Assalammualaikum Wr Wb


Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan

Saya bongkar file lama

Saya temukan tulisan berikut

Gabungan tulisan saya dan Bung RA

Yang mungkin bermanfaat bagi pembaca



Selamat menyambut bulan suci Ramadhan

Mohon maaf lahir dan batin



Wass



Hanifah Damanhuri







PESAN DATUKNYA BUNG RICKY AVENZORA (RA)



Dua hari aku terlibat diskusi serius

Tentang pesan-pesan datuk bung RA

Yang dilontarkan padaku

Singkat

Padat

Bikin jidatku berkerut

Karena minimnya ilmuku

Pesannya begini



“ Mulailah jo Bismillah

Bajalanlah jo Alhamdulillah ‘



Bung RA menjekaskan

Untuk memahami maksudnya

Kakeknya berpesan

Kunyah dengan cara seperti ini



“ Managji Baca

Mangaji Bisa

Mangaji Makna

Managji Rasa

Mangaji Diri “



Keterangn datuknya lebih lanjut

“ Kok indak bisa "mambaco"

Mako indak akan pernah "mangarati", .......

Kok "indak mangarat"i

Mako "indak akan tahu raso",....

Kok "indak tahu raso"

Mako "indak akan tahu diri",....

Kok "indak tahu diri" mako.

Indak akan tahu Tuhan. “



Biar tidak tersesat berbuat

Kakek bung RA berpesan lagi

“ Apo yang awak pikiakan

Mako itu yang awak pabuek dan

Apo yang awak pabuek

Mako itu pulo yang akan awak dapek “



Membaca pesan yang terakhir

Aku jadi teringat kata mamak Mufni

Ketika sedang berdebat seru

Dengan seorang wakil rakyat

“ Lain yang dipikirkan

Lain yang dikatakan

Lain yang dilakukan “

Hancur negara jadinya



Akupun teringat kata Ustadz

“ Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan

Akan kembali ke kita

Sekecil apapun kejahatan yang kita lakukan

Juga akan kembali ke kita “



Kato datuknya lagi

“ Seorang muslim yg baik minimal

Akan mambaco BISMILLAH

Minimal sabanyak 60 kali dalam sehari “

(Datuknya mencontohkan mulai dari basmalah

Saat shalat fardhu sampai basmalah ka makan

Ataupun basmalah ka mangarajokan sesuatu).



Datuknya melanjutkan :

"Sabalun umua 30

Mako carilah sabanyak-banyak nyo buku

Tantang apo makna bismillah tuh,.....

Tapi sasudah umua 30

Jaan abihkan wakatu untuak mancari dan

Mangato-ngatoi apo makna bismillah

Sarupo apo kecek urang

tapi

CARILAH APO RASO BISMILLAH itu di DADO.....

Sahinggo bisa mambaco dan manyabuikan, ....

Talingo mandanga,... .aka mangarati,.. .. “

Dan rasonyo sampai di dado dan di nyao



Terakhir datuknya berpesan

" Ilmu indak untuak di adu

Agamo indak untuak dipatantangkan

Tapi adalah untuk di amalkan "



Sengaja ku tulis ulang tulisan bung RA

Biar mudah bagiku menyimpannya

Mudah pula kubagikan pada orang lain

Terimakasih Bung RA

Semoga Ilmu dari datuk bung RA

Menjadi amal yang mengalir ke beliau

Amin ya Rabbal Alamin



Bengkulu, 24 Maret 2009





Hanifah Damanhuri



* *

* *

*[R@ntau-Net] Re: PESAN DATUKNYA BUNG RICKY AVENZORA (RA)*

Thursday, March 26, 2009 6:55 PM

From:

"ricky avenzora" <[email protected]>

Add sender to 
Contacts<http://us.lrd.yahoo.com/_ylc=X3oDMTBsdTZpcnZpBF9TAzM5ODMwMTAyNwRhYwNhZGRBQg--/SIG=1pqub66id/EXP=1313105379/**http%3A/address.mail.yahoo.com/yab%3Fv=YM%26A=m%26simp=1%26e=avenzora19%2540yahoo.com%26fn=ricky%26ln=avenzora%26.done=http%253A%252F%252Fus.mc782.mail.yahoo.com%252Fmc%252FshowMessage%253FsMid%253D3%2526fid%253D%25252540S%25252540Search%2526filterBy%253D%2526squery%253Dpesan%252Bdatuk%252Bbung%252Bricky%252Bavenzora%2526vp%253D1%2526.rand%253D3994781%2526midIndex%253D3%2526mid%253D1_4316_1_44892820_0_AHUIw0MAABY8ScttTw1r%25252BBafYTw%2526fromId%253Davenzora19%252540yahoo.com%2526clean%253D%2526m%253D1_1398_1_44785797_0_AHIIw0MAAVfiSc3nbgPaSFjl7oE%25252C1_2856_1_44814931_0_AHQIw0MAASyySc0MggguThTG4gI%25252C1_4316_1_44892820_0_AHUIw0MAABY8ScttTw1r%25252BBafYTw%25252C%2526sort%253Ddate%2526order%253D%2526startMid%253D0%2526.jsrand%253D8509906%2526acrumb%253D0UrGX2iJ9Un%2526srf%253D%2526enc%253Dauto>

To:

[email protected]

Dear Rangkayo Hanifah dan Dunsanak RN Yang Mulia,

1. Seperti yang telah sering saya sampaikan pada milis ini, saya hanyalah
anak rantau yang telah lama meninggalkan negeri kita Ranah Minang. Apa yang
saya ketahui dan saya pahami tentunya telah terkikis oleh carut-marut
kehidupan yang terjadi selama di rantau. Di satu sisi, hal tsb tentu
mengurangi "cahaya" mata hati,...tapi di sisi lain hal tsb barangkali bisa
dianggap sebagai jalan yg telah diberi ALLAH untuk mampu mensyukuri
pemberian NYA kepada kita di Ranah Minang.  Untuk itu terlebih dahulu saya
mohon maaf jika ada pandangan dan kata saya yang salah.

2.  Saya SANGAT SETUJU dengan ESENSI tulisan yang Rangkayo sampaikan, yaitu
mencari metoda untuk memfaktualkan adat dan agama di Ranah Minang seperti
tuntunan dan contoh baik yang pernah kita rasakan dahulu. Untuk itu, tentu
kita dituntut untuk mengetahui dan memahami adat dan agama tersebut secara
baik terlebih dahulu. Pertanyaannya adalah bagaimana cara mengetahui dan
memahami adat dan agama tersebut?

3. Dalam konteks adat, apakah kita perlu membuat suatu "KITAB" ABS-SBK ?
Jika perlu, maka mampu kah kita?  Jika mampu, siapa saja yang perlu duduk
bersama untuk membuatnya? Jika semua setuju, maka KITAB ABS-SBK seperti apa
yang akan kita buat? Jika semua sudah jelas, maka berapa lama waktu yang
kita punyai untuk merumuskan ABS-SBK tersebut? Dengan urutan pertanyaan
tersebut, maka SAYA PRIBADI merasa KITA TIDAK SANGGUP utk melakukan
itu,.....dalam arti tidak sanggup utk menghasilkan KITAB yang BAIK  dan
BENAR yang TIDAK KONTRA PRODUKTIF dengan tatanan dan tata nilai yang sudah
ada dalam ADAT MINANG....dan tidak sanggup karena keterbatasan waktu dan
tenaga utk fokus membuat kitab tersebut.

4.   Jika mengingat pelajaran dari datuak saya yang pernah saya dapat
puluhan tahun yang lalu, maka beberapa hal berikut barangkali bisa menjadi
inspirasi bagi kita gemerasi kini untuk memahami Adat Minang dan
melaksanakannya selaras dengan ajaran Agama Islam, yaitu :

a.  Mempelajari adat adalah ibarat mempelajari BUAH,...mulai dari kulit
buah, daging buah, biji buah, lembaga, isi lembaga, titik tumbuh lembaga
(atau dalam bahasa botani disebut sebagai meristum),.....hingga isi titik
tumbuh tsb......terus berulang sampai hal terkecil dari buah
tersebut.......dari LUAR ke DALAM, ......dari DALAM ke LUAR,.......dari ATAS
ke BAWAH,...dari BAWAH ke ATAS,........KE SAMPING MENYAMPING,......UTUH
untuk setiap bagian yang menggambarkan sebagaimana ZAT maka begitulah SIFAT
dari buah tersebuh secara utuh dan secara partial. Demikian pula cara yang
saya dapat dalam memperlajari agama dahulu, .....seperti yang pernah saya
ceritakan mulai dari membaca sampai ke diri.

b. Ketika analogi buah bisa diterima, maka waktu itu saya dituntun untuk
berfikir SIAPA YANG MENCIPTAKAN BUAH,...mengapa pohon buah tersebut tumbuh
di tempat itu dan SIAPA YANG MEMILIKI BUAH. Lalu tuntunan diteruskan pada
APA HAK dan KEWAJIBAN yang MENCIPTAKAN BUAH,.....dan APA HAK DAN KEWAJIBAN
YANG MEMILIKI BUAH...hingga apa HAK DAN KEWAJIBAN YANG MENIKMATI BUAH. Dalam
konteks keberadaan kita saat ini, maka saya fikir kita adalah berada pada
bagian pertanyaan sebagai yang  "menikmati buah".

c.  Dengan bahasa yang sederhana, beliau menceritakan hal itu semua sebagai
pengantar tidur saya di saat itu. Satu dan dua pepatah Minang beliau
ungkapkan dan 2 atau tiga ayat Quran beliau sebutkan. Saya tidak beliau
suruh menghapal,...tetapi sangat jelas teringat bahwa beliau berusaha
menyentuh alam akal dan hati seorang anak yang masih kecil untuk BISA SIAP
memahami.

d. Ketika masih berumur 6 tahun,......suatu kali orang sekampung menjadi
ribut karena saya "mampawaang" seorang  Pangulu yang sedang berjalan di
depan rumah kami (karena bunyi sapaan saya :  "kamaa waang tuh
Tuak,...naiklah dulu"),.....maka pada malam berikutnya beliau banyak
membisikan  RAHASIA ADAT sebagai pengantar tidur. Saya sangat "BERUNTUNG"
..... disayang oleh orang sekampung dan dimengerti sebagai anak yang masih
kecil,...shg kasus "mampawaang" tersebut hingga kini dianggap sebagai
KELUCUAN bersama kami sekeluarga. Satu hal yang saya masih ingat dalam kasus
itu adalah beda makna dan rasa sapaan "singgah lah dulu"....dengan sapaan
"naik lah dulu".

5. Jika apa yang saya alami tersebut kita anggap sebagai suatu hal yang
menyenangkan dan indah, .....maka pertanyaannya adalah apakah hal tersebut
bisa kita berikan pada anak dan kemanakan kita saat ini di kampung atau di
rantau ini? Selama 2 minggu di Sumbar kemaren ini, saya melihat proses
mengaji di surau masih ada,...meskipun cara dan atmosfirnya sudah berbeda.
Sedangkan selama di rantau, saya juga yakin bahwa kita masing2 masih
menuntun anak dan kemanakan kita utk mendapatkan keindahan dan kebahagiaan
masa kecil tersebut. Persoalannya adalah bagaimana MENINGKATKAN KUALITAS
proses yang ada saat ini tersebut sehingga bisa lebih indah dan lebih baik
dari proses yang pernah kita alami dahulu (sebagai indikator bhw generasi
penerus harus lebih baik dari generasi sebelum nya).

6. Berkaitan dengan pepatah Minang, maka hal yang masih sangat jelas dalam
ingatan saya adalah ketika saya dituntun untuk mengerti dan mengetahui bahwa
setiap pepatah Minang adalah ibarat PISAU BERMATA BANYAK,....yang salah satu
mata pisau tersebut (jika salah menggunakan) PASTI akan  MENGULITI dan
MENCINCANG DIRI SENDIRI. Dalam kebodohan saya "mengunyah" pepatah Minang,
maka saya menemukan bahwa setiap pepatah setidaknya memiliki 9 MATA PISAU,
yaitu utk akal, untuk hati, untuk kaum, untuk negeri, untuk diri sendiri,
untuk bertahan, untuk menghindar, untuk menyerang, dan untuk bersyukur serta
tunduk pada ILAHI.

Salah satu pepatah yang diajarkan pada saat kecil dahulu adalah ketika di
masa kecil kami berebut utk memilih posisi tidur (antara tidur di tengah
atau tidur di bagian tepi) dan berebut makanan. Saat itu kami diajar melalui
senda gurau yang menakutkan, yang berbunyi "YANG DI TAPI DITAKAN, YANG DI
TANGAH DIBAO",.....gurauan yang menakutkan tersebut beliau cuatkan untuk
mengantar kami mengerti makna pepatah TAHIMPIK HANDAK DI ATEH, TA KURUANG
HANDAK DI LUA dan JALAN BADUO HANDAK DI TANGAH, dan penting nya arti doa
ketika akan tidur. Sedangkan ketika kami "berebut" makanan, maka beliau
mengajarkan "yang mambagi harus kamudian, yang maambiak harus menjalankan
"cukuik di awak dan indak kurang di urang".

7.  Jika semua pengalaman itu saya coba rangkai untuk menjawab pertanyaan
Rangkayo Hanifah, maka saya fikir yang perlu sama-sama kita lakukan adalah
MENGUMPULKAN INFORMASI (ttg adat dan agama),....MENCERNA dan MENDAPATKAN
MAKNA nya, ....MENERAPKAN nya dalam kehidupan sehari-har secara IKHLAS untuk
kepentingan anak cucu KITA BERSAMA hingga akhir zaman nanti,....dan tentunya
adalah KEBERSAMAAN KITA agar kita semua bisa kokoh bahu membahu membangun
negeri (sebagai wujud dan implementasi dari ABS-SBK tersebut).

Salam,
r.a.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke