Ass.ww.

Maaf sato pulo saketek, sekedar carito di hari rayo nan bahagia iko, sambia 
makan lamang tapai.

Kalau dibaco dan dipelajari sejarah masuknya Islam di Wilayah-wilayah Indonesia 
Indonesia, Tidak dapat dipungkiri bahwa hampir semuanya dibawa dan dikembangkan 
oleh para AULIA-AULIA Allah, para Waliullah yang bergelar Syech Saidi seperti 
halnya Syekh Burhanuddin di Ulakan Pariaman yang berguru Syekh Abdul Rauf 
Singkel yang merupakan murid dari Hamzah Fansuri, Samsuddin pasai, Nuruddin Ar 
Raniri, Para Datuk dari Minangkabau yang mengislamkan Raja Goa Makassar dan 
tanah Bugis, Datuk Karamat di tanah kaili, Syekh Yusuf di Makassar  serta  wali 
Songo di Tanah Jawa.
Artinya mereka adalah orang-orang pilihan yang mengamalkan ajaran Islam secara 
keseluruhan (Kaffah)selain Ilmu Syariat yang kuat, Pengamal Tariqatullah, 
hakekat serta secara rohani telah pula sampai pada jenjang Ma'rifat. Selain  
senantiasa melaksanakan seluruh ketentuan syariat dan amalan Dzikrullah yang 
maha akbar dan maha agung melalui Metode Tariqatullah yang intinya murni 
bersumber dari Islam, seperti yang dicontohkan junjungan Nabi besar Muhammad 
SAW ( Prof. Dr. jamaan Nur, 2008)

Tentulah hal-hal yang banyak terjadi pada umat Islam yang "mengaku" sebagai  
pengikut Muhamammad sejati yang selalu ribut mempersoalkan perbedaan kilafiah 
TIDAK AKAN BERLAKU  pada para Waliullah ini serta pengikutnya. 
Misalnya saja  banyak orang yang Rajin Sholat, tetapi dengan sholatnya itu 
tidak mencegah dia dari perbuatan keji dan Mungkar ( Q.S. Al Ankabut 45), Atau 
melaksanakan Sholat tetapi tidak pernah merasakan khusuk di dalam sholatnya, 
atau melaksanakan haji tetapi tidak pernah berperilaku sebagai orang yang 
mendapatkan haji mabrur, atau melaksanakan puasa tapi tidak meningkatkan 
takwanya (Q.S. Albaqarah 2 : 183), maka kasus-kasus seperti ini tentu perlu 
dipertanyakan.

Kalau seluruh perintah Allah ini dilaksanakan secara benar (menurut kemauan 
Allah, bukan menurut cara kita sendiri) tentulah tidak perlu sekarang ini 
pemerintah kasak kusuk mencari alternatif untuk mengatasi persoalan merosotnya 
moral/ akhlak atau Character misalnya dengan "Program Pendidikan Character" di 
sekolah-sekolah bahkan di perguruan Tinggi. Insyaallah dengan pengamalan Islam 
secara Kaffah seperti yang dicontohkan oleh para Waliullah tersebut akan 
terbentuk manusia-manusia yang Berakhlakul karimah, Khairu Ummah, Rahmatan lil 
Alamin serta Khalifatullah Firad yang " Tidak Gentar dengan berbagai Perubahan  
hingga akhir zaman.



Wassalam,
Maaf Lahir dan bathin
Selamat hari raya Idul Fitri 1432 H.

Prof. Dr. Ramadhanil Pitopang
Palu- 47 tahun.. 





Perkembangan Islam yang rata-rata jauh sebelum abad ke 17 ini tentu mereka 
bukan penganut "WAHABI" yang sekarang 

--- Pada Kam, 1/9/11, andi ko <[email protected]> menulis:

> Dari: andi ko <[email protected]>
> Judul: [R@ntau-Net] Sejarah Pengembangan Islam di Kubuang Tigobaleh oleh 
> Syekh Imam Marajo
> Kepada: "RantauNet" <[email protected]>
> Tanggal: Kamis, 1 September, 2011, 4:00 AM
>  Kubuang Tigobaleh
> 
> Sejarah Pengembangan Islam di Kubuang Tigobaleh oleh Syekh
> Imam Marajo
> 
> Kota Solok  Wisata Petualangan  Oleh : Yulicef
> Anthony  407 klik
> 
> Beberapa waktu lalu Padang Ekspres mempersembahkan rubrik
> religi
> sejarah pengembangan Islam di Solok pada ke 16-17 M oleh
> Syekh Angku
> Balinduang asal Nagari Talang, Kabupaten Solok,  dimasa
> kejayaannya
> beliau juga dikenal sebagai salah-satu orang keramat yang
> memiliki
> banyak keistimewaan.  Selain mengembangkan Islam, beliau
> mampu
> menghalau bala dengan berlari dan berkuda diatas padi,
> memiliki suara
> merdu saat mengumandangkan adzan.  Sejarah ini hingga
> sekarang
> melegenda secara turun-temurun ditengah-tengah masyarakat
> Talang,
> makam Angku Balinduang dianggap sebagai Tampat (makam)
> keramat.
> 
> Kali ini kami mencoba mengajak anda mengintip sejarah
> religi di Nagari
> Gauang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.  tentang
> pengembaraan
> seorang mursyid Syekh Imam Marajo dalam mengembangkan Islam
> di luhak
> termuda Kubuang Tigobaleh (Solok Salayo, Guguak si
> Jawi-jawi, Gaung
> dan Panyakalan, Cupak dan Gantung Ciri, Sirukam, Supayang,
> Kinari,
> Muaro Paneh dan Sariek Alahan Tigo), Talang Talago Dadok,
> Sirukam Saok
> Laweh dan daerah lainnya. Pengembaraan yang cukup berliku,
> penuh
> tantangan dan hambatan.  Untuk mengembangkan Islam, Syekh
> Imam Marajo
> di setiap sudut perkampungan di Solok bangun Surau sebagai
> sarana
> ibadah, ia bisa terbang ke Aceh dan Mekkah dengan
> menggunakan tikar
> sholat. Memiliki banyak murid yang tersebar hingga ke
> berbagai
> pelosok, menganut tarekat Satariyah.
> 
> Tokoh Ulama Nagari Gauang, Aditiawarman Dt. Kayo,
> mengatakan, riwayat
> Imam Marajo dulu pernah disepakati dalam sebuah pertemuan
> Ulama
> Sumatra Barat sekitar 42 tahun silam, lahir di Gauang Batu
> Tagak tahun
> 1490 dengan nama Marah Husin Bin Abdul Musahar. Selama
> belasan tahun
> merantau ke Pariaman, dan bersama Syekh Burhanuddin belajar
> agama ke
> Abdul Rauf di Aceh dan ke Mekkah.
> 
> Imam Marajo kembali ke Gauang sekitar tahun 1531, kebetulan
> saat
> beliau datang warga di daerahnya masih menganut animisme,
> menyembah
> roh-roh halus, mempercayai tempat-tempat sakti sebagai
> pemberi
> kekuatan. Kemana pergi selalu mengenakan jubah putih dan
> sorban,
> kopiah berwarna merah, dan membawa sebuah tongkat. 
> Awalnya banyak
> pertentangan muncul dari berbagai kalangan, terutama kaum
> adat yang
> menganggap aliran Imam Marajo dapat merusak tradisi para
> leluhur.
> Namun berkat sabar menghadapi segala hambatan dan
> rintangan, sembari
> perlahan-lahan memberikan pemahaman bahwa Islam itu agama
> yang
> sempurna, Imam Marajo akhirnya menjadi guru.
> 
> System pergerakan yang dilakukannya tak jauh berbeda dengan
> guru besar
> Syekh Burhanuddin, sehingga setelah berhasil menyebarkan
> Islam di
> Gauang, beliau pun mendirikan sebuah Surau, selanjutnya
> dijadikan
> Masjid Gauang. Menurut riwayat, tonggak ambacu (tiang
> utama) Masjid
> Gauang dahulunya hanya didirikan seorang diri oleh Imam
> Marajo dengan
> menggunakan sehelai akar kayu dari hutan, setelah tiga
> masyarakat
> nagari (Gauang, Panyakalan, Saok Laweh) menyatakan angkat
> tangan untuk
> melakukannya. Sampai sekarang tonggak tuo tersebut masih
> terlihat
> berdiri kokoh menyangga bangunan Masjid Gauang, dan menjadi
> saksi bisu
> atas sejarah Imam Marajo.
> 
> Menurut Aditiawarman Datuk Kayo, Imam Marajo memiliki
> tongkat yang
> pada sewaktu-waktu bila dihempaskan ke tanah dapat
> mengeluarkan air,
> hal ini dibuktikan dengan sumber mata air di sebuah kolam
> dekat Masjid
> Raya konon dahulunya terpancar dari tancapan tongkat
> beliau. Kala itu
> masyarakat kesulitan mencari air untuk berwuduk, lantas
> Imam Marajo
> menancapkan tongkatnya ke tanah, karena izin Allah SWT
> semuanya tak
> ada yang mustahil.
> 
> “Konon Imam Marajo pernah memelihara ikan laut jenis
> bada maco di
> kolamnya, sehingga masyarakat pun takjub. Pada
> sewaktu-waktu bada maco
> itu akan bisa saja kembali muncul di kolam beliau, dan
> fenomena itu
> dapat dilihat oleh siapa saja. Semua kesaktian dibuktikan
> Imam Marajo
> tak lain demi meningkatkan keimanan umat pada Allah SWT, 
> sesungguhnya
> bagi Allah SWT tak ada yang mustahil. Bukan untuk
> membanggakan diri
> bagi beliau,†Ujar Aditiawarman.
> 
> Imam Marajo juga disebut-disebut  bisa terbang ke Mekah
> dengan
> sajadah, serta pernah berkelahi dengan harimau. Harimau itu
> kemudian
> dipukul dengan tongkat dan akhirnya menjadi manusia.
> Manusia jelmaan
> harimau itu kemudian diislamkan, dan menjadi murid beliau.
> Imam Marajo
> juga diyakini memiliki kekuatan lebih, sehingga mampu
> mengangkut kayu
> dalam jumlah besar dari hutan untuk material pembangun
> masjid di
> berbagai daerah. Sebagaimana Masjid Lubuk Sikarah Kota
> Solok sekarang,
> menurut sejarah proses pembangunannya tak terlepas berkat
> bantuan Imam
> Marajo.
> 
> Setelah mengembangkan Islam di Nagari Gauang dan sejumlah
> nagari
> tetangga lainnya, beliau juga akhirnya berhasil
> mengislamkan Kubung
> Tigo Baleh sekitar tahun 1545. Jumlah pengikutnya mencapai
> ribuan
> orang, diantaranya juga ada dari luar Solok seperti
> Sijunjung, Jambi,
> dan Riau. Pusat pengembangan Islam waktu itu bertempat di
> Nagari
> Gauang, berbagai kegiatan keagamaan pun kian semarak hampir
> diseluruh
> penjuru.  Seluruh surau dan Masjid aktif, di bulan-bulan
> besar islam
> dilaksanakan rutual keagamaan, sebagaimana di Minangkabau
> berfalsafah
> ‘adat basandi syara, syara basandi
> kitabllah’.
> 
> Khususnya Di hari maulid nabi Muhammad SAW, masyarakat
> menggelar
> tardisi mauluik dengan kitab barazanzi sembari diiringi
> rebana, rayo
> tampek (berziarah kubur) selama sepekan penuh pasca Hari
> Raya Idul
> Fitri yang diikuti seluruh warga, tolak bala dimalam hari
> dengan
> mengibarkan alam-alam (bendera putih bertuliskan tulisan
> arab),
> baratik dan berzikir, perkauran massal menjelang turun ke
> sawah, serta
> berbagai ritual lainnya.
> 
> Imam Marajo memiliki sejumlah murid terkenal antara lain,
> Syeh
> Muchsin, Pakiah Majo Lelo. Syech Kukut dan lain sebagainya.
> Imam
> Marajo meninggal dunia dalam usia 200 tahun dan dimakamkan
> di Balai
> Tangah, Jorong Bansa, Nagari Gauang, Kecamatan Kubung
> Kabupaten Solok.
> Komplek pemakaman dipugar dengan bagonjong, persinya
> dibagian pusara
> dipasangkan kelambu dari kain putih sebagai simbol
> kesucian. Tiap-tiap
> setahun sekali, makam Syekh Imam Marajo dijadikan tempat
> Bersafa kecil
> sebelum bersafa besar ke Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan
> Pariaman.
> Kegiatan Bersafa disemarakkan juga dengan selawat dulang,
> nyanyian
> arab diiringi musik rebana. Begitupun tempat berkaul bagi
> anak-cucu
> sekarang atas berbagai permohonan pada Allah SWT.
> 
> Walinagari Gauang, Adinar Pakiah Marajo menyebutkan,
> kemampuan Imam
> Marajo memang sulit diterima dengan logika, namun, riwayat
> itu dahulu
> sudah disepakati bersama para ulama. Basafa dilaksanakan
> sebagai
> bentuk penghargaan atas jasa Imam Marajo dalam
> mengembangkan agama
> Islam di Kabupaten Solok, sementara berkaul dijadikan
> tradisi sejak
> dahulunya. Tak heran bila agama sampai sekarang cukup
> kental di
> Gauang, begitupun adat dan istiadatnya, sebab di bumi
> Gauang tersimpan
> sejarah religi yang tak ternilai. (Yulicef Anthony)
> 
> [ Red/Muslim ]
> 
> -- 
> Sent from my mobile device
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan
> di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta
> R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim
> melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata!
> Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan
> reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply
> email lama & mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke