Assalamu'alaikum Wr Wb

Sanak JP, sanak Prof. Herman Moechtar, jo sanak-sanak di Palanta 'ko:
Maksud/tujuan saya menampilkan artikel ini hanyalah untuk mengundang beragam 
pendapat, karena forum Palanta ini memang ditujukan untuk itu. Topiknya cocok 
untuk suasana pasca hari raya Idul Fitri, ketika sebagian orang mengenang 
kembali pengalaman mudik ke kampung halaman. Tidak berarti saya setuju dengan 
pendapat Sosiolog
Universitas Andalas, Mira Elfina itu bahwa 
"penampilan masyarakat yang mudik dengan memamerkan status sosial
itu adalah untuk memperlihatkan kepada keluarga atau pada kalangan kerabat dan
masyarakat bahwa status sosial mereka meningkat karena dinilai telah sukses di
rantau". 
Kalau memang sukses, tak usah dipamerkan 'pun orang kampung juga bisa 
'membaca'nya.

Saya menampung pendapat sanak JP:

"Bagi saya pribadi, pamer, malagak, bagaya sebagai manusia Ɣªήğ lemah ∂ï
hadapan Tuhan dengan segala tingkah laku, kelakuan, pola hidup, gaya
hidup, berinteraksi satu sama lain sebagai makhluk sosial maka secara
instingtif dan intuitif manusia itu punya kecendrungan "memamerkan,
melagakan, menggayakan" apa Ɣªήğ dia punya"

dan pendapat sanak Prof.Herman Moechtar:





"Rasanya
tidak ada yang salah ........., biarlah sebagian orang merasa puas menempuh
jalan demikian karena tujuan mereka juga membuat kerabat bangga dan bahagia.
Kita cukup mendoakan semoga mereka berbahagia, dan setidak-tidaknya mereka
harus kita saluti. Bayangkan tidak sedikit orang minang dengan kekayan melimpah
ruah, tapi tidak pernah pulang berlebaran apalagi pulang secara rutin ke
kampung halamannya."

 Salam,Fashridjal M. Noor SidinBdg




--- Pada Rab, 7/9/11, [email protected] <[email protected]> menulis:

Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re: [R@ntau-Net] Momen Lebaran Ajang Pamer Status Sosial
Kepada: "rantaunet rantaunet" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 7 September, 2011, 1:19 PM

 Subject postingan  ïήï ∂ï CC kan kepada saya secara khusus (pribadi) disamping 
ke palanta RN

Saya sendiri rada2 susah menduga....maksud dan tujuannya, tapi saya pikir  ä∂ä 
hubungan ketika urang awak mudik bersama ke ranah minang dengan KRI sempat 
dibahas atau "diotakan" masalah pamer atau dalam bahasa minangnya sepadan 
dengan "malagak" bisa juga "manggaya"

Bagi saya pribadi, pamer, malagak, bagaya sebagai manusia Ɣªήğ  lemah ∂ï 
hadapan Tuhan dengan segala tingkah laku, kelakuan, pola hidup, gaya hidup, 
berinteraksi satu sama lain sebagai makhluk sosial maka secara instingtif dan 
intuitif manusia itu punya kecendrungan "memamerkan, melagakan, menggayakan" 
apa Ɣªήğ  dia punya

Mulai dari barang2 (material), kepandaiannya, keahliannya, kecerdasan, bentuk 
fisiknya dan lain sebagainya Ɣªήğ  bisa jadi bentuk "kekuatan pada dirinya 
sekaligus bentuk kelemahan pada dirinya" jika  ä∂ä orang Ɣªήğ  menilai jika 
kekuatan "malagak, pamer, bagaya" seseorang itu adalah kelemahan dia dengan 
berbagai tolok ukur dan cara memandangnya

Analogi secara sederhana makhluk hidup secara instingtif dan intuitif bisa kita 
saksikan dalam acara2 animal planet/wild life, misalnya seekor burung dia tahu 
kekuatan "pamer, malagak dan gayanya"  ä∂ä pada bulu ekornya maka  ƱЙτüк 
menarik lawan jenisnya maka dia pamer ekor Ɣªήğ  indah  ïήï atau dia tahu 
kekuatan pamernya  ä∂ä pada kicauan Ɣªήğ  merdu,maka dia akan tampilkan

Dalam konten subject  ïήï sisi disamping sisi baik dari "pamer, malagak dan 
bagaya" tentu  ä∂ä sisi buruknya, sekarang tergantung sebara berat kadar 
pamer,gaya dan malagaknya

Bagi saya pamer, malagak dan bagaya itu hak seseorang dengan catatan dia tidak 
mengganggu saya secara gesekan phisik misalnya dia malagak dengan mobil bagus 
tapi rental, lalu ditabraknya saya karena pamer terlalu over dosis

Tapi jika pamer, malagak, bagaya seseorang itu mungkin saya terganggu secara 
psikologis Yäª  apa boleh buat itu resiko Ɣªήğ  saya harus terima mungkin saya 
Iri sama seseorang Ɣªήğ  malagak  ïήï, dia sanggup rental mobil saya tidak, dia 
sanggup beli  ïήï itu sementara saya tidak


Banyak alasan kenapa manusia itu pamer, malagak dan bergaya ∂ï dunia  ïήï 
ketika berinteraksi sosial dan tentu juga banyak dampaknya baik dari segi 
positif maupun segi negatif itu tergantung cara memandang seseorang

Contoh

Mungkin bagi saya sesuatu Ɣªήğ  enak diamati dan terkesan lucu saja dan menarik 
hati saya , ketika seseorang pulang dari rantau sukses lalu pulang kampung 
lebran memakai gelang keroncong banyak berdering2 main ∂ï tangannya dan cincin 
Ɣªήğ  menarik hati semuanya dari emas paling tidak 22 karat

Lalu dia didepan saya bertingkah dan bercilotek seperti  ïήï

"Ondee Jepe jalan kakampuang awak naik turun babelok-belok yo (sambil memainkan 
tangan dan jarinya naik turun secara berlebihan memperkuat bahasa mulutnya 
dengan bahasa tubuhnya dan saya tahu dia ℓągȋ̊  pamer perhiasannya)


Saya hanya bisa tersenyum saja atas "pamer, lagak dan gaya" nya, bisa jadi jika 
 ïήï terjadi pada pirbadi Ɣªήğ  lain akan berkata

"Ongeh bana gaya kau mah piak..mantang2 lah mandapek bahawo bana waden mah, 
jalan nan naik turun jo babelok tapi goyangg tangan jo jari kau nan bakalabihan 
" :-)

Apaboleh buat begitu lah manusia dengan segala kelebihan dan kelemahannya, tapi 
Ɣªήğ  pasti mana Ɣªήğ  lemah sekira itu dosa atau mana Ɣªήğ  kuat sekira itu 
pahala hanya tuhan Ɣªήğ  maha tahu

Secara pribadi seseorang Ɣªήğ  tahu diri, ketika dia sukses, punya keahlian, 
kepintaran, cerdas dan lebih dia tentu akan menempatkan secara proporsional 
pamer, malagak dan bagayanya  ïήï kepada makhluk sesamanya dalam berinteraksi 
sosial (pandai manyuruakan kuku)

Tapi bagi Ɣªήğ  tak tahu diri Yäª  apa boleh buat bisa jadi dia akan petantang 
petenteng pamer, melagak, dan bagaya Ɣªήğ  sekira dilinglkungan dia 
berinteraksi membuat Ɣªήğ  lain jengkel, iri dan merasa ∂ï kompori

Begitulah kira-kira pendapat saya pribadi dan saya sendiri sebagai manusia Ɣªήğ 
 lemah secara instingtif dan intuitif jujur saya sampaikan bahwa saya punya 
kecendrungan  ƱЙτüк pamer, malagak dan bergaya dilingkungan sosial saya 
berinteraksi sesama makhluk manusia..sekali ℓągȋ̊  sesama makhluk manusia tapi 
Ɣªήğ  membedakannya dengan seseorang seberapa berat dan ringan porsi saya  ïήï 
pamer, malagak dan bagaya saya bisa menilainya..orang lain lebih bisa menilai 
ℓągȋ̊ ...ketika  ä∂ä Ɣªήğ  bilang banyak pamer, lagak, jo gaya angku mah Jepe 
tapi disuatu sisi  ä∂ä juga Ɣªήğ  bilang "ondee yo mantapp ambo caliak gaya 
angku jepe....sanang hati den" he he he

Wass-Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  "Fashridjal M. Noor" 
<[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 7 Sep 2011 12:58:49 +0800 (SGT)To: rantaunet 
rantaunet<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Cc: [email protected]<[email protected]>Subject: [R@ntau-Net] Momen 
Lebaran Ajang Pamer Status Sosial
  



Momen Lebaran Ajang Pamer Status Sosial  

Sabtu, 03 September 2011 07:41  

Padang - Sosiolog
Universitas Andalas, Mira Elfina menilai, kendati kewajiban sosial untuk
bersilaturahim sudah terpenuhi, ada kecenderungan tradisi berlebaran sejak
beberapa tahun terakhir dimanfaatkan sebagai ajang pamer status sosial.



"Perilaku pamer status sosial tersebut ditandai dengan pamer kendaraan,
baju baru lengkap dengan pernak-pernik perhiasan dan lainnya," kata Mira
Elfina di Padang, Sumatera Barat, Jumat (2/9).



Ia mengatakan itu, terkait manfaat libur bersama bagi keluarga saat lebaran dan
dampak psikis bagi seseorang yang mempunyai hubungan erat dengan kerabatnya.



Menurutnya, penampilan masyarakat yang mudik dengan memamerkan status sosial
itu adalah untuk memperlihatkan kepada keluarga atau pada kalangan kerabat dan
masyarakat bahwa status sosial mereka meningkat karena dinilai telah sukses di
rantau.



Ironisnya, justru banyak penampilan mereka yang `kamuflase` atau mengelabui
orang ditandai antara lain dengan membawa kendaraan pribadi (kendati dirental),
baju baru dan lainnya.



"Artinya, ketika mudik lebaran, citra dan status sosial perlu terus
dijaga, agar orang di kampung juga menjadi bangga," ujarnya.



Ia meyebutkan, contoh penyewa (rental) mobil yang tiap tahun selalu meminta
agar mobil yang disewanya agar warna catnya tidak diganti, jenis mobil tersebut
harus sama.



Permintaan sewa mobil dengan persyaratan demikian, katanya, penting untuk
mengesankan mereka telah memiliki kendaraan sendiri sekaligus menjaga citra
bahwa dirinya sukses dirantau.



Contoh lainnya, yang dirantau justru berbondong-bondong ke bank atau ke kantor
pos mengirimkan wesel atau belanja lebaran untuk keluarga di kampung, kendati
uang yang dikirim Rp 500 hingga Rp 1 juta .



"Perilaku ini juga memamerkan bahwa mereka telah sukses di rantau hingga
berhasil mengirimkan belanja. Sebaliknya bagi orang di kampung pergi ke kantor
pos untuk mengambil kiriman belanja lebaran tentu akan bangga dan menceritakan
pada orang lainnya bahwa keluarganya dirantau telah sukses hingga berhasil
mengirimkan uang," ujarnya. [TMA, Ant] 



-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/




-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke