Propinsi | Senin, 12/09/2011 21:03 WIB Padang, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Sumatera Barat sampai posisi Agustus 2011 menemukan 36 kasus AIDS tersebar pada kabupaten dan kota di provinsi itu.
Sejak 1992 hingga 2010, ditemukan sedikitnya 552 kasus AIDS dan 72 penderita HIV di Sumbar, sekitar 14,9 persen di antaranya penderita AIDS tersebut, tercatat 92 orang dinyatakan telah meninggal dunia. Hal ini disampaikan dalam persiapan pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) tentang Penanggulangan HIV/AIDS tingkat Provinsi Sumbar, dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra Setdaprov, Syafrial di Kantor Gubernur Sumbar, Senin. Rapat dihadiri jajaran dinas kesehatan, dinas sosial provinsi dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumba, juga mengungkapkan temuan kasus HIV/AIDS sejak 1992. Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana Dinkes Sumbar dr Irene menyebutkan, mereka yang tertular penyakit ini umumnya masih berusia produktif. Jika dilihat pada data, dimana umurnya 20-29 tahun sebanyak 43 kasus tertular virus HIV dan berjumlah 290 menderita AIDS. Sedangkan korban berusia 30-39 tahun ditemukan sebanyak 24 kasus tertular HIV dan 189 kasus AIDS. Menurut dia, kasus HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es, sebenarnya kasus yang terjadi di tengah masyarakat mungkin lebih banyak dari data diperoleh. Sebab, kasus yang dieskpose ditemukan melalui aktifitas transfusi darah, tes HIV sukarela dan juga inisiatif dokter untuk memeriksa kelompok-kelompok yang beresiko terjangkit virus tersebut. Menurut Irene, semakin banyak menemukan kasus HIV/AIDS, maka tentunya akan semakin cepat dapat memutus mata rantainya. Justru itu, masyarakat yang tertular virus ini diharapkan dapat segera mengobati penyakitnya, karena dilihat siklus sejak terjangkit virus HIV sampai menjadi AIDS dibutuhkan waktu 5-10 tahun. Jadi, bagi penderita yang terjangkit HIV ketika berusia 20-29 tahun atau lebih muda lagi usianya, tentu masih punya waktu untuk mengobati sebelum meningkat jadi AIDS. Penularan virus HIV/AIDS, katanya, dapat melalui hubungan homoseksual, heteroseksual, biseksual, prinatal, transfusi darah/cangkok organ/produk darah, penggunaan narkotika dan zat adiktif (NAPZA) suntik/IDU. Sementara dari data yang dihimpun, hubungan heteroseksual dan penggunaan NAPZA suntik menjadi penyebab tertinggi penularan HIV/AIDS. Irene menyebutkan, berdasarkan laporan dari RS Yos Sudarso, RS Siti Rahmah, RSUP M.Djamil serta RS Ahmad Mukhtar Bukittinggi, bahwa penderita HIV/AIDS paling banyak ditemukan berasal dari Kota Padang. Jumlah kasusnya, sebanyak 39 HIV dan 220 AIDS, disusul Kota Bukittinggi dengan HIV tercatat 7 kasus dan 120 kasus AIDS. "Sepertinya tidak ada kabupaten/kota yang bersih dari HIV/AIDS, karena di seluruh tingkat II ditemukan kasus tersebut. Bahkan, di Mentawai ditemukan satu kasus AIDS," katanya. Rakor HIV/AIDS tingkat Sumbar direncanakan berlangsung pada pekan terakhir September 2011, di Auditorium gubernur Sumbar, yang akan dihadiri seluruh kabupaten/kota se-Sumbar. Selanjutnya, rumusan hasil rakor tingkat provinsi nantinya akan dibawa ke Rakornas HIV/AIDS di Yogyakarta pada awal Oktober mendatang. (*/jno) http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/184938/36-kasus-aids-ditemukan-di-sumbar-2011.html *Wassalam Nofend/34 + CKRG* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
