Catatan : Pak Anzori, buek mail baru mohon pakai halaman baru Pak, apolai mambaok email nan sangai panjang yg tidak ado hubungannyo jo email nan di reply. Rasonyo indak susah..
Indak rancak bantuak susunannyo di archive web pak, mako dari itu dianjurkan di adaik salingka Palanta. Barikuik dibawah ambo Fwd kan beritanyo, dari Twiit uda UJP nan ambo baco kapatang sekitar 4 urang sekeluarga tu kalau ndak salah. Wassalam Nofen/34+ CKRG ============= Berita Kab. Padang Pariaman Foto Kab. Padang Pariaman Kab. Padang Pariaman | Sabtu, 10/09/2011 19:55 WIB Longsor di Padangpariaman Timbun Satu Keluarga Padangpariaman, (ANTARA) - Tanah longsor di Desa Barang-barangan, Nagari Sariak Malai, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padangpariaman, pada Sabtu dini hari menimbun satu keluarga dalam satu rumah. Wakil Bupati Padangpariaman, Damsuar, di Padangpariaman, Sabtu mengatakan, korban tewas akibat longsor sebanyak empat orang, sedangkan peristiwa itu baru diketahui pada Sabtu pukul 11.00 WIB. "Rumah yang tertimbun longsor ini terpencil dari pemukiman, sehingga kejadian longsor baru diketahui saat siang, kemudian evakuasi baru bisa dilakukan pada pukul 13.00 WIB," ujarnya. Longsor yang terjadi tidak ada hubungannya dengan gempa 4,3 Skala Richter pada Sabtu pukul 16.30 WIB yang berpusat di Sungai Limau, Padangpariaman, karena longsor terjadi lebih dulu. Korban tewas akibat longsor tersebut yakni kepala keluarga Syambri (35) yang sehari-hari bekerja sebagai petani, istrinya Rosna (30), dan dua anak mereka Lia (6) serta Ali (3). Ia menjelaskan, longsor terjadi pada pukul 02.00 WIB diduga karena hujan lebat turun yang saat itu cukup lama membuat tebing-tebing di samping rumahnya longsor. Menurutnya, pasca gempa 30 September 2009 memang banyak tanah-tanah retak di Kabupaten Padangpariaman yang berpotensi longsor. Tim SAR terdiri atas BPBD Padangpariaman beserta instansi terkait dikomandani bupati setempat, katanya, baru bisa selesai mengevakuasi semua korban menjelang sore. Seluruh jenasah korban longsor dievakuasi ke rumah-rumah warga terdekat dan hingga Sabtu malam masih proses untuk pemakaman. Ia mengimbau kepada warga agar waspada terhadap bencana terutama tanah longsor karena curah hujan tinggi beberapa hari terakhir. Ia juga mengimbau warga tidak tinggal di lokasi rawan longsor, karena bila terjadi sedikit saja goncangan seperti gempa pada Sabtu sore, bisa meruntuhkan tebing-tebing. Terutama kepada warga yang tinggal di lokasi terpencil, Damsuar mengimbau mereka dapat berbaur dengan masyarakat lainnya sehingga bila terjadi bencana cepat diketahui dan cepat diberi pertolongan. (*/jno) http://www.antara-sumbar.com/id/berita/kab-padang-pariaman/d/12/184562/longsor-di-padangpariaman-timbun-satu-keluarga.html Pada 11 September 2011 20:45, Anzori <[email protected]> menulis: > Tag line di Mtro tv ambo liek kapatang musibah di Gassan Gadang Pariaman > > Zorion_Anas > *55yo ======= DISIKO DIKAREK, BERHARAP MANJADI KEBIASAAN NAN ELOK ====== -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
