Selasa, 26 Juli 2011 01:53
PADANG, HALUAN — Tawuran antar sekolah kembali terjadi di Kota Padang di 
kawasan RTH Imam Bonjol, Senin (25/7) sekitar pukul 15.30 WIB.

Namun, kali ini dalam ta­wuran salah seorang pelajar SMK 1 Padang,
Agus Sartoni (17), mengalami luka di bagian kepala terkena benda tumpul yakni 
ikat pinggang besar sebanyak lima kali. Akibatnya, kepala Agus bocor dan 
mendapatkan jahitan dan diperban.

Awal kejadian tersebut ketika Agus bersama seorang temannya, Wandi
dari SMK Kartika, sedang asyik duduk di Lapangan Imam Bonjol. Kemudian
tiba-tiba, mereka berdua didatangi puluhan pelajar sekolah lain.
“Sekitar 20 orang datang mengerumuni dan semuanya langsung mengelilingi saya,” 
ujar Agus di SPKT Polresta Padang menahan kesakitan.

Kemudian salah seorang dari pelajar tersebut memukul Agus dengan ikat
pinggang dan lang­sung mengenai kepalanya. Aki­batnya, darah segar
keluar dari kepalanya dan membasahi baju seragam sekolahnya. Dari
inga­tan­­nya, ada lima kali dirinya dipukul dengan benda tumpul
tersebut.

Sedangkan Wandi, berhasil melarikan diri dan mem­beri­tahukan kejadian
ini kepada masyarakat yang berada di sekitar kejadian. Ketika Wandi mencari 
bantuan, perlakuan yang tidak wajar tetap diterima Agus.
Selain kena ikat pinggang, ia juga kena pukulan dan tendangan serta
dilempari batu.

“Teman saya juga pun melihat salah seorang pelaku membawa senjata
tajam jenis samurai yang tengah mengayunkan,” kata Wandi.

Diantara pelajar yang menge­royoknya, Agus hanya mengenali satu orang saja 
yaitu “Rd” dari SMA PGRI 6. Sedangkan yang lainnya, tak
dikenalinya. Agus sendiri, mengaku tidak pernah terlibat tawuran dan
tidak menge­tahui penyebab dirinya diserang.

“Mungkin saja, mereka me­ngang­gap, semua yang berada di Lapangan Imam Bonjol 
tersebut, adalah musuh mereka,” jelasnya.

Sementara itu, dari pelaku pengeroyokan tersebut, aparat kepolisian berhasil 
menangkap salah seorang pelajar, MH (19), siswa PGRI 6. Dia berhasil ditangkap, 
karena terjatuh saat dikejar. MH mengaku telah menendang Agus saat kejadian 
tersebut.

“Saya hanya diajak teman dan saya pun mendapat gertakan, bahwa kalau
saya tidak ikut tawuran akan dipukul,” ujarnya.

Keterangan Agus ini berbeda dengan keterangan MH, bahwa jumlah yang
ikut mengeroyok hanya 10 orang saja dan dirinya hanya kenal dua diantara 
mereka. Yaitu Ad dari SMA YAPI dan Rd dari SMK 5.

Orangtua korban, Toni yang datang melihat kondisi anaknya, sangat
terkejut akibat kejadian yang menimpa anaknya, sehingga dia meminta aparat 
kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini.

“Saya sangat sedih atas ke­jadian ini. Satahunya anak saya ke sekolah,
tapi setelah itu mendapatkan kabar anak saya malah dikeroyok. Saya
harap kasus ini diproses agar tidak terjadi lagi,” harap Toni.

Sementara itu, Kanit I SP­KT Polresta Padang Ipda D. P. Simangunsong
mengatakan, ke­polisian tetap memproses kasus tawuran antar pelajar ini. 
“Kor­ban telah membuat la­poran­nya dan akan kita serah­kan ke
bagian Unit Reskrim Polresta Padang untuk diproses lebih lanjut,”
ungkapnya. (h/nas)

http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7142:padang-dilanda-tawuran-lagi&catid=1:haluan-padang&Itemid=70


Wassalam
Nofend | 34+ | Cikasel

Sent from Pinggiran JABODETABEK®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke