Asslamualikum w.w Bapak Edward Arbain, sarato dunsanak di palanta nan Saya hormati. Saya mohon maaf agak talambek mamabaleh tulisan Bapak, untuk memudahkan, saya menjawab tulisan Bapak sesuai dengan kesimpulan yang telah Bapak buat, jawaban dan komntar saya, saya buat dibawah tulisan Bapak, sebagai berikut : Pak azmi dt bagindo, disini akan saya sampaikan kesimpulan dari tulisan saya ini : 1. wilayah yang tertinggi didalam struktur adat minangkabau ialah : “ nagari “ tidak ada wilayahnya lagi diatas nagari ini. Kalau dibawah dari nagari masih ada wilayah adat yaitu jorong, umpuak dan lain sebagainya. Jawab : Saya sangat tidak mengerti atas pendapat Bapak diatas, yang mana Bapak mengatakan bahwa wilayah tetinggi di Minangkabau, adalah nagari tidak ada waliyah lagi diatas itu. Jika demikian pendapat Bapak, pendapat Bapak akan Saya jawab dengan beberapa pertanyaan Sbb: 1. Bagaimana pendapat Bapak tentang wilayah Minangkabau, yang wilayahnya sangat luas, yaitu sejak Sikilang Aia Bangih sampai taratak aia hitam, ka si alang balantak basi, ka durian di takuak rajo, dll? 2 Apakah Wilayah Minangkabau tidak Wilayah Adat ? 3. Jika nagari merupakan wilayah tertinggi yang tidak ada kaitannya dengan Wilayah Minangkabau, kenapa kok masih membawa nama Minangkabau? 2. pemimpin yang tertinggi didalam adat minangkabau ialah : “niniak mamak nagari “. Tidak ada lagi pemimpin diatas niniak mamak nagari ini. Jumlah niniak mamak nagari dalam satu nagari bisa puluhan bahkan ratusan orang. Dalam jumlah ini tidak ada ketua, tidak ada penasehat tidak ada anggota sebagai layaknya suatu organisasi. Semuanya “ duduak samo randah – tagak samo tinggi, barenggong samo boko – bakati samo merah. Jawab : Bapak mengatakan, bahwa tidak ada pimpinan diatas niniak mamak, tidak ada ketua, tidak ada penasehat, tidak ada anggota, semua duduak samo randah tagak samo tinggi, hal tersebut akan saya jawab pula dengan beberapa pertanyaan, adapun pertanyaan saya adalah Sbb: (1) Bagaimana pendapat Bapak tentang kelarasan koto piliang yang konon kabarnya di ciptakan oleh Dt.Katumanggungan, yang mengatur dengan system penghulu pucuah ? (2) Tahukah Bapak, bahwa di setiap nagari itu ada yang namanya Kerapatan Adat Nagari yang disingkat dengan nama KAN, setiap KAN itu mempunyai susunan kepengurusan, ada ketua, ada sekretaris dll. Bagaiman pendapat Bapak tentang hal tersebut? (3) Atau nagari mana yang Bapak maksud, yang tidak ada pimpinan diatas niniak mamak, tidak ada ketua, tidak ada penasehat, tidak ada anggota? 3. keputusan niniak mamak nagari tidak bisa di intervensi oleh siapapun baik oleh nagari tetangga ataupun nagari lain atau lembaga adat minang lainnya karena tidak ada jalur untuk itu. Jawab : Jika itu keputusan yang menyangkut adat salingka nagari silahkan, tetapi apabila sudah menyangkut, adat nan Sabana Adat, atau adat nan salingka alam atau nan sabatang panjang, tidaklah dapat sebuah nagari berbuat sekendaknya. Apa lagi putusan yang dibuat bertentangan dengan aturan yang sudah ada, hal tersebut batal demi hukum adat, atau nagari yang bersangkutan tidak lagi menjadi bagian Minangkabau. Hal ini sesuai dengan apa yang telah di sampaikan di fatwakan oleh ketua LKAAM Sumbar Sbb : “Namun, dijelaskan Sayuti, pemberian gelar adat memang mempertimbangkan jasa, tapi tidak mengabaikan aqidah. LKAAM memberikan dua syarat jika gelar tersebut tetap dipakai. Pertama, jika penerima gelar sangsako tetap ingin memakai gelar, terlebih dahulu harus pindah agama. Kedua, setelah masuk Islam, maka gelar dilewakan ka bumi, dibendangkan ka langik, dalam upacara adat di tempat yang bernuansa Minangkabau. “Bila tidak dipatuhi, gelar tersebut tidak sah dan batal demi hukum adat dan Syarak,”( Haluan tgl 25 Juli 2011) 4. pembagian wilayah dalam struktur adat tidak sama dengan pembagian wilayah dalam struktur pemerintahan. Di pemerintahan diatas kanagarian ada kecamatan, diatasnya lagi ada kabupaten dan seterusnya. Garisnya vertical ( garis komando ) dalam adat tidak ada garis komando. Yang ada hanya garis horizontal ( ba iyo iyo – ba tido tido – mancari kato nan sabuah, mancari rundiang nan sapakat, bulek nak dapek digolekkan – pipiah nak dapek dilayangkan. Bulek nak tagolek di nan data – pipiah nak talayang di nan tanang ) Jawab : Garis komando memang tidak ada, tetapi Adat dan Agama Islam, yang terbuhul dalam filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kibullah (ABS-SBK), selain menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Minang, juga berpungsi menyatukan masyarakat Minangkabau itu sendiri. Hal tersebut, merupakan Depinisi sebagai seorang Minang, jika ada orang Minang yang tidak beradat dan tidak ber agama Islam, maka dia bukanlah orang Minang. A nya adalah Adat, yang didalamnya atau sebagai filarnya adalah (1) Sistem Kekarabatan matrilineal (2) Sistem Sako Jo Pusako (3) Budi, sebagi Rohnya Adat (4) Sistem Demokrasi Minangkabau (5) Pepatah-petitih Sebagai ayat-ayat Adat. Kemudian S kedua adalah Syarak, Knya adalah Kitabullah yaitu Al Quran. Jadi jelaslah, bahwa tidak ada tempat bagi orang non muslim dalam tatanan Adat Minangkabau 5. pemberian gelar adat minang oleh niniak mamak minangkabau yang berwilayah nagari di nagari nan salapan suku di padang kepada orang yang telah banyak berjasa dalam pembangunan physic nagari nan salapan suku di padang yang menganut agama non islam adalah sah karena tidak ada larangan oleh aturan adat dan ataupun aturan islam. Jawab : Sako dan pusako adalah waris nan bajawek pusako nan batolong, dari niniak turun kamamak, dari mamak turun ke kemanakan, menurut garis adat, begitu seterusnya. Hal tersebut telah berlaku secara turun temurun bagai masyarakat Minangkabau yang ber Adat dan Ber agama Islam (ABS-SBK). Dalam ketentuan Agama di jelaskan bahwa, Seorang muslim tidak dapat mewarisi ataupun diwarisi oleh orang non muslim, apa pun agamanya. Hal ini telah ditegaskan Rasulullah saw. dalam sabdanya: "Tidaklah berhak seorang muslim mewarisi orang kafir, dan tidak pula orang kafir mewarisi muslim." (Bukhari dan Muslim) Dari Abdullah bin Umar r.a. dia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda “tidak ada saling mewarisi antara dua pemeluk agama (yang berbeda). (HR. Ahmad, Imam Empat dan Tirmidzi) Jadi tidak ada tawar menawar dalam hal ini, yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah. Demikianlah yang dapek saya sampaikan, jikok indak tasusun jo taatok, indak di barih makan paek, kok indak di rasuak manjariau, kok basuo salah jo kilap, salah nan indak di sangajo, saya mohon maaf apalagi kita sedang melaksakan ibadah pusa, saya ucapkan selamat berpuasa, mohon maaf di sampaikan kepado seluruh dunsanah di palanta, dan terima kasih ateh sagalo perhatian. Wasslam, Azmi Dt.Bagindo (59) Sekum LAKM Jkt. CC. LKAAM Sumbar Dari: edward arbain <[email protected]> Judul: [R@ntau-Net] Fw: GELAR ADAT DIBERIKAN TIDAK PADA TEMPATNYA Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Tanggal: Minggu, 31 Juli, 2011, 10:04 AM ----- Forwarded Message ----- From: edward arbain <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Sunday, July 31, 2011 12:40 AM Subject: GELAR ADAT DIBERIKAN TIDAK PADA TEMPATNYA Pak azmi dt bagindo, disini akan saya sampaikan kesimpulan dari tulisan saya ini : 1. wilayah yang tertinggi didalam struktur adat minangkabau ialah : “ nagari “ tidak ada wilayahnya lagi diatas nagari ini. Kalau dibawah dari nagari masih ada wilayah adat yaitu jorong, umpuak dan lain sebagainya. 2. pemimpin yang tertinggi didalam adat minangkabau ialah : “niniak mamak nagari “. Tidak ada lagi pemimpin diatas niniak mamak nagari ini. Jumlah niniak mamak nagari dalam satu nagari bisa puluhan bahkan ratusan orang. Dalam jumlah ini tidak ada ketua, tidak ada penasehat tidak ada anggota sebagai layaknya suatu organisasi. Semuanya “ duduak samo randah – tagak samo tinggi, barenggong samo boko – bakati samo merah. 3. keputusan niniak mamak nagari tidak bisa di intervensi oleh siapapun baik oleh nagari tetangga ataupun nagari lain atau lembaga adat minang lainnya karena tidak ada jalur untuk itu. 4. pembagian wilayah dalam struktur adat tidak sama dengan pembagian wilayah dalam struktur pemerintahan. Di pemerintahan diatas kanagarian ada kecamatan, diatasnya lagi ada kabupaten dan seterusnya. Garisnya vertical ( garis komando ), dalam adat tidak ada garis komando. Yang ada hanya garis horizontal ( ba iyo iyo – ba tido tido – mancari kato nan sabuah, mancari rundiang nan sapakat, bulek nak dapek digolekkan – pipiah nak dapek dilayangkan. Bulek nak tagolek di nan data – pipiah nak talayang di nan tanang ) 5. pemberian gelar adat minang oleh niniak mamak minangkabau yang berwilayah nagari di nagari nan salapan suku di padang kepada orang yang telah banyak berjasa dalam pembangunan physic nagari nan salapan suku di padang yang menganut agama non islam adalah sah karena tidak ada larangan oleh aturan adat dan ataupun aturan islam. Penutup : rang padang mahani banang. Dihani hani dilipek. Dilipek lalu dipatigo. Indak talok marantang panjang. Rancak dikumpa nak nyo singkek. Diambiak sado nan paguno. Tambilang dirumpun lansek. Tasisik diruang lantai. Alah ambo bilang sado nan dapek. Nan tingga untuak nan pandai. Iliakan sawah di alai. Mudiak kan sawah di biaro. Sungguahpun banyak siriah dibalai. Sado iko dalam carano. Alang jo kekek bari makan. Tabang ka pantai ka duonyo. Panjang jo singkek paulehkan. Indak sampai kabaa juo. Tungkek galah amat dirajo. Tasanda di baliak pakan. Jikok salah tobatlah ambo. Jikok khilaf tolong maafkan. Tagisia lalu ka naiak, badaga dek bagageh turun, indak diangan disangajo, Rilah jo maaf dipabanyak. Rahmat suko salamonyo. Salam ta’zim panyudahi. Billahit taufiq wal hidayah. Wassalam wr.wb Dari : Edward Arbain – jl.dr setia budi 14 PEKANBARU - RIAU -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
[R@ntau-Net] GELAR ADAT DIBERIKAN TIDAK PADA TEMPATNYA
azmi abu kasim azmi abu kasim Tue, 02 Aug 2011 00:02:17 -0700
- Re: [R@ntau-Net] GELAR ADAT... syaff . al
- Re: [R@ntau-Net] GELAR ADAT DIB... parapatiah
- Re: [R@ntau-Net] GELAR ADAT DIB... syaff . al
- Re: [R@ntau-Net] GELAR ADAT DIBERIK... ajo duta
- Re: [R@ntau-Net] GELAR ADAT DIB... syaff . al
- Re: [R@ntau-Net] GELAR ADAT DIB... Reni Sisri Yanti
- Re: [R@ntau-Net] GELAR ADAT DIBERIKAN T... zubir . amin
- Re: [R@ntau-Net] GELAR ADAT DIBERIKAN TIDAK ... edward arbain
- Fw: [R@ntau-Net] GELAR ADAT DIBERIKAN T... edward arbain
- Re: [R@ntau-Net] GELAR ADAT DIBERIKAN TIDAK ... Darwin Chalidi
- [R@ntau-Net] GELAR ADAT DIBERIKAN TIDAK PADA... azmi abu kasim azmi abu kasim
