Tidak salah kalau memang berbagai ahli menyatakan beberapa kesimpulan mengenai kegempaan di Padang. Yang salah adalah pernyataan Andi Arief mengenai gempa yang seolah-olah akan terjadi di Padang. Gejala itu bisa saja terjadi bukan saja di Padang akan tetapi disepanjang pantai barat Sumatera dan wilayah lainnya. Tapi tidak benar dia sudah bisa memprediksi waktunya. Oleh karena itu, pemikiran itu bukan sebagai konsumsi masyarakat tapi harus diforum ilmiah. Dan sebaiknya para ahli yang berada di belakang Andi Arief, perlu mengingatinya jangan lepas tangan. Yang benar adalah pernyataan Prof. Badrul mengenai hal tersebut, seperti di bawah ini:
Wassalam, Herman Moechtar PADANG - Pernyataan Andi Arief tentang prediksi gempa 8,9 SR di Padang, Sumatera Barat, ternyata sudah jauh-jauh hari diprediksi para ahli. Beberapa tahun lalu para ahli juga telah memprediksi gempa tersebut dan bukan hanya di Padang melainkan juga prediksi gempa di Jepang. Menurut ahli gempa dari Universitas Andalas, Prof DR. Badrul Mustafa Kemal, prediksi itu sudah lama disampaikan, namun kapan terjadi gempa juga tidak diketahui. "Para ahli memang sudah menyampaikan ini soal akan ada gempa 8,9 SR ini tapi kapan dan potensi gempa itu tidak ada, jadi tidak perlu takut," katanya pada Okezone, Minggu (21/8/2011). Perkiraan gempa 8,9 SR itu adalah hitungan maksimal, kalau datang di Padang atau di Siberut paling dasyat itu 8,9 SR tapi itu hanya prediksi. "Perkiraan ahli itu, gempa 8,9 SR itu gempa yang maksimal, jadi belum tentu gempa itu sekuat itu, bisa jadi gempa kekuatannya lebih rendah bisa 5, bisa 6 itukan," katanya. Lanjut Badrul, para ahli juga belum bisa menjawab dimana lokasi titik episentrum gempa tersebut, apakah di daarat atau di laut. "Prediksi di Suberut itu hanya prediksi tapi titik pusat gempa itu belum mereka ketahui, apakah itu di laut atau di darat, kalau gempa di darat tentu tidak ada tsunami, kalau gempa di laut lihat dulu kekuatannya," katanya. Bagi Badrul, prediksi itu wajar saja, yang jelas kekuatannya belum tentu sekuat itu seperti yang di sampaikan Andi Arief, yang penting warga tetap siaga karena Sumbar merupakan jalur gempa. (ahm) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
