi tunggu dari Ddn. Afrijon dkk. dari > LPM Marapalam. Semoga Ddn. NOfend dapeik manjadi Moderatornyo sahinggo > banyak hal program2 untuk rahayat dapeikkito pasamkan. > Wassalam, > Asmun (Lk/66/Depok) > --- Pada Sen, 25/7/11, Nofend St. Mudo <[email protected]> menulis: > > Dari: Nofend St. Mudo <[email protected]> > Judul: [R@ntau-Net] SEPINYA SURAU KAMI > Kepada: "Rantau Net" <[email protected]> > Tanggal: Senin, 25 Juli, 2011, 11:29 AM > > Minggu, 24 Juli 2011 00:00 > > PEMERHATI dan peneliti budaya Kerinci Iskandar Zakaria menilai, > budaya Surau selaku rumah ibadah alternatif umat muslim selain masjid, > di kabupaten Kerinci saat ini terus meredup dan nyaris hilang dari > kehidupan masyarkat. > > “Sekarang budaya memaksimalkan fungsi dan keberadaan surau-surau > semakin mengecil bahkan nyaris menghilang, juga di desa-desa yang > dulu menjadi pusat penyebaran budaya surau hingga jadi identitas unik mat > Islam di Kerinci tersebut,” ungkap budayawan Kerinci Iskandar > Zakaria, di Kerinci, Senin. > > Dipaparkannya, dulu surau adalah rumah ibadah alternatif yang terdapat > di hampir setiap desa, biasanya keberadaa surau selalu di bangun di > ujung desa, di tepian sungai. > > Fungsinya, jelasnya selain sebagai rumah ibadah alternatif bagi > masyarakat setempat, juga sebagai tempat singgah, istirahat dan > beribadah para petualang atau musafir pejalan kaki yang zaman dulu > sebelum adanya kendaraan sering dilakoni masyarakat Kerinci dalam > menambah upayanya pengalaman hidup dan berbagi pengetahuan ke > masyarakat di desa lain. > > “Selain itu, yang pasti surau itu dimanfaatkan anak-anak dan remaja > sebagai tempat mengaji Magrib-Isya yang dilakoni setiap sore. Bangunan > surau yang sederhana dan mungil sangat pas jadi tempat bagi penempaan jiwa > anak-anak di pedesaan,” terangnya. > > Saat ini, keberadaan surau-surau di ujung desa tersebut sudah jarang > bisa ditemui lagi, karena banyak yang sudah roboh dan atau telah > berubah jadi lahan bangunan perumahan, atau jembatan. > > Di sisi lain, pemungsian masjid pun memang semakin maksimal sebagai > rumah ibada dan sarana bagi berbagai keperluan umat atau masyarakat, > karena itu dengan sendirinya keberadaan surau pun teralfakan tanpa > sengaja, seiring semakin dinamisnya gaya hidup masyarakat moderen yang juga > telah menjangkit sampai ke desa-desa di Kerinci saat ini. > > “Mana ada orang zaman sekarang yang mau jadi musafir berjalan > kaki dari desa ke desa sekedar untuk mencari pengalaman hidup atau > berdakwah berbagi ilmu ke warga lainnya di desa-desa, ketika jalanan > sudah beraspal dan kendaraan sudah banyak tersedia, karena itulah > dengan sendirinya surau teralfakan tanpa disengaja dan tanpa > disadari,” papar Iskandar. > > Kalaupun saat ini masih bisa menemukan surau di desa-desa tertentu namun > dipastikan keberadaannya sangatlah menyedihkan karena fisiknya > kini hanyalah terlihat seperti bangunan tua yang ditelantarkan, bahkan tidak > jarang yang hanya tersisa berupa puing. > > “Padahal keberadaan Surau di Kerinci tidaklah sebatas seni arsitektur > atau sarana pelengkap, melainkan juga sudah menjadi satu catatan dan > ciri budaya masyarakat yang menyatu dengan kehidupan masyarakat yang alamiah > dan agraris,” terangnya.(ant) > > http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7076:-sepinya-surau-kami&catid=4:nasional&Itemid=78 > > > Wassalam > Nofend | 34+ | Cikasel > > Sent from Pinggiran JABODETABEK® > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), gelar Bagindo, suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ "Kepedulian terhadap ranah Minang adalah salah satu misi RantauNet. Yayasan Palanta RantauNet (YPRN) dimaksudkan untuk menyalurkan kepedulian itu. Salurkan zakat, infaq dan sadaqah sanak antaranya melalui YPRN, rekening No. 0221919932 Bank BNI" -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
