Mamak

Kalau ambo mengikuti diskusi wisata di RN, arahnyo memang seperti yang mamak
posting dibawah. Pikirannya adalah bagaimana mendatangkan ivestor.

Salam

andiko

2011/9/18 Darwin Bahar <[email protected]>

> Refleksi:****
>
> Ya, beginilah ceritanya, kalau ‘keberhasilan’ pariwisata hanya diukur
> dengan statistik jumlah kunjungan wisata (berbaik-baiklah dengan mereka,
> tebarlah senyum selalu). Dihetong galeh balabo, tapi sabananyo pokok nan
> tamakan.****
>
> Tapi siapa pula lah awak ini.  ****
>
> Wassalam, HDB-SBK (L,68)****
>
> ===========================****
>
> Investor Asing Juga Menguasai Pariwisata****
>
> Rabu, 25 Mei 2011****
>
>
> http://cetak.kompas.com/read/2011/05/24/03535061/.investor.asing..juga.menguasai.pariwisata
> ****
>
> LomBok Barat, Kompas - Liberalisasi pariwisata sudah kebablasan. Investor
> asing berlomba-lomba membangun resor di kawasan-kawasan wisata strategis.
> Tak hanya itu, biro perjalanan asing juga bebas keluar-masuk ke Indonesia
> sehingga agen lokal pun terpuruk. Pemerintah diminta untuk menyusun
> pembatasan penetrasi asing.****
>
> Di kawasan obyek wisata Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok
> Barat, Nusa Tenggara Barat, misalnya, tanah kebun hingga perbukitan kini
> berdiri bangunan permanen, seperti vila, penginapan, dan rumah tinggal yang,
> antara lain, pemiliknya warga asing.****
>
> Penguasaan lahan itu, kata H Junaidi, mantan Kepala Desa Senggigi, berjalan
> sejak sektor pariwisata mulai dikembangkan tahun 1986. Karena ketentuan
> bahwa orang asing tidak boleh memilih lahan, diaturlah strategi dengan cara
> orang lokal dipinjam namanya sebagai pembeli atau menguasai tanah.****
>
> Warga lokal yang kemudian dikenal ”pemilik tanah atas nama” itu biasanya
> bertugas sebagai penjaga tanah berikut bangunan dengan mendapat gaji Rp
> 500.000-Rp 700.000 sebulan. Biaya rekening listrik dan air bersih dibayar
> sang pemilik. Tidak jarang para penjaga menempati vila dan rumah itu sebagai
> tempat tinggal bersama keluarganya.****
>
> ”Tiap enam bulan sekali, pada musim liburan, terutama musim dingin,
> pemiliknya datang. Setelah tinggal dua bulan mereka balik lagi ke
> negaranya,” tutur Junaidi mengenai pemilik tanah yang umumnya berasal,
> antara lain, dari Italia, Jerman, Belanda, dan Australia.****
>
> Di Desa Batu Layar dan Desa Senteluk–tetangga Desa Senggigi, tercatat
> masing-masing 5 orang- 10 orang yang memiliki tanah dan rumah pribadi yang
> luasnya sampai satu hektar. Rumah atau vila itu selain ditempati sendiri,
> juga disewakan untuk umum dengan harga Rp 600.000-Rp 750.000 sehari.****
>
> Sementara itu, pemodal asing mulai melirik kawasan wisata Pantai Plengkung
> di Banyuwangi, Jawa Timur. Adapun pemerintah kabupaten hingga kini belum
> membatasi kepemilikan modal asing di bidang wisata.****
>
> Di Plengkung, kawasan wisata yang menjadi favorit peselancar dunia, tiga
> resor sudah berdiri di kawasan tersebut****
>
> Hanief, Direktur dari Bobby’s Camp Resort, yang dioperasikan oleh Wanasari
> Pramudita Ananta, mengatakan, investor asing sudah lama mengincar Pantai
> Plengkung sebagai tempat menanam modal, tetapi sampai saat ini belum
> terealisasi. Investor itu, antara lain, dari Australia dan Amerika Serikat.
> ****
>
> Wakil Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Asnawi Bahar di
> Jakarta, Senin (23/5), mengatakan,* investor asing berlomba-lomba
> membangun resor di kawasan-kawasan strategis, seperti Sumatera Barat, Bali,
> dan kawasan Timur Indonesia. Obyek-obyek tersebut mereka kuasai secara penuh
> *.****
>
> Dia mengatakan, penguasaan asing juga masuk ke jasa penginapan dan biro
> perjalanan wisata. Jumlah hotel yang dimiliki asing terus meningkat.
> Pebisnis asing juga secara bebas mengoperasikan bisnis perjalanan wisata.
> Mereka dengan mudah dan bebas membawa rombongan turis tanpa kerja sama
> dengan partner lokal.****
>
> ”Di negara lain enggak bisa seperti itu. Di Malaysia sama Singapura,
> misalnya, mereka akan sigap menangkap kita yang membawa rombongan turis dari
> Indonesia ke sana. Sesuai aturan mereka, pemandu wisata harus dari lokal.
> Kalau kita enggak, mereka bebas membawa pemandu wisata,” ujarnya.****
>
> Menurut Asnawi, pemerintah perlu membuat rambu-rambu penetrasi asing dalam
> industri pariwisata. Aturan tersebut penting supaya kiprah mereka tidak
> kebablasan. (ENY/RUL/NIT)****
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke