Maaf pak Abraham, apa indak paralu kito - sebagai warga negara RI - sato managakkan Pancasila sbg dasar negara ko ? Lai ka ado Republik ko - tamasuak Provinsi Sumatera Barat nan APBD-nyo sangaik bagantuang ka Pemerintah Pusat - kalau Pancasila sbg dasar Negara indak disetujui den sagalo Pendiri Negara ko th 1945 ? Apo kito urang Minang kini akan jadi penonton sajo di Republik ko, padohal baitu banyak tokoh Minang nan sato managakkan Republik ko, dan di Ranah, masyarakat nagari saisuak kan sato membela PDRI th 1948-1949 nan taruih kito bangga-banggakan ? Apo ka kito pabiakan sajo republik ko taruih amburadul, karano Pancasila itu hanyo lakek dibibia sajo ? Kok ado nan kurang dalam Permendagri pak Gamawan tu apo indak rancak kito agiah saran dan masukan ka baliau, paliang indak sbg amal jariyah kito ? Apo kito akan hiduik nafsi-nafsi sajo, di lua negara dan di lua bangso Indonesia ? Sakali lai maaf kok indak berkenan. Wassalam, Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
-----Original Message----- From: Abraham Ilyas <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 9 Aug 2011 08:31:05 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Permendagri Aktualisasi Nilai Pancasila Sekadar perbandingan saja * 1. Sukarno* (orla) mem *vitalkan* Pancasila dengan dengan dimitoskannya 1 Juni sebagai hari Lahir Pancasila (?), seolah dia penemu pancasila. Tuhan marah, karena bukan Soekarno penemu/penggali pancasila ! Lagipula Soekarno tak sungguh sungguh berideologi berpancasila, karena memeras pancasila menjadi trisila---> ekasila (gotongroyong). Soekarno sendiri berideologie *marhaenisme* (marxisme yang ditrapkan dengan kondisi Indonesia) *2. Suharto* (orba) mem *vitalkan* Pancasila dengan menjadikan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. 1 Oktober 1965 adalah hari istimewa untuk keberhasilan jenderal Suharto menumpas pembrontakan komunis ....kedua presiden ini gagal merealisasisikan pancasila dalam masyarakat karena pamrih, menggunakan pancasila untuk pemujaan/kultus pribadi ! kini ----------> *3. SBY* (mendagri) mem *vitalkan* Pancasila dengan: KEGIATAN Pasal 6 (1) Kegiatan revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila dilakukan oleh: a. penyelenggara negara dan pemerintahan ditingkat daerah; b. organisasi politik, organisasi kemasyarakatan dan lembaga nirlaba lainnya; c. lembaga pendidikan; dan d. secara bersama-sama antara pemerintah daerah dengan masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan lembaga nirlaba lainnya. (2) Pemerintah daerah menyelenggarakan kegiatan revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila secara rutin kepada unsur unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b,huruf c dan huruf d. (3) Kegiatan revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah dalam bentuk: a. pendidikan formal mulai taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi, pendidikan informal dan non formal ; b. diskusi, dialog interaktif, sarasehan, halaqoh/orientasi, workshop, seminar, lokakarya; c. pelatihan; d. simulasi; e. penataran; f. olahraga, seni dan budaya; g. Lomba, kompetisi dan festival; h. penulisan buku, artikel, atau cerita; dan i. pembuatan atau penayangan film. BAB V PENDEKATAN KEGIATAN Pasal 7 (1) Kegiatan revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan dengan pendekatan: a. edukatif; b. praktis/tindak nyata; dan c. ketauladanan. (2) Pendekatan edukatif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilaksanakan untuk menggugah kesadaran warga masyarakat melalui proses belajar mengajar, sehingga dapat memahami ,menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. (3) Pendekatan praktis/tindak nyata sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan untuk menggugah kesadaran warga masyarakat melalui kegiatan nyata dilapangan, sehingga dapat memahami,menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. (4) Pendekatan ketauladanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilaksanakan untuk menggugah kesadaran warga masyarakat melalui suri tauladan, sehingga dapat memahami,menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. BAB VI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN *Komentar*: Kito tunggu sajo hasilnyo ! -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
