Al, saya sangat menyesal tidak bisa hadir, padahal saya berangkat habis maghrib 
jam 18.30 dari rumah.



-------Original Email-------
Subject :[R@ntau-Net] Laporan Dialog Interaktif MAPPAS di Sumbar Ekspo
>From  :mailto:[email protected]
Date  :Fri Sep 16 02:13:11 Asia/Bangkok 2011


Apak, ibu, mamak, mintuo dan dunsanak kami kasadonyo di rantau ko! 


Alhamdulillah, meski sempat tegang dan stress menghadapi panitia Sumbar Ekspo, 
akhirnya kegiatan diskusi perdana berupa Dialog Interaktif MAPPAS bertajuk 
“Menggugah Kesadaran Wisata Masyarakat Minang” yang dilangsungkan tadi malam 
(Kamis malam, 15/9) di JCC, Senayan, Jakarta, berjalan dengan lancar. Dari 
semula slot waktu yang disediakan cuma selama 1 jam, akhirnya acara berlangsung 
selama 2,5 jam dengan perserta lebih kurang 50 orang.

 
Di antaro hadirin yang ambo kenal, adolah Uda Raseno Arya (Kasubdit Promosi 
Wilayah I, Kembudpar) bersama dua stafnya, Mamanda Azmi Dt. Bagindo, kakanda 
MM, Bung Kurnia Khalik, Ketua BK3AM Zulfahmi Burhan, Uda Yus Parmato Intan 
(penyiar RRI Pro-4), Uda Andrinof Chaniago, Bung Surya Tri Harto (Ketua Ikatan 
Alumni Fakultas Teknik Unand di Jakarta), Bung Ilhamsyah Mirman (Ketua Panitia 
Sumbar Ekspo), Pak Yus St. Parpatiah (penyiar) dan sejumlah peseta lainnya yang 
tidak kami kenal. Sedang dari MAPPAR hadir Ketua Umum Uni Nur’aini, Sekjen Uda 
Dedi Yusmen, Uni Yoen, Uni Sastri dan saya sendiri.

 
Tiga pembicara: Uda Burhasman Bur (Kadinas Budpar Sumbar), Uda Nofrin Napilus 
dan artis Ratih Sanggarwati, benar-benar dapat memberikan uraian yang sangat 
bernas untuk menyibak persoalan dunia kepariwisataan di Sumatra Barat dan 
sesekali diselingi dengan kalimat-kalimat kocak (isi pembicaraan akansaya urai 
dalam laporan khusus di Haluan edisi Minggu dan nanti dilewakan di rantau ini). 
Di luar tiga pembicara utama itu, Uda Raseno, Bung Kurnia dan Uda Andrinov 
Chaniago juga memberikan pandangan-pandangannya untuk pembenahan dan kebaikan 
pariwisata ranah.

 
Pada intinya, testimony MAPPAS yang tertuang dalam TOR diskusi bahwa Pariwisata 
Ranah adalah “raksasa tidur”, adanya sikap mendua antara menerima dan menolak 
pariwisata, belum terdefinisikannya dengan baik pariwisata Sumbar, dan perlunya 
menggugah kesadaran wisata masyarakat Minang secara terus menerus, dapat 
dibenarkan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar dan Kasubdit Promosi 
Wilayah I Kembudpar mengakui perlunya keterlibatan semua pihak, termasuk MAPPAS 
dalam membangunkan raksasa tidur itu. Di satu sisi pemerintah provinsi, kota, 
kabupaten dan pemerintah pusat sudah menyiapkan berbagai langkah, namun dari 
sisi lain juga perlu gerakan masyarakat untuk mengimbangi termasuk mengkritisi 
kebijakan-kebijakan yang ada. 


Di luar laporan yang normative ini, ada dua catatatan lain yang perlu 
disampaikan: 
1.      Lokasi seminar dipindahkan dari ruang seminar yang sudah disediakan 
sebelumnya ke ruang utama, karena sampai jam acara akan dimulai, tak satu pun 
kursi yang ada dalam ruang seminar. Setelah sempat bersitegang urat leher, 
acara akhirnya dipindah ke ruang utama yang masih ditempati sejumlah tamu. Kami 
sempat bergembira dengan banyaknya tamu yang bertahan karena hujan lebat. Namun 
sialnya, saat kami memindahkan spanduk dan memasangnya, petugas gedung juga 
melipat seluruh bangku yang ada, sehingga tamu-tamu itu pada pergi. Untung ada 
sekitar 60 kursi yg bisa dipertahankan. 
2.      Undangan dari rantaunet konon banyak yang tidak bisa datang karena 
terkurung hujan, jalanan di sekitar senayan macet. Termasuk Pak Saaf yang tiba 
setelah acara usai (terima kasih Pak Saaf, Uda Andrinov dan Pak MM). Yang lain, 
ndak tahu lah awak. 
3.      Ratih Sanggarwati yang menjadi salah satu pembicara, setiap diundang 
dalam acara Minang, termasuk diskusi-diskusi, selalu membawa asesori local 
(tenunan, sulaman, dan barang-barang local lainnya) dan meninggalkan tas Lois 
Vitton, dll. Ini adalah bagian dari promosi dan meningkatkan kesadara wisata 
itu. 
  
Salam, 
  
Syafruddin AL 
Dirkomhum MAPPAS 
 -- 
 .
 * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
 * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
 ===========================================================
 UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
 - DILARANG:
 1. E-mail besar dari 200KB;
 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. One Liner.
 - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
 - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
 - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
 ===========================================================
 Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 
Saafroedin Bahar  Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke