---------- Forwarded message ----------
From: dutamardin umar <[email protected]>
Date: Sat, 6 Aug 2011 12:01:22 -0400
Subject: [MinangUSA] Fwd: [IMAAMNet] Kisah Hikmah: Amarah Dalam Jiwa
To: imsa US <[email protected]>, ICMI NA <[email protected]>
Cc: minangusa <[email protected]>

---------- Forwarded message ----------
From: IMAAM Women's Affairs Dept <[email protected]>
Date: 2011/8/6
Subject: [IMAAMNet] Kisah Hikmah: Amarah Dalam Jiwa
To: [email protected]


**


Assalamu'allaikum Wr Wb

 *Amarah Dalam Jiwa*

Dulu, aku orang yang bersifat pemarah. Aku tidak bisa meredam amarahku
setiap hari.
Ayahku menyadari hal ini.
Untuk mengurangi rasa amarahku, Ayahku memberikan sekantong paku dan
mengatakan
kepadaku agar aku memakukan paku itu ke pagar di belakang rumah tiap kali
aku marah.

Hari pertama aku bisa memakukan 48 paku ke pagar belakang rumah.
Namun secara bertahap jumlah itu berkurang.
Aku menyadari bahwa lebih mudah menahan amarah ketimbang memaku paku ke
pagar.
Akhirnya aku bisa menahan dan mengendalikan amarah ku yang selama ini telah
memburuku.
Aku memberitakukan hal ini kepada Ayahku.

Ayahku mengatakan agar aku mencabut satu paku di pagar setiap hari dimana
aku tidak marah.
Hari-hari berlalu dan tidak terasa paku-paku yang tertancap tadi telah aku
cabut dan lepaskan semua.
Aku memberitahukan hal ini kepada Ayahku bahwa semua paku telah aku cabut.

Ayah tersenyum memandangku, dan ia menuntunku ke pagar.
Dan berkata “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah
lubang-lubang di pagar ini.
Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.

“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan
bekas.”

Aku menyadari hal ini bahwa aku setiap kali marah aku teringat pada orang
yang aku dendam tersebut.
Ayah tambah berkata “Seperti lubang ini … di hati orang lain. Kamu dapat
menusukkan pisau
pada seseorang, lalu mencabut pisau itu … Tetapi tidak peduli beberapa kali
kamu minta maaf,
luka itu akan tetap ada …dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya
dengan luka fisik …”

Terima Kasih Ayah, kini aku dapat meredam dan mengendalikan amarahku setiap
saat dan setiap waktu

 Sumber dari: Kumpulan kisah Hikmah

Wa'allaikumsalam wr wb

Feny







-- 
Dutamardin Umar/Virginia
-----------------------------------------------------

‎If anyone saved a life,it would be as if he/she saved the life of the whole
people (Quran 5:32)

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"Kepedulian terhadap ranah Minang adalah salah satu misi RantauNet. Yayasan
Palanta RantauNet (YPRN) dimaksudkan untuk menyalurkan kepedulian itu.
Salurkan zakat, infaq dan sadaqah sanak antaranya melalui YPRN, rekening No.
0221919932 Bank BNI"

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke