<http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7358:tradisi-balimau-makan-korban&catid=1:haluan-padang&Itemid=70>ini
bukti....susahnya menerapkan ABS SBK di minang......, balimau hanyalah
sebuah tradisi bukanlah adat yg telah salah kaprah dalam
implementasinya....tidak bisa diatas dengan baik oleh pemerintah setempat.
sdh banyak himbauan utk tidak melaksanakan tradisi balimau dgn cara2 ini.
apakah ini tidak masuk wewenang pemda/pemko ? apa upaya dari pemerintah utk
ini ?

masihkah kita senang dan berdiam diri dgn kejadian ini...2 tewas...masih
anak2..., yg belum tahu apa itu balimau..?

salam
ephi



<http://www.harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=1%3Ahaluan-padang&id=7358%3Atradisi-balimau-makan-korban&format=pdf&option=com_content&Itemid=70>
<http://www.harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=1%3Ahaluan-padang&id=7358%3Atradisi-balimau-makan-korban&tmpl=component&print=1&layout=default&page=&option=com_content&Itemid=70>
<http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_mailto&tmpl=component&link=aHR0cDovL3d3dy5oYXJpYW5oYWx1YW4uY29tL2luZGV4LnBocD9vcHRpb249Y29tX2NvbnRlbnQmdmlldz1hcnRpY2xlJmlkPTczNTg6dHJhZGlzaS1iYWxpbWF1LW1ha2FuLWtvcmJhbiZjYXRpZD0xOmhhbHVhbi1wYWRhbmcmSXRlbWlkPTcw>
  Tradisi
Balimau Makan 
Korban<http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7358:tradisi-balimau-makan-korban&catid=1:haluan-padang&Itemid=70>
Senin, 01 Agustus 2011 02:58

*2 TEWAS, 2 LUKA-LUKA*

Tradisi *balimau* yang bagi sebagian masyarakat dikaitkan dengan menyambut
Ramadan. Lubuak Minturun dan Batang Kuranji menelan dua nyawa manusia. Perlu
redefinisi tentang *balimau* itu?

*PADANG, HALUAN —* Jauh-jauh hari, banyak pihak mengimbau tradisi
*balimau*yang telah menjadi tradisi di tengah masyarakat, tak perlu
dilakukan secara
berlebihan. Namun imbauan itu tak demikian direspons.

Euforia *balimau* sambut bulan suci Ramadan, Minggu (31/7), yang sebagian
besar dilakukan warga di tempat pemandian berupa sungai, pantai, water boom,
tabek, danau, dan lain sebagainya, akhirnya menelan korban jiwa.

Kali ini ritual *balimau* itu menewaskan dua bocah yang tenggelam saat
mandi-mandi di lokasi yang berbeda dan dua korban kecelakaan mengalami
luka-luka. Kejadian tersebut terjadi di beberapa lokasi di Kota Padang,
Minggu.

Dua bocah malang yang tewas kehabisan oksigen itu Natasya Elina, (13), warga
Lubuk

Buaya, Keca­matan Koto Tangah dan Fitonur Azizi, (9), warga Kayu Gadang,
Kecamatan Kuranji. Ke­duanya menghembuskan napas terakhirnya dalam
perjalanan menuju ke Rumah Sakit Siti Rahma, Padang.

Sementara itu, kecelakaan yang terjadi di wilayah By Pass, Kota Padang
dialami Rio (21), warga Belimbing dan Us (25), warga Air Pacah. Keduanya
dirawat di Rumah Sakit Siti Rahma karena mengalami luka berat. Motor mereka
berta­brakan dengan motor lainnya.

Saat di rumah sakit terlihat kedua korban ini terbaring meringis menahan
sakit. Tampak bagian pelipis sebelah kanan dan mata Rio mengalami bengkak di
sebelah kanan. Sementara Us luka di kepala bagian belakang sehingga
men­dapatkan beberapa jahitan.

*Tenggelam*

Dari keterangan Udin (30), saksi ma­ta tewasnya Natasya mengatakan, sa­at
bersama rekannya mandi di ka­wasan endungan lama tidak jauh dari SMP 16
Padang, Balai Gadang Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, sekitar pukul
17.15 WIB, kemudian ia mendengar berteriak meminta tolong dari beberapa
orang warga.

Udin bersama dengan ma­sya­rakat sekitar berhamburan menolong dan korban
berhasil dikeluarkan dari air. Kemudian Natasya langsung dibawa ke Rumah
Sakit Siti Rahma dengan menggunakan sepeda motor.

“Karena di lokasi ini sudah macet panjang. Tapi saat tiba di rumah sakit,
Natasya sudah tewas,” kata Udin di rumah sakit kepada *Haluan*.

Sementara itu, sekitar 15 menit setelah kepergian Natasya, Ajiji salah
seorang bocah laki-laki menyusul Natasya ke alam baka. Ajiji juga tewas saat
menuju ke rumah sakit yang sama. Ajiji tewas saat mandi-mandi di kawasan
Jembatan Kuranji, Padang. Kedua korban tewas tersebut telah dibawa ke rumah
masing-masing untuk dikebumikan.

Tumpah Ruah di Pemandian Lubuak Minturun

Dari pantauan *Haluan* di kawasan Lubuk Minturun, seluruh lokasi pemandian
menjadi lautan manusia. Tidak hanya berasal dari Kota Padang, tetapi
sejumlah pengunjung mengaku datang dari luar Kota Padang, seperti dari
Kabupaten Padang Pariaman dan Bukittinggi.

Lubuk Minturun sebagai salah satu kawasan wisata Kota Padang ini mulai
didatangi warga semenjak pukul 13.30. Puncak lautan manusia itu terjadi
antara pukul 15.30 hingga pukul 18.00.

Puncak keramaian tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pemandian. Tapi di
sepanjang jalan Lubuk Minturun menuju lokasi pemandian juga terimbas macet
panjang. Jalan yang sempit membuat kendaraan roda dua dan roda empat hanya
bisa beringsut. Diperkirakan kemacetan itu mencapai tiga kilometer.

Disisi lain, sebagian besar warga setempat ikut ketiban rezeki, baik yang
menjadi tukang parkir, menjaga pintu gerbang pemandian, hingga berdagang di
kawasan itu. Untuk tarif parkir, rata-rata tiap kendaraan sepeda motor
dipatok Rp2 ribu hingga Rp3 ribu, sedangkan untuk mobil mencapai Rp4 ribu
hingga Rp10 ribu.

Panen uang juga dirasakan oleh penjaga gerbang pemandian. Lubuk Minturun
memiliki  belasan titik pemandian. Untuk bisa masuk ke kawasan pemandian,
pengunjung dikenakan biaya antara Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per orang, tanpa
diberi tiket masuk.

Jika pada tahun lalu pengunjung bebas melompat dan beratraksi, namun kali
ini tempat itu dijaga oleh petugas Tim SAR dari Badan Pe­nang­gulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, dan petugas ini melarang pengunjung untuk
melompat dari ketinggian, dengan alasan menjaga keamanan dan keselamatan
pengunjung yang lagi mandi di bawah.

Meski dilarang, namun sejumlah pengunjung ada juga yang memban­del dan tetap
melompat sambil berekspresi ceria.

Tidak hanya Lubuk Minturun yang dipadati pengunjung, tetapi sebagain besar
lokasi pemandian di Kota Padang juga dipenuhi warga, seperti di pemandian
Kecamatan Pauh, Kuranji dan yang lainnya. Bahkan ada juga sejumlah warga
yang balimau di kawasan Pantai Padang dan Pantai Purus Padang.

Balimau, Danau Singkarak Ramai Dikunjungi

*Danau Singkarak*

Dari Danau Singkarak, Solok, dilaporkan manusia pun tumpah ruah di kawasan
ini. Padagang diuntungkan akibat dari *balimau* tersebut.

“Biasanya keuntungan saya sehari Rp100 ribu. Namun, karena ada acara *
balimau*, penghasilan saya menjadi meningkat. Terhitung sampai sore ini
(Minggu), keuntungan saya mencapai Rp300 ribu. Kalau besok, mungkin
penghasilan saya kembali normal,” tutur Busrar Sutan Mudo (68) yang
berjualan di tepi Danau Singkarak semenjak tahun 1982 itu.

Dia menjual berbagai macam snack, rokok, minuman, dan lainnya. “Keuntungan
yang paling besar, ada pada rokok dan snack,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung yang bernama Ari (18) mengatakan,
dia memilih tempat wisata ini karena keindahannya. “Tempat ini menarik,
teman-teman banyak yang suka tempat ini. Oleh sebab itu saya memilih balimau
di sini,” ungkapnya. *(h/nas/wan/cw13/alf)*


-- 
=========== Salam Hormat ==========
Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau | Laki2 | 35 th
www.ephi.web.id |  http://blog.ephi.web.id
FB : www.facebook.com/yuhefizar
e-Mail : [email protected]
Handphone  : 08126777956
================================

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke