Da Syaaf n sanak palanta n baik.
    Memprihatinkan memang masalah meruyaknyo pinyakik laknat AIDS itu di Sumbar 
khu suusnya di Padang n Kik Tinggi.
    Pesan moral sudah banyak disampaikan baik melalui ceramah n pendidikan 
agama.     or pendidikan umum juo melalui sosialisasi aplikasi ABS-SBK,Syarak 
Mangato,Adaik Mamakai,Alam takambang jadi guru.
    Barangkali Da n sanak palanta,mereka2 nn sanang mandi lendir tu jati diri 
mereka adalah 'Adaik mangato,syarak dikangkangi sesuai dengan plesetan AIDS 
baik bagi laki maupun padusi 'Anunya Itu Dipakai Saenaknya.
   Akibatnya maruyaklah pinyakit laknat AIDS itu ditengah-tengah masyarakat.
   Memprihatinkan bana,tapi ka baa,sebagian 'rang kito' labih sanang mandi 
lendir tu.

   JB,DtRJ,72thn,sadang di Piaman kini.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "Dr Saafroedin Bahar" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 13 Sep 2011 01:33:39 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: RE: [R@ntau-Net] 36 Kasus AIDS Ditemukan di Sumbar 2011

Assalamualaikum ww para sanak sapalanta,
Kata kunci dari berita ttg 36 kasus AIDS yg ditemukan di Sumbar -- sebagian 
besar terdapat di kota Padang --  adalah bahwa kasus tsb adalah merupakan 
'puncak gunung es'. Artinya adalah bahwa yang terjangkit adalah lebih banyak 
lagi daripada yang dilaporkan.
Kita bersyukur bahwa dinas kesehatan sudah memberikan reaksi, dan kita ikut 
berdoa semoga usaha penanggulangannya berhasil baik.
Namun menyebarnya penyakit AIDS adalah juga merupakan suatu indikasi 
melonggarnya moralitas seksual dalam masyarakat. Saya teringat pada berita  
meruyaknya kasus AIDS ini di Pasaman.
Pertanyaan saya : apakah yang sedang terjadi di Sumatera Barat ? Masih 
berfungsikah 'social control' untuk mencegah, menangkal, dan menanggulangi 
penyakit maut, yang sesungguhnya bisa dicegah dengan penghayatan nilai moral 
dan nilai agama yang tinggi ?
Atau memang sudah melemah ? Bila sudah melemah, apa yg bisa kita perbuat utk 
memulihkannya kembali ?
Wassalam,


-------Original Email-------
Subject :[R@ntau-Net] 36 Kasus AIDS Ditemukan di Sumbar 2011
>From  :mailto:[email protected]
Date  :Tue Sep 13 07:07:38 Asia/Bangkok 2011


Propinsi | Senin, 12/09/2011 21:03 WIB

Padang, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Sumatera Barat sampai posisi Agustus 2011 
menemukan 36 kasus AIDS tersebar pada kabupaten dan kota di provinsi itu.

Sejak 1992 hingga 2010, ditemukan sedikitnya 552 kasus AIDS dan 72 penderita 
HIV di Sumbar, sekitar 14,9 persen di antaranya penderita AIDS tersebut, 
tercatat 92 orang dinyatakan telah meninggal dunia.
 Hal ini disampaikan dalam persiapan pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) 
tentang Penanggulangan HIV/AIDS tingkat Provinsi Sumbar, dipimpin Asisten II 
Bidang Ekonomi dan Kesra Setdaprov, Syafrial di Kantor Gubernur Sumbar, Senin.
 
Rapat dihadiri jajaran dinas kesehatan, dinas sosial provinsi dan Komisi 
Penanggulangan AIDS (KPA) Sumba, juga mengungkapkan temuan kasus HIV/AIDS sejak 
1992.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana Dinkes Sumbar dr Irene 
menyebutkan, mereka yang tertular penyakit ini umumnya masih berusia produktif.
 
Jika dilihat pada data, dimana umurnya 20-29 tahun sebanyak 43 kasus tertular 
virus HIV dan berjumlah 290 menderita AIDS. Sedangkan korban berusia 30-39 
tahun ditemukan sebanyak 24 kasus tertular HIV dan 189 kasus AIDS.
 
Menurut dia, kasus HIV/AIDS ibarat fenomena gunung es, sebenarnya kasus yang 
terjadi di tengah masyarakat mungkin lebih banyak dari data diperoleh.

Sebab, kasus yang dieskpose ditemukan melalui aktifitas transfusi darah, tes 
HIV sukarela dan juga inisiatif dokter untuk memeriksa kelompok-kelompok yang 
beresiko terjangkit virus tersebut.
 
Menurut Irene, semakin banyak menemukan kasus HIV/AIDS, maka tentunya akan 
semakin cepat dapat memutus mata rantainya.

Justru itu, masyarakat yang tertular virus ini diharapkan dapat segera 
mengobati penyakitnya, karena dilihat siklus sejak terjangkit virus HIV sampai 
menjadi AIDS dibutuhkan waktu 5-10 tahun.
 
Jadi, bagi penderita yang terjangkit HIV ketika berusia 20-29 tahun atau lebih 
muda lagi usianya, tentu masih punya waktu untuk mengobati sebelum meningkat 
jadi AIDS.

Penularan virus HIV/AIDS, katanya, dapat melalui hubungan homoseksual, 
heteroseksual, biseksual, prinatal, transfusi darah/cangkok organ/produk darah, 
penggunaan narkotika dan zat adiktif (NAPZA) suntik/IDU.
 
Sementara dari data yang dihimpun, hubungan heteroseksual dan penggunaan NAPZA 
suntik menjadi penyebab tertinggi penularan HIV/AIDS.

Irene menyebutkan, berdasarkan laporan dari RS Yos Sudarso, RS Siti Rahmah, 
RSUP M.Djamil serta RS Ahmad Mukhtar Bukittinggi, bahwa penderita HIV/AIDS 
paling banyak ditemukan berasal dari Kota Padang.
 
Jumlah kasusnya, sebanyak 39 HIV dan 220 AIDS, disusul Kota Bukittinggi dengan 
HIV tercatat 7 kasus dan 120 kasus AIDS.

"Sepertinya tidak ada kabupaten/kota yang bersih dari HIV/AIDS, karena di 
seluruh tingkat II ditemukan kasus tersebut. Bahkan, di Mentawai ditemukan satu 
kasus AIDS," katanya.
 
Rakor HIV/AIDS tingkat Sumbar direncanakan berlangsung pada pekan terakhir 
September 2011, di Auditorium gubernur Sumbar, yang akan dihadiri seluruh 
kabupaten/kota se-Sumbar.

Selanjutnya, rumusan hasil rakor tingkat provinsi nantinya akan dibawa ke 
Rakornas HIV/AIDS di Yogyakarta pada awal Oktober mendatang. (*/jno)
 
http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/184938/36-kasus-aids-ditemukan-di-sumbar-2011.html
 

Wassalam
Nofend/34 + CKRG 
 -- 
 
Saafroedin Bahar  Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke