HARAPAN DAN SEMANGAT BARU
DALAM MENATAP MASA DEPAN MASYARAKAT ADAT MINANGKABAU Harapan dan semangat baru dalam menatap masa depan masyarakat adat Minangkabau, dengan adanya kesedian para intelektual Minangkabau yang cinta Minang dan Adatnya, baik yang di ranah dan begintu juga yang di rantau bersedia menerima dan memengang Jabatan Niniak Mamak Penghulu Pemangku Adat dari kaumnya masing-masing di Minangkabau. Yang mana pengangkatan serta pelawaan beliau-beliau telah dilaksanakan pada hari raya ini 1432 H di nagari masing-masing di Minangkabau. 34 orang di kanagarian Gurun Luak Tanah Data yang telah di lakanakan pengangkatan dan di Lewakan pada tgl 3 September 2011, dan Konon 43 orang di Kangarian Magek Luak Agama, yang di tegakan dan di Lewakan pada hari ini Minggu tgl 11 September 2011, dan begitu juga Bapak Ir.Dodi Yusman Sekjen MAPPAS dari Sianok telah di lewakan pula dengan Gelar Dt.Rajo Panghulu Nan Tinggi dari suku beliau di Sianok Luak Agam Maka kami Atas Nama Lembaga Adat Kebudayaan Minangkabau (LAKM) Jakarat, dengan ini mengucapkan Selamat atas pengangkatan dan telah di Lewakannya beliau-beliau sebagai Penghulu Pemangku Adat Nan Bagala Datuak, kami mendoakan semoga beliau-beliau itu dapek melaksanakan amanah yang telah di terima sesuai dengan sumpah jabatan yang telah di ucapkan, dan semoga pula Allah S.W.T. akan memberkan bimbingan serta kemudahan dalam menjalankan amanah tersebut ,amin. Dan hal ini mudah-mudahan dapat pula memberikan dorongan serta menimbulkan harapan dan semangat baru untuk menyonsong masa depan kehidupan beradat masyarakat Minangkabau sehingga kelangsungan kehidupan beradat masyarakat Minang di masa mendatang akan lebih baik. Apa lagi beliau-beliau itu telah menggucapkan sumpah jabatan, dibawah nangko kami akan mencoba menuliskan sumpah jabatan penghulu-penghulu yang telah di ucapankan sewaktu pelewaan di nagari Gurun Luah Tanah Data, kira-kira seperti dibawah ini: Panca setia di Minangkabau yang didasarkan kepada Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah, untuk itu saya bertanggung jawab dalam melestarikannya. Bahwa bila saya tidak menjalankan atau mungkin dari janji yang saya ikrarkan ini, saya iklas dimakan biso kawi lakeh sumpah niniak mayong, kateh indak bapucuak kabawah indak baurek di tangah-tangah geriak di kumbang. Itulah kira-kira bunyi sumpah atau ikrar jabatan yang telah diucapkan oleh penghulu pemangku Adat nan Bagala Datuak di Kanagarian Gurun Luak Tanah Data. Namun, kita tidak tahu apakah pada waktu itu pakai Al Quran atau tidak barangkali Renny dapek membrikan impormasikan kepada kito tentang hal tersebut. Jika kita cermati akan isi sumpah jabatan tersebut diatas, hal tersebut jelas membuat kita merinding dan takut, apa lagi bagi yang mengucapkannya. Karena disitu jelas-jelas, ada kata-kata bertanggung jawab untuk melestarikan ABS-SBK di Minangkabau, hal ini secara berminang-minang tentu perlu kita sambut dan dukung bersama, dan selanjutnya bila saya tidak menjalankan atau mungkin dari janji yang saya ikrarkan ini, saya iklas dimakan biso kawi lakeh sumpah niniak mayong, ini tentu satu bentuk keseriusan bahwa beliau-beliau itu akan melaksanak semua tugas-tugas kepenghuluan, dan beliau-beliau itu menyadari bahwa jika tidak melaksanakan sesuai dengan yang telah di ikrarkan, mereka berdedia kena sanksi sumpah biso kawi dari niniak moyong, dan kemudian di pertegas lagi dengan kateh indak bapucuak kabawah indak baurek di tangah-tangah di geriak kumbang. Itulah bentuk pernyatan atau Ikrar yang telah di ucapkan secara pribdi oleh beliau-beliau itu sakali lagi kita doakan semoga beliau-beliau sehat dan dapat melaksanakan tugas dan amanah dengan sibaik-baiknya. Keberadaan beliau-beliau itu dengan semangat dan sumpah yang telah di ucapkan sangatlah tepat, karena situasi yang ada pada saat ini, dalam tatanan adat Minangkabau sangat membutuhkan pempinan yang serius jujur, berani dan bertanggung jawab. Sebagai niniak mamak yang bersemangat baru yang bersedia memperjuangkan, keberadaan serta kelangsungan nilai-nilai Adat Minangkabau sesuai dengan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Besandi Kitabullah, yang merupakan Jati diri dan sekaligus benteng pertahanan masyarakat adat Minangkabau dalam menata masa depan dan mengapi tantang serta perkembangan zaman. Pekerjaan-pekerjan yang pada saat ini telah menati adalah Sbb: 1. Adanya usaha dari pihak tertentu untuk melemahkan dan mengkaburkan nilai-nilai ABS-SBK dengan memaksakan etnis non muslim masuk ke dalam tatanan Adat Minangkabau, dengan memberikan Gelar Datuak dan Sutan 2. Kuatnya pengaruh budaya luar yang sangat memprihatinkan kita, yaitu salah satunya “Orgen Tunggal” yang sekarang marak di Sumartera Barat atau di Minangkabau. Seperti misalnya pada Hari Raya Idul Fitri, setelah puasa satu bulan lamanya, kemudian membayar Zakat Fitrah untuk jadi Fitrah, kemudian kigiatan seperti Khatam Al Quran, Khitan Masal, Tablik Akbar, lalu kemudian ditutup dengan Orgen Tunggal sampai pagi, hal ini tentu akan mengabis segala pahala yang di dapat pada bulan puasa satu bulan lamanya, dan tentu tidak sesuai pula dengan perinsif ABS-SBK, dan hal ini sering juga menelan karban. 3. Pengaruh Kristenisasi di Sumatera Barat atau di Minangkabau, Rantaunet 3 Agustus 2011 [Adat Minangkabau Yang Berdasarkan ABS _ SBK] Dokumen Baru: SUMATERA BARAT DALAM CENGKERAMAN GURITA. Ambo yakin dan percaya, jika para penghulu pemangku adat nan bagala Datuak, di Minangkabau itu kompak dalam menegakan serta mempertahankan nilai-nilai ABS-SBK, tentu ini akan merupakan satu kekuatan yang sangat dasyat, karena beliau-beliau itu mempunyai legitimasi yang sangat kuat karena diangkat oleh anak kemanakan, sesuai dengan pepatah,”berdiri penghulu sepakat kaum berdiri adat sepakat nagari”, beliau di tanam mangkonyo tumbuah, di anjung mangkonyo tinggi, di ambak mangkonyo gadang. Mako Jadilah beliau “Gadang Basa Batua” Yang sudah barang tentu, segala sesutunya tentu di mulai dari anak kemanakan masing-masing, dan kemudian dilanjutkan di tingkat nagari, dan selanjutnya tingkat Minangkabau. Dengan landasan tanah sabingkah lah bapunyo, rumpuik saalailah bamiliak, tetapi malu indak dapek di babagi, suku indak dapek di asak. Tagak suku pertahankan suku, tagak kampung pertahankan kampung, tagak nagari pertahankan nagari, tagak Minang tentu pertahankan Minang, begitu seterusnya. Dan sabliaknyo, salisiah basuku, disalaikan bakampung, salisiah bakumpung di salasaikan banagari, salisih banagari salasaikan ba Minang. Adapun yang di maksud dari “Gadang Basa Batuah” menurut pemehaman mbo adalah Sbb: 1. Gadang, artinya adalah, seorang penghulu nan bagala datuak, beliau “digadangkan di payung nan sakaki di tombak nan sabatang, dibadia nan sapucuak”, itulah dia “Batagak Gadang”. Upacara ini didahului oleh kesepakatan dalam kaum masing-masing untuk mengangkat seorang panghulu pemangku Adat. Baik dalam system Koto piliang atau dalam sistem Budi Caniago, sekalipun kedua kelarasan ini ada perbedaan. Namun, kesepakatan mutlak harus ada, inilah yang disebut berdiri penghulu sepakat kaum berdiri Adat sepakat nagari 2. Basa, artinya adalah “punya daerah pemerintahan atau tritorial seorang penghulu”, yaitu “seluruh harta pusaka dalam kaum, sawah ladang banda buatan, banda baliku turun bukik, sawah bapetak dinan data, ladang batumpak di nan lereng”. Itulah daerah kekuasaan seorang panghulu seperti dalam kisah Basa Ampek Balai. Kok jauah dapek diantakan kok dekek dapek di tunjukan, nan basasok bajarami nan bapandam bapakuburan, disinanlah tinggal dan diam serta hidupnya anak kemanakan 3. Batuah, sama artinya dengan Bertuah dalam Bahasa Indonesia. Yang artinya adalah “ucapan atau perkataan serta perbuatannya bertuah dan didengar orang”, tuah kato sapakat cilako kato basilang, dalam istilah adat disebutkan, “kato sapatah bama’ana langkah, salangkah batujuan, kok satitiak dilawikkan kok sakapa di gunungkan” Bakarih indah sampono Baingkisan rajo majapaik Tuah basabab bakarano Dapek batenggang dinan rumik Itulah nan dapek ambo sampaikan, sebagai wujut dari rasa syukur dan pengargaan ambo dan Lembag Adat Kebudayaan Minngkabau (LAKM) Jakarta, kepada beliau-beliau niniak mamak penghulu pemangku adat yang baru sajo dilewakan di ranah Minang, dan jikok ado nan kurang pado tampeknyo, kok talantung sabab dek kanik, kok talantak sabab dek katurun, ambo mohon maaf dan terima kasih ateh saglo perhatin, dan semoga bermnfaat hendaknyo, amin. Wassalam, Azmi Dt.Bagindo ( 59) Sekum LAKM Jkt -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
