Jumat, 29 Juli 2011 03:16

Masukilah Ramadan de­­­ngan kebersihan hati, niat yang ikhlas mencari
rida Allah semata. Semoga Ramadan kini membawa berkah. Hendaklah di
bu­lan Ramadan tekun me­nu­nai­kan salat Fardhu dan Ta­ra­wih dengan
berj­amaah, me­ramaikan mas­jid di manapun kita berada.

Rasulullah SAW telah bersabda bahwa: “Sesiapa saja salat (berjamaah)
bersama imam (lalu ditunggunya) sehingga imam beredar (beringsut dari
tempat duduknya), niscaya akan ditulis baginya ganjaran beribadat satu
malam”.

Biasakanlah lidah untuk berzikir secara terus menerus, dan janganlah
tergolong ke dalam kategori orang-orang yang tidak mau berzikir atau
hanya berzikir sedikit saja. Bulan Ramadan adalah bulan ibadat dan
bulan beramal, bukan bulan untuk tidur dan bermalas-malasan.

Satu kali, semasa Rasulullah sedang berkut­bah Jibril datang kepada
beliau sambil berdoa. Doa Malaikat Jibril menjelang Ramadan tersebut
yang diaminkan oleh Rasulullah Shallalahu’alaihi wa sallam berisikan:
“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum
memasuki bulan Ramadan dia tidak melakukan (tidak memohon) maaf
terlebih dahulu kepada kedua orangtuanya (jika masih ada).

Amin kata Rasulullah.

“Ya Allah tolong abaikan puasa umat Muhammad, apabila sebelum memasuki
bulan Ramadan dia tidak bermaafkan terlebih dahulu antara suami
istri”.

Amin jawab Nabi Muhammad SAW.

“Ya Allah tolong abaikan puasa umat Muhammad, apabila sebelum memasuki
bulan Ramadan dia tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang
di sekitarnya”. Maka Rasulullah pun menga­takan Amin.

Para sahabat bertanya, Ya Rasu­lul­lah kenapa engkau menyebut “Amin”
dalam kutbah engkau tadi?”

Rasul menjawab, bahwa Jibril berdoa dan aku mengaminkan yang
didoakannya seperti tadi itu.  Maka bermaafanlah satu sama lain
sebe­lum memasuki Ramadan, dan inilah arti “balimau” yang sebenarnya,
bukan hanya pergi mandi mandi ke tepi laut, ke tepi danau, ke tepi
tasik, ke dalam lubuk dan tepi sungai, sehingga kadang kala bukannya
balimau yang di dapat tetapi malah “balunau” jadinya.

Moga terhindar kita semua dari doa Jibril tersebut. Amin Ya Mujib as
Sailina.  Selain dari itu, semasa kita merasakan “lapar” karena
“mena­han” atau imsak  dalam melak­sanakan ibadah puasa, maka ingatlah
selalu bahwa kita adalah makhluk yang lemah. Kita tidak akan
men­dapatkan berbagai makanan dan minuman serta nikmat yang ada di
tangan kita sekarang ini, apabila bukan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang
memberikannya.

Bergiatlah agar kita tetap mem­beri makanan untuk orang yang berbuka
puasa, karena keun­tungan­nya amat besar dari sisi Allah Azza wa
Jalla. Maka bentuklah diri menjadi hamba Allah yang bersyu­kur.
Keluarkan infaq dan zakat dengan teratur.

Ramadan mestinya kita jadikan bulan latihan rohani dan jasmani
melaksanakan kehidupan beradat sesuai tuntunan Kitabullah dan Sunnah
Rasulullah. Jauhilah sifat “mubazir” dalam perbelanjaan, dalam
makan-minum, dan lain-lain di dalam bulan Ramadan ini.

Perbuatan mubazir adalah satu perbuatan yang amat dibenci oleh Allah
karena mubazir itu perbuatan setan. Perilaku mubazir akan
me­ngurangkan amalan sedekah. Padahal amalan sedekah akan mendapat
ganjaran pahala yang besar dari sisi Allah Azza wa Jalla, serta akan
membuka berpuluh puluh pintu kebaikan dan rezeki.

Jangan berlebih-lebihan dalam hal menyediakan berbagai jenis makanan
berbuka (dan sahur), hal ini akan membuat ahli keluarga sibuk, lantas
mereka akan kehilangan peluang di siang (dan malam) hari memper­banyak
tilawah Alquran, agar masa keemasan dalam Rama­dan tersebut tidak
hilang lenyap sedemikian rupa tanpa bekas dalam jiwa dan pembinaan
karakter shaum Ramadan ini.

Pelunturan kadar umat Islam lebih banyak disebabkan berjang­kitnya
wabah “kemelaratan” dan “kebodohan”, pada sebagian besar ummat ini.
Walaupun sebenarnya sinyal Alquran menyebutkan bahwa posisi umat itu
berada pada papan atas, sesuai Firman Allah: “Kuntum khaira ummatin
ukhrijat linnasi, ta’muruuna bil ma’rufi wa tanhauna ‘anil munkari, wa
tu’minuuna billahi”. Artinya sebenarnya kamu adalah ummat terbaik yang
ditam­pilkan di tengah kehidupan manusia, karena kamu senantiasa
mengajak kepada yang makruf dan menegah dari yang mungkar, serta
beriman kepada Allah. Moga Ramadan kita kali ini lebih berkualitas
dari Ramadan sebelumnya. Amin.

MASOED ABIDIN
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7271:balimau-nan-sabana-balimau-adalah-saling-memaafkan&catid=12:refleksi&Itemid=82

Wassalam
Nofend/34+ CKRG

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke