Sanak MM. Terima kasih atas Penjelasannya. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. Mohon Maaf Lahir Dan Bathin. Waasalam Reflus.
On Jul 25, 2011, at 11:08 AM, muchwardi muchtar <[email protected]> wrote: > Jawaban dari GA sudah benar-2 manusiawi, dan rahmat lil alamin. > Usulan yang sejenis sudah pernah pula saya usulkan kepada Garuda Airways > (2003), dan jawaban GA ---waktu itu--- ya, senada dengan yang diterima Angku > Reflus Ramli. > > Kalau kembali kepada makna "Islam itu Rakhmat Lil Alamin", akan sadarlah kita > betapa besar dan maha agungnya ajaran Islam itu ketika ajaran demi ajaran-NYA > kita implementasikan dalam hidup dan kehidupan dengan kaafah (konsisiten dan > konsekuen). > > Saum selama Ramadahan disiratkan para Ulama dengan istilah bulan berkah, > sejuta rahmah, segudang makfirah..... Kalau Manajemen GA mengikuti usulan Pak > Reflus ---mungkin dengan alasan permintaan kaum mayoritas dari > passenger-nya--- bayangkan, berapa banyak pula tatanan yang selama ini sudah > terjalin baik di lingkungan manajemen GA, menjadi terganggu karena > "menghormati' bulan puasa yang cuma 29 atau 30 hari saja? > > Jatah makan siang (sebut sajalah begitu, istilahnya...===>m.m) yang > semestinya wajib diberikan oleh Manajamaen GA buat seluruh penumpangnya yang > terbang di siang hari Ramadhan, mesti dihentikan. Dampak dominonya sudah > tentu akan terjadi, seperti ini, : > > 1).Harga tiket GA harus didiskon seharga nilai makanan yang telah dianggarkan > oleh GA untuk seluruh penumpangnya. > 2).Hubungan bisnis GA dengan seluruh mitra yang menyediakan makanan untuk > penumpang, selama bulan Ramadhan harus ditinjau ulang besaran cash flow-nya. > 3).Katering yang menjadi mitra kerja GA, akan menghentikan sekian puluh ribu > box Jatah makan siang penumpang GA di seluruh route penerbangannya DN, demi > "meghormati" bulan puasa yang (konon kabarnya akan dilaksanakan oleh umat > Islam yang bertaqwa). Berapa banyak pula cost atau perputaran ekonomi (yang > menyangkut hayat hidup anak manusia di sekitarnya : koki, tukang sayur, > tukang daging, juru antar, supir mobil box ke bandara, out sourcing di > sekitar bandara yang membongkar muat katering GA, dll, dst yang tidak sempat > saya sebutkan rangkaian teori dominonya) yang terganggu akibat GA menerima > usulan agar umat Islam yang terbang dengan GA jangan "diusik" oleh aroma menu > makan siang penumpang yang tidak puasa di siang Ramadhan. > > Ujung-ujung dari tiga paragrap yang saya uraikan di atas, akan paradoks > jadinya dengan kebanggaan kita umat Islam yang menyatakan bahwa "Islam itu > Rakhmat Lil Alamin". > > Akan timbul imej bagi orang kafir (ingat : dalam Al Qur'an, selain pemeluk > Islam sebutannya adalah kafir, tapi di negara Pancasila yang selalu > memfotokopi istilah kaum Sepilis (JIL), maka istilah kafir diperhalus dengan > istilah non muslim).., bahwa orang islam itu di bulan Ramadhan nyusahin gue > aja...!!! "Ente yang puasa di dalam pesawat, koq gue yang menanggung derita > kelaparannya?". > > Nah, oleh karena itu, saya sampaikan kepada Sanakmbo Reflus Ramli, untuk > lebih bijaksana, dan selalu empati dalam mengerjakan ibadah wajib di bulan > Ramadhan. "Jangan pernah ada taniaik di hati untuk minta keistimewaaan kepada > lingkungan kita karena awak sedang menahan, rasa haus dan lapar, serta > menahan hawa nafsu yang maha dahsyat". > > Sekedar berbagi cerita dan pengalaman, menyangkut puasa Ramadhan ini, masih > belum sirna dari ingatan saya --karena saya catat dalam "buku agenda" He > heee.., bahwa di empat tahun terakhir yang lewat selalu saja di bulan > Ramadhan tersebut saya ditakdirkanNYA untuk tidak pernah full mengerjakan > saur, saum, shalat tarwih & witir di tengah keluarga di rumah, dan masjid di > dekat rumah kami di Bekasi. > > Ramadhan 2006 (1327 H saya lima hari mengerjakannya di (perantauan Batam), > dan tarwih di masjid raya di depan Hotel Panorama tempat saya menginap. > Ramadhan 2007 (1328 h) satu pekan saya mengerjakannya di (perantauan Ambon), > dan tarwih di masjid raya Al Fattah sekitar 1200 mtr dari Hotel Manise > tempat saya menginap selama tugas di Ambon. > Ramadhan 2008 (1329 H) saya tiga hari mengerjakannya di (perantauan > Banjarmasin), dan tarwih di masjid raya At Taqwaa sekitar 400 m dari hotel > tempat saya menginap. > Ramadhan 2009 (1430 H) saya lima hari mengerjakannya di (perantauan Medan), > dan tarwih di masjid raya "Raja Deli" yang lumayan jauhnya dari Hotel JW > Mariot tempat saya menginap. > Ramadhan 2010 (1431 H) yang lalu, saya tiga hari mengerjakannya di > (perantauan Cilacap), dan tarwih di masjid raya Al Iman sekitar 1200 m dari > Hotel Wijaya Kusuma tempat saya menginap. > > Lho, apa gunanya saya menceritakan soal nginap dari Ramadhan ke Ramadhan > ini?. > Sudah tentu dimaksudkan, bahwa makin banyak kita mendapat ujian (berpisah > dengan keluarga di bulan seribu rahmat, otomatis mendapat ujian & godaan > ketika ada "jam makan siang" di pesawat GA) semakin banyak dan besar pula > nilai pahala yang akan dibukukan malaikat Rakid dan Atid selama bulan sejuta > nikmat kita laksanakan dengan ikhlas, tanpa minta dispensasi atau usulan yang > neko-neko kepada Manajemen GA. > Jadi, sarancaknyo seka sajolah niaik Sanakmbo Reflus Ramli untuak mamintak "a > nan kalamak dek awak" ka Manajemen GA, nantun. > > Nah, labiah kurang, diangkek jari.... sabaleh jo kapalo..., mohon maaf kalau > nan ditulih si m.m di ateh ado pulo galeh garobak urang nan talando atau > tacido tanpo ambo sangajo. > "Marhabban Ya Ramadhan" untuak saluruah komunitas r@ntau-net di ateh dunie > nan fana..... > > Salam......................, > mm*** > Lk-2; >50th; Bks > > NB : Buek Sanakmbo Ridha, tantu sangaik rancak pulo manambah & malangkok-i > ruok ambo di ateh jo isi Kitab-kitab nan panah baliau baco saputa godaan dan > 'gangguan' di bulan puaso basarato kiek nabi awak untuak maatehinyo. Mokasi. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
