Kok ado nan ingin tahu pulo catatan Riwayat Gampo Gadang Santa Cruz 1989 nan epicenternyo di Gunuang Loma Priata, Pengunungan Santa Cruz, cuma 15 mil dari tampek tingga MakNgah di Santa Cruz.
MakNgah baru tutuik pintu sadang kalua kantua di Kampus University of California Santa Cruz wakatu itu. Gemuruhnya bukan main. Sudah tu, sunyi, listrik padam, sagalo taputuih; lah banyak carito jadi Sejarah. Caliaklah situs ko: http://earthquake.usgs.gov/earthquakes/states/events/1989_10_18.php Salam, --MakNgah Sjamsir Sjarif Santa Cruz, CA sept 17, 2011 --- In [email protected], "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote: > > Bagi yang tertarik dengan topik sarato manambah pangatahuan awak mengenai > Hoyak-hoyak Gampo ko rassonyo rancak juo dibaco pulo artikel di bawah ko: > > http://www.gitews.org/tsunami-kit/en/E1/further_resources/hazard_maps/padang/Near%20field%20tsunami%20hazard%20map%20Padang%20West%20Sumatera%20by%20Schlurmann%20et%20al.pdf > > Salam, > --MakNgah > Sjamsir Sjarif > Di Tapi Riak nan Badabua > Mengalami Gampo Dahsyat 1989 > Di Nagari Gampo San Adreas's Fault California > Santa Cruz, CA, September 17, 2011 > > --- In [email protected], "Rahyussalim" <rahyussalim2007@> wrote: > > > > Terima kasih pak Herman...Saya termasuk yang mencermati tulisan Bapak. > > Fenomena gempa buat saya sama juga seperti fenomena kelainan di tulang > > belakang yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan akal sehat. > > Saya menunggu tulisan ilmiah Bapak. > > > > Rahyussalim > > berbagi meringankan derita bangsa > > > > -----Original Message----- > > From: Herman Moechtar <hmoechtar@> > > Sender: [email protected] > > Date: Sat, 17 Sep 2011 11:26:03 > > To: <[email protected]> > > Reply-To: [email protected] > > Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: berita gompo > > > > SEBUAH WACANA SABTU PAGI, 17 September 2011 > > > > Informasinya bagus sekali makasih pak, dan itu berhubungan dengan apa yang > > kita sebut tektonik global. Tektonik regional (misalnya patahan Sumatera > > atau Semangko) meski memiliki energi tersendiritentu saja sangat > > terpengaruh oleh energi globalitu. Selain itu, tektonik lokal (contoh > > peristiwa gempa Sumatera Barat 2007) yang memliki sumber energi tersendiri > > pula juga terkait oleh kegiatan energi yang berasal dari tektonik regional > > tersebut. Jadi, satu sama lainnya saling berhubungan. Permasalahan yang > > penting buat kita adalah: mana aktivitas yang relatif bekerja saat ini > > yang naik ? . Jelas yang global sedang memperlihatkan kenaikan. Selain itu > > yang perlu diingat lagi bahwa, berbagai kegiatan tektonik tersebut di atas > > baik yang bersifat global, regional, dan lokal memiliki periode atau ordo > > tektonik masing-masing (mudahnya kita sebut sebagai siklus peristiwa > > tektonik). Dengan demikian, waktu dan lamanya peristiwa itu (time and > > durations) menjadi penting > > untuk ditelaah. Apabila pemikiran tersebut bisa diterima, maka peramalan > > kegiatan tektonik sebetulnya bisa ditafsirkan oleh kita. > > > > Wacana yang saya sebutkan di atas tentu masih asing kedengarannya, dan > > memang belum pernah dibahas oleh berbagai ahli hingga saat ini sehingga > > akan dipertentangkan. Terlepas dari itu semua, masih ada ganjalan buat > > kita, yaitu: Apakah periistiwa yang bersifat global, regional, dan lokal > > tersebut berjalan masing-masing atau serempak bila melepaskan energinya ?. > > Untuk menjawabnya tentu tidak mudah, dan akan diperbedatkan oleh berbagai > > pihak (karena belum mensepakati wacana di atas). Namun, saya berpendapat > > bahwa secara serentak ketiga efek tektonik tidak terjadi secara bersamaan > > (terbukti posisi pusat gempa sangat jarang terjadi dimana-mana), akan > > tetapi kemungkinan berlangsung setelah itu tentu ada. Pemikian ini didasari > > pada efek philosopi cyclicity, yaitu: didalam siklus yang besar ada siklus > > yang kecil, dan dalam siklus yang kecil ada siklus yang lebih kecil lagi, > > dan seterusnya.......... > > > > Lalu bagaimana dengan informasi gempa yang sedang berlangsung mendunia > > sekarang ?. > > Saya berkesimpulan bahwa; untuk saat ini efek terhadap kegempaan yang > > sifatnya regional di Sumatera tidak terjadi (gempa ini secara berurutan > > berlangsung dimana-mana misalnya di daerah Sumatera Aceh, Sumbar, Jambi, > > Bengkulu dan sebagainya yang aktivitasnya secara beruntun sesuai segmen > > patahannya). demikian pula gempa yang sifatnya lokal (seperti gempa > > Padangpanjang, Solok, dan sebagainya) belum akan melepaskan energinya. > > > > Lalu sejauhmana efek tektonik global tersebut terhadap wilayah kita Sumbar > > ?. Efek tektonik tersebut tentu saja ada di daratan Sumatera, akan tetapi > > pusat gempanya sangat dalam (lihat teori penunjaman tektonik lempeng). > > Misalnya gempa yang terjadi tahun silam di Indramayu dengan kekuatan lebih > > besar dari 7 SR tapi tidak memberi dampak yang berarti karena pusatnya jauh > > di bawah permukaan. Yang sedikit mencemaskan kita adalah efek dari tektonik > > regional seperti peristiwa tsunami Aceh dan Sumbar tahun lalu. Artinya, > > kegempaan global yang terjadi saat ini, mudah-mudahan tidak akan membawa > > dampak buruk khususnya di Sumbar. > > > > Sekali lagi, pemikiran dan wacana tersebut di atas tentu akan > > dipertentangkan oleh berbagai pihak terutama oleh ahli kebumian, dan > > telahaan tersebut adalah hasil penelitian pribadi saya yang ditulis dalam > > berbagai jurnal. Ringkasnya, saya coba mengungkapkan suatu konsep siklus > > peristiwa bumi yang pada hakekatnya bisa diramalkan karena kejadiannya > > secara teratur. Permasalahan lainnya (ini yang akan lebih ditentang lagi, > > karena sifatnya aneh dan baru), saya menyimpulkan bahwa; hubungan tektonik, > > turun-naiknya muka laut dan berubahnya iklim di Sumatera dan Jawa adalah: > > dikala kondisi iklim kering dicirikan oleh suasana muka laut turun dan > > diikuti oleh kegiatan erupsi gunungapi, sebaliknya disaat musim basah > > ditandai oleh kegiatan tektonik yang diikuti oleh naiknya muka laut. > > Artinya, pada musim penghujan (September-Maret) peristiwa gempa akan sering > > terjadi. Kesimpulan itu adalah didasari pada kejadian siklus 20.000 tahunan > > terakhir dimana posisi kita saat > > ini berada diujungnya (lebih kurang 18.000 tahun). Secara umum, kita > > berada pada suasana yang semakin kering di bawah pengaruh dingin (bukan > > panas seperti yang digembar-gemborkan), muka laut turun yang dipengaruhi > > oleh turunnya muka laut. > > > > Dari uraian tersebut di atas saya mohon, pemikiran tersebut anggaplah > > sebagai bahan renungan saja di Sabtu pagi ini, mudah-mudahan apa yang saya > > sampaikan tersebut tidak benar dan salah, karena sudah menyangkut masalah > > ramal-meramal yang dipantangkan oleh berbagai pihak. Semoga bermanfaat dan > > wassalam > > > > Herman Moechtar -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
