Ingin sekali untuk datang tapi keterbatasan yang diadakan malam hari dan daerah 
macet. Tetapi dialog tsb. mudah2an menjadi langkah pertama dari Nur cs sebagai 
pengurus MAPPAS.
Kami menunggu pertemuan2 yang berikut serta langkah2 yang konkrit.
Salam Hangat


@Hayatun Nismah Rumzy#


Note: Semoga negeriku dikunjungi oleh wisatawan2 lokal dan mancanegara. tentu 
tak lupa mereka membawa segepok uang untuk dibelanjakan yang akan mengubah 
kesejahteraan rakyat. 

On Sep 16, 2011, at 2:24 AM, "Dr Saafroedin Bahar" <[email protected]> wrote:

> Al, saya sangat menyesal tidak bisa hadir, padahal saya berangkat habis 
> maghrib jam 18.30 dari rumah.
> 
> 
> 
> -------Original Email-------
> Subject :[R@ntau-Net] Laporan Dialog Interaktif MAPPAS di Sumbar Ekspo
> From  :mailto:[email protected]
> Date  :Fri Sep 16 02:13:11 Asia/Bangkok 2011
> 
> 
> Apak, ibu, mamak, mintuo dan dunsanak kami kasadonyo di rantau ko! 
> 
> 
> Alhamdulillah, meski sempat tegang dan stress menghadapi panitia Sumbar 
> Ekspo, akhirnya kegiatan diskusi perdana berupa Dialog Interaktif MAPPAS 
> bertajuk “Menggugah Kesadaran Wisata Masyarakat Minang” yang dilangsungkan 
> tadi malam (Kamis malam, 15/9) di JCC, Senayan, Jakarta, berjalan dengan 
> lancar. Dari semula slot waktu yang disediakan cuma selama 1 jam, akhirnya 
> acara berlangsung selama 2,5 jam dengan perserta lebih kurang 50 orang.
> 
> 
> Di antaro hadirin yang ambo kenal, adolah Uda Raseno Arya (Kasubdit Promosi 
> Wilayah I, Kembudpar) bersama dua stafnya, Mamanda Azmi Dt. Bagindo, kakanda 
> MM, Bung Kurnia Khalik, Ketua BK3AM Zulfahmi Burhan, Uda Yus Parmato Intan 
> (penyiar RRI Pro-4), Uda Andrinof Chaniago, Bung Surya Tri Harto (Ketua 
> Ikatan Alumni Fakultas Teknik Unand di Jakarta), Bung Ilhamsyah Mirman (Ketua 
> Panitia Sumbar Ekspo), Pak Yus St. Parpatiah (penyiar) dan sejumlah peseta 
> lainnya yang tidak kami kenal. Sedang dari MAPPAR hadir Ketua Umum Uni 
> Nur’aini, Sekjen Uda Dedi Yusmen, Uni Yoen, Uni Sastri dan saya sendiri.
> 
> 
> Tiga pembicara: Uda Burhasman Bur (Kadinas Budpar Sumbar), Uda Nofrin Napilus 
> dan artis Ratih Sanggarwati, benar-benar dapat memberikan uraian yang sangat 
> bernas untuk menyibak persoalan dunia kepariwisataan di Sumatra Barat dan 
> sesekali diselingi dengan kalimat-kalimat kocak (isi pembicaraan akansaya 
> urai dalam laporan khusus di Haluan edisi Minggu dan nanti dilewakan di 
> rantau ini). Di luar tiga pembicara utama itu, Uda Raseno, Bung Kurnia dan 
> Uda Andrinov Chaniago juga memberikan pandangan-pandangannya untuk pembenahan 
> dan kebaikan pariwisata ranah.
> 
> 
> Pada intinya, testimony MAPPAS yang tertuang dalam TOR diskusi bahwa 
> Pariwisata Ranah adalah “raksasa tidur”, adanya sikap mendua antara menerima 
> dan menolak pariwisata, belum terdefinisikannya dengan baik pariwisata 
> Sumbar, dan perlunya menggugah kesadaran wisata masyarakat Minang secara 
> terus menerus, dapat dibenarkan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 
> Sumbar dan Kasubdit Promosi Wilayah I Kembudpar mengakui perlunya 
> keterlibatan semua pihak, termasuk MAPPAS dalam membangunkan raksasa tidur 
> itu. Di satu sisi pemerintah provinsi, kota, kabupaten dan pemerintah pusat 
> sudah menyiapkan berbagai langkah, namun dari sisi lain juga perlu gerakan 
> masyarakat untuk mengimbangi termasuk mengkritisi kebijakan-kebijakan yang 
> ada. 
> 
> 
> Di luar laporan yang normative ini, ada dua catatatan lain yang perlu 
> disampaikan: 
> 1.      Lokasi seminar dipindahkan dari ruang seminar yang sudah disediakan 
> sebelumnya ke ruang utama, karena sampai jam acara akan dimulai, tak satu pun 
> kursi yang ada dalam ruang seminar. Setelah sempat bersitegang urat leher, 
> acara akhirnya dipindah ke ruang utama yang masih ditempati sejumlah tamu. 
> Kami sempat bergembira dengan banyaknya tamu yang bertahan karena hujan 
> lebat. Namun sialnya, saat kami memindahkan spanduk dan memasangnya, petugas 
> gedung juga melipat seluruh bangku yang ada, sehingga tamu-tamu itu pada 
> pergi. Untung ada sekitar 60 kursi yg bisa dipertahankan. 
> 2.      Undangan dari rantaunet konon banyak yang tidak bisa datang karena 
> terkurung hujan, jalanan di sekitar senayan macet. Termasuk Pak Saaf yang 
> tiba setelah acara usai (terima kasih Pak Saaf, Uda Andrinov dan Pak MM). 
> Yang lain, ndak tahu lah awak. 
> 3.      Ratih Sanggarwati yang menjadi salah satu pembicara, setiap diundang 
> dalam acara Minang, termasuk diskusi-diskusi, selalu membawa asesori local 
> (tenunan, sulaman, dan barang-barang local lainnya) dan meninggalkan tas Lois 
> Vitton, dll. Ini adalah bagian dari promosi dan meningkatkan kesadara wisata 
> itu. 
>   
> Salam, 
>   
> Syafruddin AL 
> Dirkomhum MAPPAS 
> -- 
> 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke