Kakanda Mulyadi ykh:

InsyaAllah kami sudah sepakat berharap kesediaan kakanda sebagai ketua 
perwakilan MAPPAS Palembang, InsyaAllah pada acara Mukernas  bulan oktober 
nanti semua perwakilan kota yang terbentuk Akan kami undang ke Jakarta. 

Terimakasih untuk kesediaan kakanda

Salam
Dedi Yusmen
Sekjen MAPPAS 2011-2014

Sent from my iPad

On Aug 6, 2011, at 11:54 AM, [email protected] wrote:

Ambo sato ciek sanak, bisa dilatakkan sebagai perwakilan Sumatera Bagian 
Selatan atau dibawah Direktur Lembaga Komunikasi dan Hubungan Masyarakat.
Kekuatan ambo : ambo adolah salah seorang pegiat Gebu Minang samanjak 2005 
sebagai Wakil Sekjen, anggota RN samanjak 2003, pernah ikuik Rapek MAPPAS th 
2004 di Villa Kuniang Bogor, ikuik Rapek Koordinasi RN di Lapten Halim tahun 
2004, Ketua Umum IKAPESMI Palembang 2 periode samanjak 2006, punyo milis 
Sulitanet, RGM-GM, Website http://www.sulita.net langkok jo ROS (Radio Online 
Sulita) nyo nan bisa didanga mamakai BB di http://radiointernetindonesia.com 
pado Daftar Radio di kelompok Sumatera Barat nan bisa dijadikan sebagai salah 
satu corong menginformasikan kegiatan pariwisata Sumbar di Radio Streaming ke 
seluruh dunia,
Kelemahan ambo : Domisili jauah dari Ibukota Jakarta nan manjadi pusat kegiatan 
dan sekretariat MAPPAS, masih karyawan aktif PT.Pusri Palembang sampai Oktober 
2012. Kini masih menjabat Ketua Bidang Pembangunan dan Pengelolaan Aset BMKM 
Sumsel sampai 2014.
Itulah respon ambo terhadap email postingan sanak Syafruddin AL ko. Semoga 
manjadi bahan pertimbangan.
Wassalam,
HM Dt.Marah Bangso (54+)

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Syafruddin Ujang <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 6 Aug 2011 11:13:41 +0700
To: <[email protected]>; <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: [Wisata Minang] MAPPAS Siap Jadi Lokomotif Kemajuan Pariwisata Sumbar

 
Setelah Ganti Kepengurusan:

MAPPAS Siap Jadi Lokomotif

Kemajuan Pariwisata Sumbar

 

JAKARTA – Setelah melakukan kepengurusan yang berusia lebih kurang  lima bulan, 
Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar (MAPPAS) dengan nahkoda barunya yang 
dipimpin Hj. Nur’aini B. Prabdanu, SE, MM, siap menjadi lokomotif  bagi 
kemajuan pariwisata Ranah Minang.

 

“Kami tidak ingin dikatakan kufur nikmat. Karena itu, MAPPAS sudah membulatkan 
tekad untuk memajukan segala potensi yang sudah dianugerahi oleh Allah SWT di 
Ranah Minang untuk kesejahteraan rakyat Sumatra Barat di masa mendatang,” kata 
Nur’aini dalam pidato pertamanya setelah dipilih menjadi Ketua Umum MAPPAS yang 
baru menggantikan gerbong ET Hadi Saputra, dalam acara buka puasa bersama para 
penggiat/pemeduli pariwisata Sumatra Barat, komunitas Rantaunet dan pengurus 
Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatra Barat (MPKAS) di Restoran Kubang, 
Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat (/8) malam.

 

Dalam acara yang juga dihadiri Kasubdit Promosi Pariwisata Wilayah I, 
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Raseno Arya, Ketua LAKM Jakarta Lym 
Kampai bersama Sekretarisnya Azmi Dt. Bagindo, sejumlah tokoh rantaunet antara 
lain: Hilman, Darul Makmur, Asmun A. Sju’eib, Aslim Nurhasan, Ronald Chandra, 
pemerhati koperasi M.C.Baridjambek, Ketua MPKAS Chalik Kurnia, Sekjen MPKAS 
Yulnofrin Napilus dan Direktur Haluan Media Grup Desfandri, juga diumumkan 
pengurus inti yang akan menggerakkan MAPPAS tiga tahun ke depan.

 

Pengurus inti MAPPAS yang beru terbentuk itu terdiri dari Ketua Umum Hj. 
Nura’ini B. Prabdanu, SE, Sekretaris Jenderal Ir. Dedi Yusmen dengan dua orang 
Wakil Sekjen: Arief Budiman S Rangkayo Mulia, Ir. Yasri Satria Hendra. 
Bendahara Umum dipegang oleh Reni Sisri Yanti dengan Wakil Bendahara Umum 
Bisratul Denty.

 

Dibawahnya, MAPPAS menghadirkan enam direktur, masing-masing: Direktur Lembaga 
Komunikasi dan Hubungan Masyarakat dipercayakan kepada Syafruddin AL, Direktur 
Lembaga Hukum dan Advokasi Wisata dipegang oleh pengacara Anthony Hilman, 
Direktur Departemen Penelitian dan Pengembangan Wisata dipercayakan kepada DR. 
Sastri Sunarti Sweeney, Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan SDM Wisata dr. 
Putri Yoen A.Cosym, MARS, Direktur Pemberdayaan Asset Wisata Bot Sosani 
Piliang, dan Direktur MAPPAS Tourism Watch Yosfitra Yadi yang di rantaunet 
dikenal dengan identitas “Urang Bagak Baladiang”. Sebelum rapat kerja pada 
Oktober mendatang, kepengurusan ini juga akan dilengkapi dengan berbagai bidang 
yang diperlukan.

 

Nura’ini menegaskan bahwa lembaga swadaya masyarakat (LSM) MAPPAS yang 
dipimpinnya dengan skuad yang juga baru tersebut akan berusaha tegak di antara 
“dua kaki” sebagai landasan dalam melaksanakan program, yaitu “berpikir” dan 
“bergerak”. “Kita pikirkan, lalu kita gerakkan,” katanya.

 

Ia mengakui bahwa Ranah Minang itu tercipta ketika Tuhan tersenyum. Jadilah 
alam yang indah menawan. Ada gunung, ada danau, ada laut, ada lembah dan ada 
makanan yang enak-enak. Untuk menjadikannya sebagai obyek wisata yang menarik, 
ia perlu dikemas dan ditangani secara professional. Di sinilah Mappas ingin 
berperan untuk menyoraki, menggerakkan dan memotivasi masyarakat, para pelaku 
pariwisata dan bahkan para pengambil keputusan untuk bisa memanfaatkan anugerah 
Tuhan ini sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat banyak.

 

Untuk itu, timpal Sekjen MAPPAS, Dedi Yusmen, “Kami tidak ingin memberikan 
harapan yang muluk-muluk. Kita harus segera berpikir dan bergerak. Akan kita 
mulai dari hal-hal yang kecil tapi focus. Semua program ke depan segera 
dirumuskan dalam rapat kerja usai lebaran mendatang”.

 

 

Dedi menambahkan, pengurus MAPPAS yang baru adalah para penggiat dan pemerhati 
pariwisata. Mereka mengabdi secara sukarela dan komitmen yang penuh untuk 
pariwisata dengan prinsip gradual (bertahap) tapi terukur (focus dan jelas).

 

Untuk itu, dalam jangka pendek ini, kata Dedi, ada lima program utama yang 
harus direalisasikan, yakni: mencari secretariat yang tetap dan pendataan 
anggota, sosialisasi MAPPAS dan pembuatan web/media online, legalisasi 
organisasi, Mukernas dan untuk masyarakat akan diawali dengan lomba membuat 
artikel wisata antar siswa SLTA Sumatra Barat.

 

Siap Dijadikan Partner

 

Kasubdit Promosi Wisata Wilayah I, Direktorat Pemasaran, Kembudpar, Raseno 
Arya, menyambut baik keberadaan MAPPAS sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 
di bidang kepariwisataan tersebut.

 

“Sebagai orang Padang yang ada di kementerian, saya memang sedih melihat Ranah 
Minang yang indah ini hanya dijadikan tempat berwacana tentang pariwisata. 
Sudah saatnya kita bergerak bersama untuk memotivasi masyarakat untuk 
memanfaatkan potensi yang ada tersebut demi kebaikan dan kesejahteraan,” ujar 
Raseno.

 

Raseno menyatakan siap menjadikan MAPPAS sebagai partnernya dalam memajukan 
dunia pariwisata Sumatra Barat. Selain akan memfasilitasi tempat untuk kegiatan 
diskusi untuk penyusunan berbagai program, pihaknya juga siap membantu 
pendanaan program-program yang dapat mempromosikan pariwisata dan menyiapkan 
masyarakat menjadi masyarakat Sumbar yang sadar wisata.

 

Dia setuju dengan program yang kecil-kecil, tetapi memiliki nilai yang tinggi 
dalam menunjang kemajuan pariwisata. Misalnya saja, MAPPAS bisa mendorong pihak 
pengelola Bandara Internasional Minangkabau untuk menyediakan toilet yang 
berkualitas dan memotivasi masyarakat untuk tidak meludah dan membuang puntung 
rokok sembarangan. Bisa juga dalam bentuk memberikan penataran bagi para sopir 
taksi di Padang dan Bukittinggi tentang bagaimana memberikan pelayanan kepada 
tamu-tamu. “Para sopir taksi itu harus kita jadikan sebagai duta pariwisata 
Ranah Minang,” ujarnya.

 

Dalam sesi Tanya jawab yang dipimpin Sekjen MPKAS “kakak kandung” MAPPAS, 
Yulnofrin, Ketua MPKAS Chalik Kurnia menyebutkan bahwa pariwisata Ranah Minang 
selama ini belum terdefinisikan dengan baik, sehingga pengelolaannya menjadi 
centrang perenang dan tanpa arah.

 

Ia mengaku sangat punya harapan kepada MAPPAS untuk menjadi lokomotif kemajuan 
pariwisata tersebut. Tak usah dulu memikirkan kedatangan wisatawan mancanegara, 
mendatangkan satu juta perantau Minang saja setiap tahun ke kampong halaman 
sudah sangat baik. “Bila mereka belanja Rp1 juta saja perorang, maka nilainya 
sudah lebih dari separo APBD Sumatra Barat yang Rp1,8 Triliun itu,” katanya.

 

Sejumlah hadirin, seperti Asmun Sju’eib, Syahrial Bogar, Aslim Nurhasan, juga 
menyampaikan banyak pemikiran untuk kepentingan pergerakkan MAPPAS ke depan. 
Selain adanya dukungan pemerintah, organisasi rantau lainnya, termasuk Saudagar 
Muda Minang juga bias dijadikan partner. “Lebaran nanti kita akan menggelar 
wilaturahim Saudagar Minang. Momentum itu bisa dimanfaatkan MAPPAS untuk 
menjalankan visi dan misinya,” sebut Aslim. --sal

 

  

 

 

__._,_.___
Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic
Messages in this topic (3)
RECENT ACTIVITY:
Visit Your Group
Kita membangun MAPPAS untuk ikut menangani masalah-masalah wisata di ranah, 
dengan cara meminta perhatian fihak yang berwenang mengenai masalah-masalah 
tersebut di Sumatera Barat. 

Menimba teknik DPR RI dalam membahas rancangan undang-undang, saya merasa ada 
baiknya kita himpun sebuah daftar yang memuat secara rinci masalah-masalah 
kepariwisataan ini, yang untuk sementara kita sebut
sebagai Daftar Inventarisasi Masalah Pariwisata Sumatera Barat, atau DIM-PSB. 
Terhadap setiap masalah yang ditemui pada setiap obyek wisata kita sampaikan 
saran konkrit, dan kita catat respons manajer obyek wisata tersebut.
Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
.
 
__,_._,___

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke