Kito minta maaf Uni Evy, indak sempat tadi malam kenal-kenalan dulu. Tks...

Wass,
Nofrins



________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: milis rang minang <[email protected]>
Sent: Friday, September 16, 2011 11:01 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Laporan Dialog Interaktif MAPPAS di Sumbar Ekspo


Assalamualaikum, wr.wb

Sanak sadonyo nan ambo hormati,

1. Alhamdulillah saya selaku rakyat badarai, ikut menghadiri acara meski tidak 
sampai selesai. Kenyataan di pra acara kita dapat memahami ketar ketir panitia. 
Sebab semula saya kira kita duduak "barapak" alias lesehan dan bagi saya ini 
cukup menarik karena kita rapek dalam suasana "ba iyo iyo batido tido.

2. Saya  menyadari bahwa Mappas adalah LSM yang dibangun oleh kepedulian kita 
orang rantau terhadap karunia Allah ini dalam kondisi tidak ada dana. Akan 
tetapi yang ada kesamaan cara pandang, membangun kesadaran masyarakat dalam 
memanfaatkan karunia Tuhan. Ini juga wujud membangun manusia minangkabau yang 
selalu bersyukur.

3. Saya memberi apresiasi yang tinggi kepada para "Sabai" - istilah srikandi 
kita: ibu Nur, ibu Sestri, ibu yun dan dinda Reni serta apak2 yang jadi 
pengurus DY, Arief Rky M.Syaf,dll. Yang menyisakan waktu bagi program Mappas.
Dalam kesempatan ini saya ingin mengkritisi postingan di subyek RN ini dari 
salah satu pengurus yang menyatakan kesedihan atas tidak adanya respon orang 
atas penyelenggaraan dialog. 
Tolong berpikir positif saja atas sikap member RN ini. Selagi mampu mengelola 
hati para pengurus, maka 
Allah juga akan menilai karya sosial pengurus. Aamiin.

4. Saya membaca brosur yang diedarkan Mappas. Philosofi sudah jelas sekali. 
Mari kita dukung, mudah mudahan Mappas dapat mewujudkannya.
Hanya menjadi tanya saya - bagaimana action plan nya ?
Saya kok tidak melihat didalam Misi Mappas.
Misalnya ;
A. Melakukan apa untuk siapa.
B. Bekerja apa denga siapa
C. Melakukan pemetaan terhadap potensi wisata itu : alam, budaya, kuliner dan 
rohaniah.
Jadi,..banyak karajo nan bisa digarap bila misinya dapat lebih rinci lagi.

Akhirul kata, saya mohon maaf jikok talansong bapandapek, dek awak ko hanya 
rakyat biaso sajonyo.
Hanya ciek keinginan ambo bagaimana urang di kampuang awak menganut prinsip 
"keramahan dan senyumku mudah mudahan    jadi koin bagiku". Dampaknya insya 
Allah menjadi sejahtera. Aamiin.

Wassalam, 

Evy Nizhamul, 
Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan.



Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
________________________________

From:  Syafruddin Ujang <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Fri, 16 Sep 2011 02:13:11 +0700
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: [R@ntau-Net] Laporan Dialog Interaktif MAPPAS di Sumbar Ekspo

Apak, ibu,
mamak, mintuo dan dunsanak kami kasadonyo di rantau ko!

Alhamdulillah,
meski sempat tegang dan stress menghadapi panitia Sumbar Ekspo, akhirnya
kegiatan diskusi perdana berupa Dialog Interaktif MAPPAS bertajuk “Menggugah
Kesadaran Wisata Masyarakat Minang” yang dilangsungkan tadi malam (Kamis malam,
15/9) di JCC, Senayan, Jakarta, berjalan dengan lancar. Dari semula slot waktu
yang disediakan cuma selama 1 jam, akhirnya acara berlangsung selama 2,5 jam
dengan perserta lebih kurang 50 orang.

Di antaro hadirin
yang ambo kenal, adolah Uda Raseno Arya (Kasubdit Promosi Wilayah I, Kembudpar)
bersama dua stafnya, Mamanda Azmi Dt. Bagindo, kakanda MM, Bung Kurnia Khalik,
Ketua BK3AM Zulfahmi Burhan, Uda Yus Parmato Intan (penyiar RRI Pro-4), Uda
Andrinof Chaniago, Bung Surya Tri Harto (Ketua Ikatan Alumni Fakultas Teknik
Unand di Jakarta), Bung Ilhamsyah Mirman (Ketua Panitia Sumbar Ekspo), Pak Yus
St. Parpatiah (penyiar) dan sejumlah peseta lainnya yang tidak kami kenal.
Sedang dari MAPPAR hadir Ketua Umum Uni Nur’aini, Sekjen Uda Dedi Yusmen, Uni
Yoen, Uni Sastri dan saya sendiri.

Tiga pembicara:
Uda Burhasman Bur (Kadinas Budpar Sumbar), Uda Nofrin Napilus dan artis Ratih
Sanggarwati, benar-benar dapat memberikan uraian yang sangat bernas untuk
menyibak persoalan dunia kepariwisataan di Sumatra Barat dan sesekali diselingi
dengan kalimat-kalimat kocak (isi pembicaraan akansaya urai dalam laporan
khusus di Haluan edisi Minggu dan nanti dilewakan di rantau ini). Di luar tiga 
pembicara
utama itu, Uda Raseno, Bung Kurnia dan Uda Andrinov Chaniago juga memberikan
pandangan-pandangannya untuk pembenahan dan kebaikan pariwisata ranah.

Pada intinya, testimony
MAPPAS yang tertuang dalam TOR diskusi bahwa Pariwisata Ranah adalah “raksasa
tidur”, adanya sikap mendua antara menerima dan menolak pariwisata, belum
terdefinisikannya dengan baik pariwisata Sumbar, dan perlunya menggugah
kesadaran wisata masyarakat Minang secara terus menerus, dapat dibenarkan. 
Kepala
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar dan Kasubdit Promosi Wilayah I Kembudpar
mengakui perlunya keterlibatan semua pihak, termasuk MAPPAS dalam membangunkan
raksasa tidur itu. Di satu sisi pemerintah provinsi, kota, kabupaten dan
pemerintah pusat sudah menyiapkan berbagai langkah, namun dari sisi lain juga
perlu gerakan masyarakat untuk mengimbangi termasuk mengkritisi 
kebijakan-kebijakan
yang ada.

Di luar laporan
yang normative ini, ada dua catatatan lain yang perlu disampaikan:
1.      Lokasi
seminar dipindahkan dari ruang seminar yang sudah disediakan sebelumnya ke
ruang utama, karena sampai jam acara akan dimulai, tak satu pun kursi yang ada
dalam ruang seminar. Setelah sempat bersitegang urat leher, acara akhirnya
dipindah ke ruang utama yang masih ditempati sejumlah tamu. Kami sempat
bergembira dengan banyaknya tamu yang bertahan karena hujan lebat. Namun
sialnya, saat kami memindahkan spanduk dan memasangnya, petugas gedung juga
melipat seluruh bangku yang ada, sehingga tamu-tamu itu pada pergi. Untung ada
sekitar 60 kursi yg bisa dipertahankan.
2.      Undangan
dari rantaunet konon banyak yang tidak bisa datang karena terkurung hujan,
jalanan di sekitar senayan macet. Termasuk Pak Saaf yang tiba setelah acara
usai (terima kasih Pak Saaf, Uda Andrinov dan Pak MM). Yang lain, ndak tahu lah 
awak.
3.      Ratih
Sanggarwati yang menjadi salah satu pembicara, setiap diundang dalam acara
Minang, termasuk diskusi-diskusi, selalu membawa asesori local (tenunan,
sulaman, dan barang-barang local lainnya) dan meninggalkan tas Lois Vitton,
dll. Ini adalah bagian dari promosi dan meningkatkan kesadara wisata itu.
 
Salam,
 
Syafruddin
AL
Dirkomhum
MAPPAS
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke