Assalamu’alaikum. w.w. Dunsanak kesadanya, sebelum habis ramadhan ini, mari kita sambung pula pengajian kita, sambil berusaha mencari malam qadar, yang secara individu disuruh mencarinya oleh Allah swt dan rasul-Nya, karena pahalanya yang berlipat ganda, tapi jangan lupa pahala kolektif juga mesti dikejar, kalau tidak mau membuatnya menjadi dosa kolektif dan susah mempertanggung jawabkannya nanti.
Mari kita mulai… Bismillahirrahmaanirrahiiim. Alhamdulillahil ladziii hadaana li Haadza, wama kunna linah tadiya laula an hadaanallaah, May yahdillahu falaa mudhillalah, wamay yudhlilhu falaa hadiyaalah. Asyhadu al laa ilaaha illal laah Wa asyhadu anna sayyidinaa Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu, laa nabi yaa ba’da. Allahumma salli wa salim 'ala sayyidinaa Muhamaadiw wa 'alaa aalihi wa sahbihi ajmaiiin. 'ama ba'du.... Muslimin dan muslimat yang dirahmati oleh Allah swt, bapak-bapak ibu-ibu yang dihormati, tuan-tuan dan puan-puan sekalian yang dicintai. Negara ideal atau negara impian atau yang diidam-idamkan setiap individu akan berbeda- beda bergantung kepada imajinasi dan pemikiran serta latar belakang masing-masing individu. Ada individu yang memimpikan negara yang aman dan makmur dengan segala kecukupan dan kekayaannya sehingga ia bisa hidup senang dan menikmati hidupnya. Berbagai motto atau jargon-jargon dikeluarkan untuk menggambarkan negara idaman masing-masing individu dan kadang-kadang secara kolektif di dengungkan . Misalnya seperti di Jawa, negara yang diidamkan adalah Negara yang “Gemah ripah Loh Jinawi”. Di daerah Sunda, negara yang diinginkan negara yang “Gemah Ripah Repeh rapih”. Di Minangkabau, negara yang “Bumi sanang padi manjadi, Padi masak jaguang maupiah Taranak bakambang biak, Anak nagari sanang santoso, Bapak kayo Mandeh batuah, Mamak disambah urang pulo, Pakan sasak musajik rami, Sadundun adat jo ugamo, Sairiang dunia jo akhiraik” Dan berbagai motto yang lain dalam mempresentasikan negara idaman mereka. Nah, bagi seorang yang mengaku beriman kepada Allah, beragama Islam, maka Negara yang diidam-idamkan sudah semestinya “Negara yang diridhai oleh Allah swt.”. Kenapa demikian ?, karena ridha Allah swt. adalah kata kunci dari segala-galanya. Bila ridha Allah telah didapat maka segala bentuk berkat dan rahmat sudah pasti diturunkan oleh Allah swt. kepada hamba-hamba yang dicintai-Nya, terhindar dari segala bencana dan terjauh dari segala ketakutan yang menghantui apakah dari makhluk yang bernama manusia berupa ancaman dan serangan ataukah dari alam ciptaan-Nya berupa bencana dan malapetaka. Bahkan Allah swt. berjanji bahwa bumi ini dipusakai oleh hamba-hamba-Nya yang shaleh. Persoalannya sekarang adalah, negara yang diredhai oleh Allah swt, adalah negara yang bagaimana ?. Kemanakah kita bereferensi untuk mencari jawab pertanyaan ini ?. Pertanyaan ini tentu tidak dapat di jawab dengan berefensi kepada semua doktrin-doktrin, buku-buku, atau makalah-makalah lain, kecuali bereferensi kepada apa yang telah diturunkan Allah swt. sebagai petunjuk yakni Al-Qur-an. Mari kita lihat. Dalam surah saba’ surah 34 di penghujung ayat ke 15, Allah swt. Berfirman بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ Baldhatun tayyibathun war rabbun gahfur, Negara yang baik dan Tuhan yang Maha pengampun. Ini gambarannya. Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah apakah sifat-sifat sebuah negara yang baik ?. Pada kesempatan ini akan kita bahas sifat-sifat negara yang baik yang dijanjikan keampunan oleh Allah swt. tersebut. Negara yang baik, ada empat sifat utama. Yang pertama negara yang makmur yang dinikmati oleh seluruh rakyat. Kenikmatan yang dikecapi bukan oleh golongan-golongan tertentu saja. Makmur bukan berarti kaya saja, karena kekayaan belum tentu mendatangkan kemakmuran. Makmur dalam hal ini berarti seluruh rakyat dapat menikmati hasil-hasil negara. Mari kita merujuk kepada al-Qur-an Suratul Haj 59 di pertengahan ayat yang ke 7. Allah swt.berfirman .... كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاء مِنكُمْ Supaya kekayaan negeri itu, tidak hanya beredar atau diberikan kepada golongan kaya saja diantara kamu. Di sini Islam menganjurkan supaya kekayaan sebuah negara itu didistribusikan. Tapi kita melihat di negara kita, yang makmur itu adalah golongan tertentu saja dan pemimpin (dalam segala tingkat). Ketika rakyat melarat mereka mubazir dengan segala aktivitas dan kesenangan pribadi. Ini yang dikecam oleh Al-Qur-an, pemimpin2 seperti ini dalam surah Saf (61) ayat 2-3. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian Allah karena kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan (QS: 61:2-3) Ketika kampanye yang dibayangkan adalah janji muluk-muluk untuk kesejahteraan rakyat, tapi kemudian, kesejahteraan pribadi dan orang-orang tertentu yang dihasilkan. Berlibur ke luar negeri, kalau menggunakan uang sendiri ndak apa-apa, tapi kalau menggunakan uang Negara (atau uang rakyat), ini menggunakan kekuasan tidak pada tenpatnya, atau abuse of power. Menyalah gunakan kuasa. Kalau seorang pemimpin, berlibur di luar negeri selama 2 minggu ke Amerika , Jerman, Perancis dan seterusnya membelanjakan jutaan bahkan milyaran uang negara, maka kemakmuran yang dimaksud belum tercapai. Siapa yang makmur ?, yang nampak makmur adalah para pemimpin, ini menyalahi al-Qur-an. Oleh sebab itu seorang pemimpin harus berjuang di jalan Allah bukan di jalan yang lain, kalau memang menginginkan negara yang makmur aman dalam keridhaan Allah swt. .... lah panjang pula.... beresok kita sambung ... Billahil hidayah wat taufiq Wassalam St. Sinaro -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
