Kito tunggu babak berikutnyo...
--------------------------------
Senin, 22/08/2011 15:19 WIB

Tokoh Masyarakat Riau Sayangkan Penyunatan Dana Bantuan Masjid

Chaidir Anwar Tanjung : detikNews

detikcom - Pekanbaru, Sejumlah tokoh masyarakat Riau menyayangkan adanya 
penyunatan dana bantuan untuk masjid oleh oknum birokrat. Inspektorat Provinsi 
Riau diminta untuk melakukan pemeriksaan internal.
 
"Bila memang benar adanya penyunatan dana masjid itu, ini jelas sangat 
keterlaluan. Kalau dana masjid yang tidak lain rumah Allah SWT, berani 
menyunatnya, bagaimana dana-dana lainnya. Kita terpaksa berimajinasi yang 
negatif, sebab dana masjid saja sudah dikorupsi," kata Ketua Forum Komunikasi 
Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Al Azhar dalam perbincangan dengan detikcom, 
Senin (22/8/2011).

Al Azhar yang juga dosen Universitas Islam Riau itu, yakin pemotongan dana 
masjid dari Pemprov Riau bukanlah dari kebijakan pemerintah. Kuat dugaan hal 
itu dilakukan oleh oknum-oknum yang bertugas dalam melayani dana bantuan 
tersebut.
 
"Kita mengharapkan inpektorat harus turun tangan untuk menyelidiki siapa saja 
oknum yang melakukan pungli tersebut. Sebab, pemotongan dana masjid ini sudah 
sangat luar biasa beraninya. Motong dana masjid saja sudah tidak punya beban 
apapun. Inilah persoalan mentalitas pejabat kita saat ini," kata Al Azhar.

Sebelumnya, pengurus masjid Al Jihad di Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan 
Tampan, Pekanbaru mengaku mendapatkan dana bantuan masjid sebesar Rp 7,5 juta. 
Namun dana sampai ke tangan mereka hanya Rp 5 juta. Sisa Rp 2,5 juta disunat 
dengan alasan adanya dana administratif di Biro Keuangan Pemprov Riau.

Menurut Ketua Dewan Kesenian Riau, Edi Ahmad RM, tokoh masyarakat Riau lainnya, 
mestinya persoalan ini menjadi perhatian serius pihak penegak hukum di Riau. 
Pemotongan dana bantuan itu bisa ditelusuri siapa yang melakukan penyunatan 
tersebut.
 
"Kita malah curiga jangan-jangan kondisi yang sama juga dirasakan pengurus 
masjid lainnya. Hanya saja pengurus masjid banyak yang tidak berani 
mengungkapkan ke publik. Gubernur Riau Rusli Zainal harus peka terhadap masalah 
seperti ini. Tindak tegas bila memang ada oknum yang bermain. Itupun kalau ada 
niat dari pimpinannya. Kalau tidak, ya sama sajalah atasan dengan bawahannya," 
kata Edi.

Kepala Biro Humas Pemprov Riau, Chairul Riski saat dikonfirmasi mengatakan, 
Pemprov Riau memang menganggarkan dana bantuan tempat ibadah. Dana itu 
diperuntukan bagi pembangunan sarana ibadah serta pengurus tempat ibadah. Namun 
Pemprov Riau tidak pernah melakukan pemotongan dana bantuan tersebut.
 
"Kalau sekarang ada dugaan salah satu masjid disunat dananya, kita akan 
melakukan chek, siapa pelaku pemotongan dana tersebut," kata Riski.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke