Apak, ibu, mamak, mintuo dan dunsanak kami kasadonyo di rantau ko!

Alhamdulillah, meski sempat tegang dan stress menghadapi panitia Sumbar
Ekspo, akhirnya kegiatan diskusi perdana berupa Dialog Interaktif MAPPAS
bertajuk “Menggugah Kesadaran Wisata Masyarakat Minang” yang dilangsungkan
tadi malam (Kamis malam, 15/9) di JCC, Senayan, Jakarta, berjalan dengan
lancar. Dari semula slot waktu yang disediakan cuma selama 1 jam, akhirnya
acara berlangsung selama 2,5 jam dengan perserta lebih kurang 50 orang.


Di antaro hadirin yang ambo kenal, adolah Uda Raseno Arya (Kasubdit Promosi
Wilayah I, Kembudpar) bersama dua stafnya, Mamanda Azmi Dt. Bagindo, kakanda
MM, Bung Kurnia Khalik, Ketua BK3AM Zulfahmi Burhan, Uda Yus Parmato Intan
(penyiar RRI Pro-4), Uda Andrinof Chaniago, Bung Surya Tri Harto (Ketua
Ikatan Alumni Fakultas Teknik Unand di Jakarta), Bung Ilhamsyah Mirman
(Ketua Panitia Sumbar Ekspo), Pak Yus St. Parpatiah (penyiar) dan sejumlah
peseta lainnya yang tidak kami kenal. Sedang dari MAPPAR hadir Ketua Umum
Uni Nur’aini, Sekjen Uda Dedi Yusmen, Uni Yoen, Uni Sastri dan saya sendiri.


Tiga pembicara: Uda Burhasman Bur (Kadinas Budpar Sumbar), Uda Nofrin
Napilus dan artis Ratih Sanggarwati, benar-benar dapat memberikan uraian
yang sangat bernas untuk menyibak persoalan dunia kepariwisataan di Sumatra
Barat dan sesekali diselingi dengan kalimat-kalimat kocak (isi pembicaraan
akansaya urai dalam laporan khusus di Haluan edisi Minggu dan nanti
dilewakan di rantau ini). Di luar tiga pembicara utama itu, Uda Raseno, Bung
Kurnia dan Uda Andrinov Chaniago juga memberikan pandangan-pandangannya
untuk pembenahan dan kebaikan pariwisata ranah.


Pada intinya, testimony MAPPAS yang tertuang dalam TOR diskusi bahwa
Pariwisata Ranah adalah “raksasa tidur”, adanya sikap mendua antara menerima
dan menolak pariwisata, belum terdefinisikannya dengan baik pariwisata
Sumbar, dan perlunya menggugah kesadaran wisata masyarakat Minang secara
terus menerus, dapat dibenarkan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Sumbar dan Kasubdit Promosi Wilayah I Kembudpar mengakui perlunya
keterlibatan semua pihak, termasuk MAPPAS dalam membangunkan raksasa tidur
itu. Di satu sisi pemerintah provinsi, kota, kabupaten dan pemerintah pusat
sudah menyiapkan berbagai langkah, namun dari sisi lain juga perlu gerakan
masyarakat untuk mengimbangi termasuk mengkritisi kebijakan-kebijakan yang
ada.


Di luar laporan yang normative ini, ada dua catatatan lain yang perlu
disampaikan:

1.      Lokasi seminar dipindahkan dari ruang seminar yang sudah disediakan
sebelumnya ke ruang utama, karena sampai jam acara akan dimulai, tak satu
pun kursi yang ada dalam ruang seminar. Setelah sempat bersitegang urat
leher, acara akhirnya dipindah ke ruang utama yang masih ditempati sejumlah
tamu. Kami sempat bergembira dengan banyaknya tamu yang bertahan karena
hujan lebat. Namun sialnya, saat kami memindahkan spanduk dan memasangnya,
petugas gedung juga melipat seluruh bangku yang ada, sehingga tamu-tamu itu
pada pergi. Untung ada sekitar 60 kursi yg bisa dipertahankan.

2.      Undangan dari rantaunet konon banyak yang tidak bisa datang karena
terkurung hujan, jalanan di sekitar senayan macet. Termasuk Pak Saaf yang
tiba setelah acara usai (terima kasih Pak Saaf, Uda Andrinov dan Pak MM).
Yang lain, ndak tahu lah awak.

3.      Ratih Sanggarwati yang menjadi salah satu pembicara, setiap diundang
dalam acara Minang, termasuk diskusi-diskusi, selalu membawa asesori local
(tenunan, sulaman, dan barang-barang local lainnya) dan meninggalkan tas
Lois Vitton, dll. Ini adalah bagian dari promosi dan meningkatkan kesadara
wisata itu.



Salam,



Syafruddin AL

Dirkomhum MAPPAS

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke