Mancaliak Pasa Raya dari jaman katumba (ambo remaja) sampai kini nan buliah 
dikatokan "land mark" pusek perekonomian (pasar) kota Padang indak barubah 
wajahnyo sampai kini...lah semrawut, pedagang kaki limo tumpah ruah maokupasi 
jalan nan mambalah pasa raya tu mulai pedagang buah, pakaian, kaset2 VCD 
bajakan sampai ka tukang ubek

Dek lah takah itu bajibunnyo pedagang nan maokupasi badan jalan tantu berdampak 
seringnyo konflik atau bentrok antaro pedagang jo aparat

Nampaknyo pasa raya ko paralu ∂ï remajakan paling tidak dalam konsep pasa 
tradisional nan semi modern dengan memberikan porsi labiah banyak pedagang2 
kecil tapi tertib, terarur pedagang dan pembeli meraso nyaman babalanjo 
samantaro arus lalu lintas dan parkir indak semrawut

Adiak kelas ambo punyo konsep dan spesialis meremajakan pasa ko manjadi pusat 
perdagangan Ɣªήğ  tertib, aman, bersih, lancar dan jauh dari bentrokan antaro 
pedagang kaki limo jo aparat

Investasi murni dari pihak investor dengan pola BOT (Build of Transfer ?) 
Aratinyo pihak Pemkot hanyo manyadiokan lahan,  hukum dan regulasi, lalu 
salamo 25 tahun dikelola oleh investor, setelah itu diserahkan ke Pemda atau 
bisa dipapanjang tergantung bunyi kontrak atau kesepakatan

Pengalamannyo ∂ï jawa lah malang melintang mambuek konsep pasa tradisional semi 
modern ko nan makomadasi semua pedagang diberbagai level dan cukuik sukses, 
Pihak pemda/pemkot indak paralu kalang kabuik manyadiokan anggaran dari APBD 
cukuik memberikan jaminan legalitas/payung hukum serta lahan dan manjago 
situasi kondusif

Kalau mode iko juo taruih pasa raya akan tajadi juo (kambuhan) bentrokan baik 
jo aparat, sesama pedagang dan urang2 bagak pasa nan manguasai lapak2


Mudah2an pihak Pemkot Padang harus mulai meremajakan pasa raya Padang ko 

Sebagai pembanding iko ampia samo jo pasa pusek Pekanbaru nan dulu semrawut, 
tapi sajak diremajakan/direnovasi manjadi pasa tradisional semi  modern lah 
muali agak tertib dan aman lah jarang tadanga tajadi bentrokan

Arus lalu lintas keluar masuk pasar lancar, parkir luas, pedagang tertata 
diruko2 nan mengelilingi bangunan utamo, pedagang kaki limo dapek tampek baitu 
juo los-los kebutuhan konsumsi sahari2 ado pulo tampeknyo

Wass-Jepe

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: ajo duta <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 1 Sep 2011 08:56:57 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Lebaran, Pedagang Bentrok Dengan Aparat Keamanan

Ma tu "bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakaik"???

On 8/31/11, andi ko <[email protected]> wrote:
> Lebaran, Pedagang Bentrok Dengan Aparat Keamanan
>
> | Benny N Joewono
>
> Kamis, 1 September 2011 | 00:01 AM
>
> 
>
> Ilustrasi
> Photo:
>
> PADANG, KOMPAS.com - Ratusan orang pedagang Pasar Raya Padang,
> Sumatera Barat, bentrok dengan aparat keamanan dari Satuan Polisi
> Pamong Praja, petugas Dinas Perhubungan dan anggota kepolisian saat
> lebaran Idul Fitri 1432 H, Rabu (31/8/2011).
>
> Bentrokan terjadi ketika aparat keamanan memasang pagar dan menggusur
> pedagang di Pasar Raya. Sebelumnya di simpang masuk Pasar Inpres atau
> di depan bioskop Raya, aparat langsung dihadang ratusan orang pedagang
> sambil membawa batu, kayu dan bom melotov.
>
> Aksi baku pukul dan lempar batu tidak terhindarkan. Para pedagang dan
> aparat keamanan akhirnya bentrok. Pedagang terdesak ke dalam kios
> Pasar Raya, mereka langsung memblokir jalan dengan meletakkan dua bak
> sampah di tengah jalan dan sebagian pedagang membakar sampah agar
> aparat tidak bisa masuk.
>
> Namun akhirnya polisi dibantu aparat keamanan lainnya berhasil
> menguasai situasi dan areal pasar sehingga bentrokan dapat diakhiri.
> Penggusuran ini dilakukan Pemerintah Kota Padang karena pasar tersebut
> yang sempat rusak akibat gempa 2009 akan dibangun kembali.
>
> "Kita hanya mengamankan aksi pedagang Pasar Raya yang mau menghadang
> pemasangan pagar di Pasar Inpres," kata Kabag Operasional Polresta
> Padang Kompol Ary Yuswan.
>
> Menurutnya, untuk pengamaan kita menurunkan beberapa orang anggota
> polisi ke lokasi tersebut serta membawa mobil water cannon. "Kita
> ingin mencegah bentrokan sehingga terpaksa menyemprotkan gas air mata
> ke arah pedagang," katanya.
>
> Berdasarkan informasi, akibat bentrokan itu, puluhan orang pedangan
> mengalami luka-luka akibat kena lemparan batu, dan saat ini mereka
> melaporkan peristiwa itu kepada Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM
> (PBHI) Sumbar.
>
> Sementara itu, dari aparat keamanan sedikitnya lima orang anggota
> Satpol PP Padang mengalami luka-luka. Kepala Dinas Pasar Raya Padang
> Budhi Herwanto juga menjadi korban karena sempat dikeroyok pedagang.
>
> Selain itu, salah seorang kameramen Padang TV, yakni Rio cedera
> terkena lembaran batu. PMI Padang membawa kameramen tersebut ke salah
> satu rumah sakit.
>
> Hingga malam ini, kondisi Pasar Raya Padang dijaga puluhan anggota
> kepolisian serta Satpol PP. Pasar Raya saat ini gelap gulita karena
> listrik dipadamkan ihak PLN untuk menhindari terjadinya kebakaran.
>
> --
> Sent from my mobile device
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"Kepedulian terhadap ranah Minang adalah salah satu misi RantauNet. Yayasan
Palanta RantauNet (YPRN) dimaksudkan untuk menyalurkan kepedulian itu.
Salurkan zakat, infaq dan sadaqah sanak antaranya melalui YPRN, rekening No.
0221919932 Bank BNI"

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke