SEBUAH WACANA SABTU PAGI, 17 September 2011

Informasinya bagus sekali makasih pak, dan itu berhubungan dengan apa yang kita 
sebut tektonik global. Tektonik regional (misalnya patahan Sumatera atau 
Semangko) meski memiliki energi tersendiritentu saja sangat terpengaruh oleh 
energi globalitu. Selain itu, tektonik lokal (contoh peristiwa gempa Sumatera 
Barat 2007) yang memliki sumber energi tersendiri pula juga terkait oleh 
kegiatan energi yang berasal dari tektonik regional tersebut. Jadi, satu sama 
lainnya saling berhubungan. Permasalahan yang penting buat kita adalah:  mana 
aktivitas yang relatif bekerja saat ini yang naik ? . Jelas yang global sedang 
memperlihatkan kenaikan. Selain itu yang perlu diingat lagi bahwa, berbagai 
kegiatan tektonik tersebut di atas baik yang bersifat global, regional, dan 
lokal memiliki periode atau ordo tektonik masing-masing (mudahnya kita sebut 
sebagai siklus peristiwa tektonik). Dengan demikian, waktu dan lamanya 
peristiwa itu (time and durations) menjadi penting
 untuk ditelaah. Apabila pemikiran tersebut bisa diterima, maka peramalan 
kegiatan tektonik sebetulnya bisa ditafsirkan oleh kita.

Wacana yang saya sebutkan di atas tentu masih asing kedengarannya, dan memang 
belum pernah dibahas oleh berbagai ahli hingga saat ini sehingga akan 
dipertentangkan. Terlepas dari itu semua, masih ada ganjalan buat kita, yaitu: 
Apakah periistiwa yang bersifat global, regional, dan lokal tersebut berjalan 
masing-masing atau serempak bila melepaskan energinya ?. Untuk menjawabnya 
tentu tidak mudah, dan akan diperbedatkan oleh berbagai pihak (karena belum 
mensepakati wacana di atas). Namun, saya berpendapat bahwa secara serentak 
ketiga efek tektonik tidak terjadi secara bersamaan (terbukti posisi pusat 
gempa sangat jarang terjadi dimana-mana), akan tetapi kemungkinan berlangsung 
setelah itu tentu ada. Pemikian ini didasari pada efek philosopi cyclicity, 
yaitu: didalam siklus yang besar ada siklus yang kecil, dan dalam siklus yang 
kecil ada siklus yang lebih kecil lagi, dan seterusnya..........

Lalu bagaimana dengan informasi gempa yang sedang berlangsung mendunia sekarang 
?.
Saya berkesimpulan bahwa; untuk saat ini efek terhadap kegempaan yang sifatnya 
regional di Sumatera tidak terjadi (gempa ini secara berurutan berlangsung 
dimana-mana misalnya di daerah Sumatera Aceh, Sumbar, Jambi, Bengkulu dan 
sebagainya yang aktivitasnya secara beruntun sesuai segmen patahannya). 
demikian pula gempa yang sifatnya lokal (seperti gempa Padangpanjang, Solok, 
dan sebagainya) belum akan melepaskan energinya.

Lalu sejauhmana efek tektonik global tersebut terhadap wilayah kita Sumbar ?. 
Efek tektonik tersebut tentu saja ada di daratan Sumatera, akan tetapi pusat 
gempanya sangat dalam (lihat teori penunjaman tektonik lempeng). Misalnya gempa 
yang terjadi tahun silam di Indramayu dengan kekuatan lebih besar dari 7 SR 
tapi tidak memberi dampak yang berarti karena pusatnya jauh di bawah permukaan. 
Yang sedikit mencemaskan kita adalah efek dari tektonik regional seperti 
peristiwa tsunami Aceh dan Sumbar tahun lalu. Artinya, kegempaan global yang 
terjadi saat ini, mudah-mudahan tidak akan membawa dampak buruk khususnya di 
Sumbar.

Sekali lagi, pemikiran dan wacana tersebut di atas tentu akan dipertentangkan 
oleh berbagai pihak terutama oleh ahli kebumian, dan telahaan tersebut adalah 
hasil penelitian pribadi saya yang ditulis dalam berbagai jurnal. Ringkasnya, 
saya coba mengungkapkan suatu konsep siklus peristiwa bumi yang pada hakekatnya 
bisa diramalkan karena kejadiannya secara teratur. Permasalahan lainnya (ini 
yang akan lebih ditentang lagi, karena sifatnya aneh dan baru), saya 
menyimpulkan bahwa; hubungan tektonik, turun-naiknya muka laut dan berubahnya 
iklim di Sumatera dan Jawa adalah: dikala kondisi iklim kering dicirikan oleh 
suasana muka laut turun dan diikuti oleh kegiatan erupsi gunungapi, sebaliknya 
disaat musim basah ditandai oleh kegiatan tektonik yang diikuti oleh naiknya 
muka laut. Artinya, pada musim penghujan (September-Maret) peristiwa gempa akan 
sering terjadi. Kesimpulan itu adalah didasari pada kejadian siklus 20.000 
tahunan terakhir dimana posisi kita saat
 ini berada diujungnya (lebih kurang 18.000 tahun). Secara umum, kita berada 
pada suasana yang semakin kering di bawah pengaruh dingin (bukan panas seperti 
yang digembar-gemborkan), muka laut turun yang dipengaruhi oleh turunnya muka 
laut.

Dari uraian tersebut di atas saya mohon, pemikiran tersebut anggaplah sebagai 
bahan renungan saja di Sabtu pagi ini, mudah-mudahan apa yang saya sampaikan 
tersebut tidak benar dan salah, karena sudah menyangkut masalah ramal-meramal 
yang dipantangkan oleh berbagai pihak. Semoga bermanfaat dan wassalam

Herman Moechtar



--- On Sat, 9/17/11, auliah azza <[email protected]> wrote:

From: auliah azza <[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: berita gompo
To: [email protected]
Date: Saturday, September 17, 2011, 2:11 AM




etc

2011/9/17 auliah azza <[email protected]>

http://www.kaskus.us/showpost.php?p=513060037&postcount=655

2011/9/17 auliah azza <[email protected]>


17 September 2011


Paska gempa Jepang pada 02.26 - 05.40 WIB ,, 6 kali (6,6/ 5,1/ 5,5/ 6,1 /6,0/ 
5,8),..seismik Sumatra naik besar...tetap waspada...



info dari sutanz

info2 gompo sabolum tangga kini






9 September 2011


Warning Gempa Besar Untuk Seluruh Dunia ( TERMASUK INDONESIA ) UNTUK 24-72 JAM 
KEDEPAN dari : The Extinction Protocol













17 September 2011




Bandingkan gambar prediksi diatas dengan gambar di bawah ini...90 % lebih 
prediksi tersebut telah terjadi ...gempa besar (> 5,0 ) yang terjadi di seluruh 
dunia selama bulan Sptember ini..









17 September 2011


Data Gempa Dunia Bulan September 2001 , hingga 17 September jam : 22.40 UTC / 
05.40 WIB.









maaf, ambo tapaso share disiko, bukan mau nakut-nakutin, waspada itu parolu

auliah azza.38.f.depok
semua informasi didapat dari id sutanz. regional minangkabau, kaskus








-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke