Mudah2an menjadi perhatian bagi kita semua...sehingga masalah keruh ini dapat 
terselesaikan secara jernih..

salam

Dany

  

Jangan Anggap Pedagang sebagai Musuh        
Senin, 05 September 2011 03:24  
“TRAGEDI LEBARAN” DI PASAR RAYA
PADANG, HALUAN—Pascabentrok antarpedagang Pasar Raya  Padang dengan petugas 
gabungan di kawasan Pasar Baru di samping SMAN 1  Padang, Rabu (31/8) lalu, 
pada 
Minggu (4/9) sore, kondisi di lokasi  bentrokan berjalan normal, kendati tempat 
jualan pedagang telah dipagar  oleh Pihak Pemerintah Kota (Pemko) Padang.
Setelah bentrok tersebut, sekitar 80 personil dari Brimob Polda  Sumbar, 
Polresta Padang dan TNI berjaga-jaga di kawasan Pasar Raya  Padang. Namun 
selang 
dua hari, karena telah aman, maka petugas tersebut  ditarik kembali. 

Beberapa pedagang yang tempatnya dilokalisir tersebut, tetap memilih  berjualan 
dengan mencari lokasi di emperan jalan-jalan dan trotoar. Dari  pengakuan 
pedagang, semenjak “Tragedi  Lebaran” itu, pendapatan  pedagang menurun 
dranstis. Pembeli sepi.

“Pembeli enggan datang ke Pasar Raya atau mungkin masih suasana  Lebaran, sejak 
aksi brutal petugas itu, masyarakat yang datang ke pasar  menurun. Dan 
akibatnya, jual beli berkurang,” kata Mualimah, 56 tahun,  salah seorang 
pedagang yang lapaknya dipagar aparat, Minggu.

Mualimah (56), mengetahui pemagaran terhadap lapak galeh­nya oleh  Pemko Padang 
keesokan harinya. “Saya terkejut ketika tiba di pasar pagi  harinya, ternyata 
tempat sehari-hari berjualan sudah di pagar. Maka dari  itu, saya terpaksa 
mencari tempat yang lain untuk berjualan, karena  kalau tidak berjualan dari 
mana saya dan keluarga mendapatkan uang,”  kata warga Seberang Padang ini. Ia 
sendiri tak
Sebelumnya, saat seluruh umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri,  terjadi 
pedagang Pasar Raya Padang bentrok dengan aparat gabungan yang  terdiri dari 
Satpol PP, Polisi, Pemadam Kebakaran, dan Dinas  Perhubungan. Kejadian ini 
bermula saat pemerintah Kota Padang hendak  membongkar kios Pasar Inpres I, II 
dan III di Jalan Sandang Pangan,  Pasar Raya Padang.

Dari pantauan Haluan di lapangan pukul 15.00, Rabu (31/8) di  simpang masuk 
Pasar Inpres atau di depan Bioskop Raya Teater, aparat  gabungan dihadang 
ratusan pedagang dengan membuat blockade dari  ban bekas serta sampah yang 
dibakar untuk menghalangi jalannya  pembong­karan. Bahkan sejumlah perem­puan 
tidur di jalan menghalangi  mobil Water Canon Polisi.
Para pedagang yang mengha­langi kemudian disemprot oleh Mobil Pemadam Kebakaran 
dan Water Canon.  Pedagang lainnya membalas dengan lemparan batu. Lempar dan 
aksi pukul  pun tak terelakkan. Polisi lalu melepaskan tembakan gas air mata. 
Karena  kalah banyak, pedagang akhirnya mundur.
Aksi bentrokan mengaki­batkan 19 orang luka-luka, 14 orang di pihak pedagang 
dan 
5 orang dipihak di Satpol PP.

“Jatuhnya korban karena sikap kasar dan represif aparat. Aparat yang  pertama 
kali memukul kami (pedagang). Saat kami tidur di jalan untuk  menghalangi mobil 
Water Canon masuk, kami ditarik dan dipukul,” kata  Yenni Marwati, (38), 
ditemui 
Haluan di Kantor PBHI saat melaporkan tindakan kekerasan aparat.
“Kami tidak menyangka akan dipukuli, bahkan yang pertama kali  melakukan 
pemukulan adalah seorang pejabat. Saya masih ingat yang  memukul saya Kadis 
Perhubungan Firdaus Ilyas, Kadis Pemadam Kebakaran  Budhi Herwanto, dan Kasat 
Pol PP Kota Padang Yadrison. Ini sangat  memprovokasi bentrokan,” kata Yenni 
yang mengalami luka memar di tangan  dan kepala.
Menindaklanjuti laporan peda­gang, PBHI akan melaporkan tindak kekerasan yang 
dialami pedagang ke Polda Sumbar.
Kecam Walikota 
Aksi pembongkaran yang dinilai secara tiba-tiba tanpa koordinasi  dengan pihak 
pedagang, dinilai sangat tidak sesuai dengan prosedur.  Apalagi tindakan ini 
dinilai juga telah melukai perasaan umat Islam yang  sedang mera­yakan hari 
kemenangan.
Ketua DPD Partai Golkar Padang, Wahyu Iramana Putra mengecam  terjadinya 
bentrokan antara aparat gabungan dengan pedagang di tengah  perayaaan Idul 
Fitri.
“Pemko Padang dan aparat telah melukai hati umat Islam. Penggusuran  dilakukan 
di saat hari raya Idul Fitri. Seharusnya hari yang suci ini  dijadikan sebagai 
komunikasi dan mencari jalan keluar dari kekisruhan  Pemkot dengan pedagang 
selama ini. Namun Walikota bertindak secara  sepihak padahal permasalahan 
dengan 
pedagang belum disele­saikan dengan  baik,” kata Wah­yu Iramana Putra.
Menurut Wahyu, Walikota Padang, Fauzi Bahar sebagai pemimpin jangan  menganggap 
pedagang sebagai musuh, tetapi tuntunlah mereka dalam sebuah  kesejahteraan dan 
lakukan komu­ni­kasi yang baik kepada rakyat.
“Pemkot Padang sudah tidak punya hati nurani, warganya ditembaki,  dipukul dan 
dijambak rambutnya. Tidak hanya laki-laki kaum perempuan pun  mendapat 
perlakukan yang sama, sehingga 14 pedagang harus dirawat  intensif di tiga 
rumah 
sakit berbeda. Setelah bentrokan polisi juga  melakukan penangkapan kepada tiga 
orang pedagang dan satu mahasiswa ,”  sesal Wahyu.
Bantah
Kasat Pol PP Kota Padang Yadrison membatantah, pemu­kulan terhadap pedagang tak 
pernah terjadi.
“Saya membantah pemukulan tersebut dilakukan oleh saya. Semenjak  bekerja 
sebagai Kasat Pol PP Kota Padang, saya tidak pernah memukul  masyarakat Kota 
Padang,” kata Yadrison.

Dijelaskannya, memang pada saat itu Personil Pol PP Kota Padang  berdiri paling 
depan, sementara petugas polisi dan TNI berada di  belakang. Maka dari itu, 
pedagang berasumsi yang melakukan pemukulan  tersebut dilakukan oleh anggota 
Pol 
PP.
Sementara itu, Kapolresta Padang Kombes Pol. Moch Seno Putro  mengungkapkan, 
pihaknya ikut dalam pengamanan tersebut dikarenakan pihak  Pemko me­minta 
bantuan kepada polisi untuk melakukan pengamanan dalam  pemagaran di Pasar 
Raya. 
“Kami tidak ada melakukan kekerasan dalam  pengamanan itu,” kata Seno.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang  Padang Andri 
Chaniago mengecam keras Insin­den Lebaran itu. Andri  mengata­kan, persoalan 
Pasar Raya Padang harus diselesaikan dalam tempo  yang sesingkat-singkatnya 
karena sangat berpengaruh terhadap  perekonomian masyarakat.
“Kepada pihak-pihak yang terlibat dengan kisruh Pasar Raya diminta  menahan 
diri, karena tindakan anarkis tidak akan menyelesaikan persoalan  dan tidak 
represif terhadap pedagang,” kata Andri.  (h/nas/ang/naz)

http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8198:jangan-anggap-pedagang-sebagai-musuh&catid=1:haluan-padang&Itemid=70

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke