Mohon maaf, apo ambo nan salah manangkok atau Haluan nan salah dalam memahami arti 'tawuran'. Dari berita di ateh, ndak satu pun ado kalimat nan menyatakan terjadi tawuran. ambo copy paste paragraf berikut:
Awal kejadian tersebut ketika Agus bersama seorang temannya, Wandi dari SMK Kartika, sedang asyik duduk di Lapangan Imam Bonjol. Kemudian tiba-tiba, mereka berdua didatangi puluhan pelajar sekolah lain. “Sekitar 20 orang datang mengerumuni dan semuanya langsung mengelilingi saya,” ujar Agus di SPKT Polresta Padang menahan kesakitan. Pado kalimat lanjutan pun tidak ado penjelasan telah terjadi tawuran (menurut KBBI, tawuran berasal dari bahasa Jawa 'tawur' yang artinya perkelahian beramai-ramai, perkelahian massal. Kalau ambo memahami berita tersebut, nan terjadi adolah pengeroyokan dan secara hukum jatuh kepado tindak pidana. Tidak lagi sebagai kenakalan anak-anak/remaja. Betapa sedihnya orangtua mendapati anaknya yang dilepas ke sekolah ternyata dikeroyok, tapi oleh media disebutkan sebagai korban sekaligus pelaku tawuran. sekali lagi, mohon maaf kalau ambo salah memahami. St Palimo (43) Wartawan/alumni jurusan Sastra Indonesia Unand Jakarta On Jul 26, 12:44 pm, "Nofend St. Mudo" <[email protected]> wrote: > Selasa, 26 Juli 2011 01:53 > PADANG, HALUAN — Tawuran antar sekolah kembali terjadi di Kota Padang di > kawasan RTH Imam Bonjol, Senin (25/7) sekitar pukul 15.30 WIB. > > Namun, kali ini dalam tawuran salah seorang pelajar SMK 1 Padang, > Agus Sartoni (17), mengalami luka di bagian kepala terkena benda tumpul yakni > ikat pinggang besar sebanyak lima kali. Akibatnya, kepala Agus bocor dan > mendapatkan jahitan dan diperban. > > Awal kejadian tersebut ketika Agus bersama seorang temannya, Wandi > dari SMK Kartika, sedang asyik duduk di Lapangan Imam Bonjol. Kemudian > tiba-tiba, mereka berdua didatangi puluhan pelajar sekolah lain. > “Sekitar 20 orang datang mengerumuni dan semuanya langsung mengelilingi > saya,” ujar Agus di SPKT Polresta Padang menahan kesakitan. > > Kemudian salah seorang dari pelajar tersebut memukul Agus dengan ikat > pinggang dan langsung mengenai kepalanya. Akibatnya, darah segar > keluar dari kepalanya dan membasahi baju seragam sekolahnya. Dari > ingatannya, ada lima kali dirinya dipukul dengan benda tumpul > tersebut. > > Sedangkan Wandi, berhasil melarikan diri dan memberitahukan kejadian > ini kepada masyarakat yang berada di sekitar kejadian. Ketika Wandi mencari > bantuan, perlakuan yang tidak wajar tetap diterima Agus. > Selain kena ikat pinggang, ia juga kena pukulan dan tendangan serta > dilempari batu. > > “Teman saya juga pun melihat salah seorang pelaku membawa senjata > tajam jenis samurai yang tengah mengayunkan,” kata Wandi. > > Diantara pelajar yang mengeroyoknya, Agus hanya mengenali satu orang saja > yaitu “Rd” dari SMA PGRI 6. Sedangkan yang lainnya, tak > dikenalinya. Agus sendiri, mengaku tidak pernah terlibat tawuran dan > tidak mengetahui penyebab dirinya diserang. > > “Mungkin saja, mereka menganggap, semua yang berada di Lapangan Imam Bonjol > tersebut, adalah musuh mereka,” jelasnya. > > Sementara itu, dari pelaku pengeroyokan tersebut, aparat kepolisian berhasil > menangkap salah seorang pelajar, MH (19), siswa PGRI 6. Dia berhasil > ditangkap, karena terjatuh saat dikejar. MH mengaku telah menendang Agus saat > kejadian tersebut. > > “Saya hanya diajak teman dan saya pun mendapat gertakan, bahwa kalau > saya tidak ikut tawuran akan dipukul,” ujarnya. > > Keterangan Agus ini berbeda dengan keterangan MH, bahwa jumlah yang > ikut mengeroyok hanya 10 orang saja dan dirinya hanya kenal dua diantara > mereka. Yaitu Ad dari SMA YAPI dan Rd dari SMK 5. > > Orangtua korban, Toni yang datang melihat kondisi anaknya, sangat > terkejut akibat kejadian yang menimpa anaknya, sehingga dia meminta aparat > kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini. > > “Saya sangat sedih atas kejadian ini. Satahunya anak saya ke sekolah, > tapi setelah itu mendapatkan kabar anak saya malah dikeroyok. Saya > harap kasus ini diproses agar tidak terjadi lagi,” harap Toni. > > Sementara itu, Kanit I SPKT Polresta Padang Ipda D. P. Simangunsong > mengatakan, kepolisian tetap memproses kasus tawuran antar pelajar ini. > “Korban telah membuat laporannya dan akan kita serahkan ke > bagian Unit Reskrim Polresta Padang untuk diproses lebih lanjut,” > ungkapnya. (h/nas) > > http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article... > > Wassalam > Nofend | 34+ | Cikasel > > Sent from Pinggiran JABODETABEK® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
