Sia nan sato mamiliah WAKO JO WAWAKO kini ko katiko PILKADA dulu?.....
baa mangko kini manyasa?.....
iko di nagari urang KL dan BKK indak ado urang mamburu rang manggaleh do...

EBR,54thn
sadang di Petchburi, BKK



________________________________
Dari: ardian hamdani <[email protected]>
Kepada: rantau net <[email protected]>
Dikirim: Senin, 5 September 2011 13:06
Judul: [R@ntau-Net] berita ; Jangan Anggap Pedagang sebagai Musuh


Mudah2an menjadi perhatian bagi kita semua...sehingga masalah keruh ini dapat 
terselesaikan secara jernih..

salam

Dany

  

Jangan Anggap Pedagang sebagai Musuh        
Senin, 05 September 2011 03:24  
“TRAGEDI LEBARAN” DI PASAR RAYA
PADANG, HALUAN—Pascabentrok antarpedagang Pasar Raya Padang dengan petugas 
gabungan di kawasan Pasar Baru di samping SMAN 1 
Padang, Rabu (31/8) lalu, pada Minggu (4/9) sore, kondisi di lokasi 
bentrokan berjalan normal, kendati tempat jualan pedagang telah dipagar 
oleh Pihak Pemerintah Kota (Pemko) Padang.
Setelah bentrok tersebut, sekitar 80 personil dari Brimob Polda 
Sumbar, Polresta Padang dan TNI berjaga-jaga di kawasan Pasar Raya 
Padang. Namun selang dua hari, karena telah aman, maka petugas tersebut 
ditarik kembali. 
Beberapa pedagang yang tempatnya dilokalisir tersebut, tetap memilih 
berjualan dengan mencari lokasi di emperan jalan-jalan dan trotoar. Dari 
pengakuan pedagang, semenjak “Tragedi  Lebaran” itu, pendapatan 
pedagang menurun dranstis. Pembeli sepi.

“Pembeli enggan datang ke Pasar Raya atau mungkin masih suasana 
Lebaran, sejak aksi brutal petugas itu, masyarakat yang datang ke pasar 
menurun. Dan akibatnya, jual beli berkurang,” kata Mualimah, 56 tahun, 
salah seorang pedagang yang lapaknya dipagar aparat, Minggu.

Mualimah (56), mengetahui pemagaran terhadap lapak galeh­nya oleh 
Pemko Padang keesokan harinya. “Saya terkejut ketika tiba di pasar pagi 
harinya, ternyata tempat sehari-hari berjualan sudah di pagar. Maka dari itu, 
saya terpaksa mencari tempat yang lain untuk berjualan, karena 
kalau tidak berjualan dari mana saya dan keluarga mendapatkan uang,” 
kata warga Seberang Padang ini. Ia sendiri tak
Sebelumnya, saat seluruh umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri, 
terjadi pedagang Pasar Raya Padang bentrok dengan aparat gabungan yang 
terdiri dari Satpol PP, Polisi, Pemadam Kebakaran, dan Dinas 
Perhubungan. Kejadian ini bermula saat pemerintah Kota Padang hendak 
membongkar kios Pasar Inpres I, II dan III di Jalan Sandang Pangan, 
Pasar Raya Padang.

Dari pantauan Haluan di lapangan pukul 15.00, Rabu (31/8) di simpang masuk 
Pasar Inpres atau di depan Bioskop Raya Teater, aparat 
gabungan dihadang ratusan pedagang dengan membuat blockade dari ban bekas serta 
sampah yang dibakar untuk menghalangi jalannya 
pembong­karan. Bahkan sejumlah perem­puan tidur di jalan menghalangi 
mobil Water Canon Polisi.
Para pedagang yang mengha­langi kemudian disemprot oleh Mobil Pemadam Kebakaran 
dan Water Canon. Pedagang lainnya membalas dengan lemparan batu. Lempar dan 
aksi pukul 
pun tak terelakkan. Polisi lalu melepaskan tembakan gas air mata. Karena kalah 
banyak, pedagang akhirnya mundur.
Aksi bentrokan mengaki­batkan 19 orang luka-luka, 14 orang di pihak pedagang 
dan 5 orang dipihak di Satpol PP.

“Jatuhnya korban karena sikap kasar dan represif aparat. Aparat yang 
pertama kali memukul kami (pedagang). Saat kami tidur di jalan untuk 
menghalangi mobil Water Canon masuk, kami ditarik dan dipukul,” kata 
Yenni Marwati, (38), ditemui Haluan di Kantor PBHI saat melaporkan tindakan 
kekerasan aparat.
“Kami tidak menyangka akan dipukuli, bahkan yang pertama kali 
melakukan pemukulan adalah seorang pejabat. Saya masih ingat yang 
memukul saya Kadis Perhubungan Firdaus Ilyas, Kadis Pemadam Kebakaran 
Budhi Herwanto, dan Kasat Pol PP Kota Padang Yadrison. Ini sangat 
memprovokasi bentrokan,” kata Yenni yang mengalami luka memar di tangan 
dan kepala.
Menindaklanjuti laporan peda­gang, PBHI akan melaporkan tindak kekerasan yang 
dialami pedagang ke Polda Sumbar.
Kecam Walikota 
Aksi pembongkaran yang dinilai secara tiba-tiba tanpa koordinasi 
dengan pihak pedagang, dinilai sangat tidak sesuai dengan prosedur. 
Apalagi tindakan ini dinilai juga telah melukai perasaan umat Islam yang sedang 
mera­yakan hari kemenangan.
Ketua DPD Partai Golkar Padang, Wahyu Iramana Putra mengecam 
terjadinya bentrokan antara aparat gabungan dengan pedagang di tengah 
perayaaan Idul Fitri.
“Pemko Padang dan aparat telah melukai hati umat Islam. Penggusuran 
dilakukan di saat hari raya Idul Fitri. Seharusnya hari yang suci ini 
dijadikan sebagai komunikasi dan mencari jalan keluar dari kekisruhan 
Pemkot dengan pedagang selama ini. Namun Walikota bertindak secara 
sepihak padahal permasalahan dengan pedagang belum disele­saikan dengan 
baik,” kata Wah­yu Iramana Putra.
Menurut Wahyu, Walikota Padang, Fauzi Bahar sebagai pemimpin jangan 
menganggap pedagang sebagai musuh, tetapi tuntunlah mereka dalam sebuah 
kesejahteraan dan lakukan komu­ni­kasi yang baik kepada rakyat.
“Pemkot Padang sudah tidak punya hati nurani, warganya ditembaki, 
dipukul dan dijambak rambutnya. Tidak hanya laki-laki kaum perempuan pun 
mendapat perlakukan yang sama, sehingga 14 pedagang harus dirawat 
intensif di tiga rumah sakit berbeda. Setelah bentrokan polisi juga 
melakukan penangkapan kepada tiga orang pedagang dan satu mahasiswa ,” 
sesal Wahyu.
Bantah
Kasat Pol PP Kota Padang Yadrison membatantah, pemu­kulan terhadap pedagang tak 
pernah terjadi.
“Saya membantah pemukulan tersebut dilakukan oleh saya. Semenjak 
bekerja sebagai Kasat Pol PP Kota Padang, saya tidak pernah memukul 
masyarakat Kota Padang,” kata Yadrison.

Dijelaskannya, memang pada saat itu Personil Pol PP Kota Padang 
berdiri paling depan, sementara petugas polisi dan TNI berada di 
belakang. Maka dari itu, pedagang berasumsi yang melakukan pemukulan 
tersebut dilakukan oleh anggota Pol PP.
Sementara itu, Kapolresta Padang Kombes Pol. Moch Seno Putro 
mengungkapkan, pihaknya ikut dalam pengamanan tersebut dikarenakan pihak Pemko 
me­minta bantuan kepada polisi untuk melakukan pengamanan dalam 
pemagaran di Pasar Raya. “Kami tidak ada melakukan kekerasan dalam 
pengamanan itu,” kata Seno.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang 
Padang Andri Chaniago mengecam keras Insin­den Lebaran itu. Andri 
mengata­kan, persoalan Pasar Raya Padang harus diselesaikan dalam tempo 
yang sesingkat-singkatnya karena sangat berpengaruh terhadap 
perekonomian masyarakat.
“Kepada pihak-pihak yang terlibat dengan kisruh Pasar Raya diminta 
menahan diri, karena tindakan anarkis tidak akan menyelesaikan persoalan dan 
tidak represif terhadap pedagang,” kata Andri.  (h/nas/ang/naz)

http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8198:jangan-anggap-pedagang-sebagai-musuh&catid=1:haluan-padang&Itemid=70
 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke