Itu kan kecek Ketua PB NU, kecek Ketua Ormas nan lain kan ndak bitu
doh... Kok ka iyo juo, mungkin join dulu jo ormas nan sasuai. Baa agak
ati?

On Sep 30, 8:51 am, Harman <[email protected]> wrote:
> Quote :
> "situs radikal lebih berbahaya daripada situs porno.  Karena
> situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno tak berdosa,  hanya
> makruh"
>
> Mantab banget nih kyai yang satu ini, jadi makin brasa enteng bg yang biasa 
> akses situs porno.
> nanti klo dilarang orang tua, si anak tinggal bilang "daripada saya buka 
> situs radikal, mending situs ginian ayah ... "
> si ayah : ...hmmmm...iya juga, ya sudah kita lihat bareng aj yuk ....
>
> wassalam,
> harman St.Idris (38)
>
> http://www.lintas-kabar.com/2011/09/29/pbnu-situs-porno-tak-berdosa-s...
>
> KH Said Agil Siradj: Situs Porno Tak Berdosa, Situs Jihadi Radikal Merusak 
> ImanKamis, 29 September, 2011 | 13:31 WIB | Dibaca : 128
>
> Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siradj (net)
> Menkominfo: “Kalau orang gara-gara buka situs jadi teroris, maka semua 
> blogger bisa jadi teroris semua”
> JAKARTA, Lintas-Kabar.com –  Alih-alih
> mengambinghitamkan situs-situs jihadis radikal sebagai akar  terorisme,
> KH Said Agil Siraj membandingkan situs radikal dengan situs  porno.
> Menurutnya, situs radikal lebih berbahaya daripada situs porno.  Karena
> situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno tak berdosa,  hanya
> makruh.
> Ketua  Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini beranggapan
> bahwa aksi  teror bom yang masih terus terjadi di tanah air berkaitan
> dengan  keberadaan sejumlah situs radikal. Karena situs radikal itu
> menjadi  penyambung lidah ideologi para pelaku teror. Pembiaran situs
> radikal  sama saja merelakan api berkobar liar.
> Karenanya,  kiyai jebolan Universitas Ummul Qura ini meminta Menteri
> Komunikasi dan  Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring untuk memblokir 
> situs radikal.  “Saya meminta Menkominfo menutup situs yang mendorong
> sikap radikal,  bahkan menimbulkan gerakan teror yang meresahkan
> masyarakat,” desak Said  Agil di Gedung PBNU Jakarta, Selasa
> (27/9/2011).
> Bagi  Said Agil, pengaruh situs radikal itu lebih berbahaya terhadap  
> kenyamanan hajat bangsa daripada situs porno. Madharat situs porno
> hanya  berdampak individual, sementara situs radikal berefek sosial.
> “Situs  porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh. Yang dosa itu 
> yang  membuat dan menjadi bintang porno,” ujar Prof Dr KH Said Agil Siraj.
> Sementara itu, situs radikal, menurut Said Agil, lebih berbahaya karena 
> merusak iman.
> Said  Aqil menegaskan situs-situs radikal itu telah membelokkan makna jihad  
> dalam ajaran Islam. Jadi, situs radikal lebih berbahaya karena
> merusak  iman.
> “Jika  seseorang membuka situs radikal, efeknya orang tersebut akan
> memiliki  paham yang salah tentang agama. Kesalahan itu yang bisa
> mengantarkan  seseorang menjadi pelaku terorisme. Kalau situs porno
> merusak akhlak,  situs yang mengandung paham radikalisme dapat merusak
> iman,” tuturnya.
> Ditempat terpisah, meski mengaku telah memblokir 300 situs yang  
> dianggap menyebarkan ‘radikalisme’, namun Menteri Komunikasi dan  
> Informatika, Tifatul Sembiring menekankan bahwa internet bukanlah akar  
> ‘radikalisme’ yang bisa membuat seseorang menjadi teroris.
> “Menurut saya, akar radikalisme itu bukan karena mengakses situs.  
> Tidak ada orang menjadi teroris karena membuka situs, nggak ada, boleh  
> dibuktikan,” kata Tifatul di Jakarta, Kamis (29/9/2011).
> “Kalau orang gara-gara buka situs jadi teroris, itu semua blogger  
> bisa jadi teroris semua, buktinya nggak.” Ungkapnya lebih lanjut.
> Ia berpendapat bahwa seseorang menjadi ‘teroris’ dikarenakan kesalahan dalam 
> memahami sebuah ajaran.
> “Orang jadi teroris itu karena kekeliruan, salah memahami ajaran  
> agamanya. Tidak ada ajaran Islam yang memperbolehkan kita menyerang  
> tempat ibadah,” kata dia.
> Seperti yang diketahui, selama ini internet dianggap sebagai sarana  
> jitu untuk menyebarkan faham ‘radikalisme’. Hal tersebut diperkuat oleh  
> pemberitaan media-mdia sekuler yang mengungkapkan bahwa sebelum  
> melakukan pemboman di Solo, pelaku Ahmad Yosepa Hayat sempat mengakses  
> situs jihad sebelum beraksi, hal ini tentu saja dilakukan dalam  
> memuluskan opini bahwa situs-situs jihad adalah bagian yang tak  
> terlepaskan dari tindakan ‘terorisme’.
> Terkait hal tersebut, Tifatul mengaku belum ada permintaan dari  
> Kepolisian untuk menyelidiki pesan-pesan Hayat di internet. “Itu urusan  
> polisi yang menyelidiki. Belum ada permintaan, polisi kan punya alat  
> juga,” kata dia.
> Namun demikian, Tifatul mengungkapkan bahwa pihaknya tetap  
> berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengawasi situs-situs  
> yang dianggap ‘radikal’ itu.
> “Yosepa itu meledakkan bom bukan karena situs di warnet. Itu ada  
> struktur yang mengelola, itu tugas polisi yang membongkarnya. Siapa yang 
> memerintahkan, biayanya dari mana, dan siapa yang mendoktrin,”
> ujarnya.Sumber: voa-islam.com |arrahmah.com

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke